Suatu hari ketika hendak menyeberang, seorang nahkoda tidak berani menyeberangkan kapal karena badai. Lalu, seorang pengasuh yatim piatu mengajaknya turun kebawah untuk berdoa. Doanya sangat sederhana: "Tuhan, Engkau tahu hambaMu harus menyeberang untuk ,emjalankan tugas, Engkau tahu hambaMu tidak pernah tidak menepati janji, kiranya Tuhan meredakan badai." Ketika selesai berdoa, mujizat terjadi. Badai reda sehingga ia bersama penumpang lain dapat menyeberang. Pengasuh yatim piatu itu adalah George Muller. Kehidupan doa dan imannya telah menjadi inspirasi banyak generasi.

George Muller (1805-1898) adalah seorang misionaris kristen dan kepala dari sebuah rumah yatim piatu di Bristol Inggris. Selama hidupnya ia mengasuh 10,024 anak yatim piatu. Tidak hanya dikenal karena menyediakan kebutuhan pendidikan bagi anak-anak asuhannya, tetapi juga karena ia telah meninggalkan teladan iman yang bergantung penuh pada pemeliharaan Allah. Hal ini nampak dari cara kerja dan kehidupan pribadinya.

Memberi hidup
Sebelum masuk sekolah teologia di universitas Halle, kehidupan Muller sangat berbeda. Lahir di sebuah desa di daerah Kroppenstedt, dekat dengan daerah Halbestadt, wilayah kerajaan Prussia (Jerman), sejak muda ia tidak mempunyai tujuan hidup yang baik. Ia adalah pencuru, pembohong, dan suka berjudi. Bahkan ibunya meninggal saat Muller sedang berjudi dan mabuk-mabukan bersama dengan teman-temannya. Pada waktu itu ia berusia 15 tahun.

Dengan motivasi yang kurang tepat, ayahnya memasukan Muller di pendidikan Theologia Universitas Halle. Jabatan rohaniawan saat itu merupakan incaran dan kedudukan yang bisa menghasilkan gaji besar, apalagi jika direkrut sebuah gereja milik negara.

Saat menempuh pendidikan disana, Muller bertemu dengan seorang rekan yang mengundangnya ikut dalam pertemuan kristen. Muller disambut baik dalam pertemuan itu. Selanjutnya dengan teratur ia membaca Alkitab dan berdiskusi tentang kekristenan dengan rekan-rekan lainnya di pertemuan tersebut. Akhirnya, hidup Muller berubah. Ia segera meninggalkan kebiasaan buruknya dan memberi hidupnya menjadi seorang misionaris.

Pada tahun 1828 Muller mendapatkan tawaran kerja di London Missionari Society. Memasuki tahun 1829, ia jatuh sakit dan sempat berpikir bahwa ia tidak dapat bertahan. Mujizat Tuhan menyembuhkannya. Ia kemudian mendedikasikan hidupnya untuk melakukan kehendak Tuhan. Ia langsung meninggalkan London Missionary Society dengan keyakinan bahwa Tuhan akan menyediakan apa yang ia butuhkan bagi pekerjaan Tuhan.

Institusi ini bertujuan membantu sekolah-sekolah kristen dan para misionaris serta membagikan Alkitab. Institusi inii tidak menerima dukungan dana dari pemerintah dan hanya menerima dukungan atau pemberian sukarela. Meski demikian, institusi ini menerima dan menjalankan 1,5 juta poundsterling (setara dengan 2,718,844 US dollar) pada waktu Muller meninggal dunia, yang dipergunakan untuk mendukung biaya rumah yatim piatu, penyebaran hampir 2 juta Alkitab, dan juga mendukung "misionaris iman" lainnya di seluruh dunia seperti Hudson Taylor.

Iman
Muller bersama dengan istrinya kemudian mengelola rumah yatim piatu pada tahun 1836 dengan menggunakan rumah mereka sendiri di kota Bristol. Awalnya rumah mereka digunakan untuk menampung 30 anak perempuan. Kemudian jumlah anak yatim piatu bertambah menjadi 130 anak sehingga membutuhkan 3 rumah.

Pada tahun 1845 terjadi peningkatan jumlah anak yatim piatu sehingga Muller memutuskan untuk membangun gedung yang baru dan dapat digunakan pada tahun 1849 dengan kapasitas akomodasi 300 anak. Jumlah anak ini terus bertambah hingga mencapai 2000 anak di tahun 1870 sehingga membutuhkan 5 rumah yang dapat menampung seluruh anak-anak tersebut.

Muller mengambil satu keputusan dimana ia tidak pernah meminta dukungan dana dari siapa pun dan tidak berhutang pada pihak manapun meskipun diperlukan lebih dari 100,000 poundsterling untuk membangun kelima rumah yang menjadi akomodasi 2000 anak.

Keyakinan yang kuat atau lebih tepatnya sikap percayanya yang kuat terhadap pemeliharaan Allah bagi kebutuhannya sejak 1829 membuat Muller dapat menyaksikan mujizat Allah dinyatakan melalui hidupnya. Seringkali ia menerima bantuan makanan yang datang tanpa diminta dan bantuan makanan itu hanya datang beberapa jam sebelum waktu makan anak-anak yatim piatu itu tiba. Peristiwa-peristiwa ini seperti menguatkan iman muller.

Setiap pagi setelah jam makan pagi, selalu diadakan waktu untuk membaca Alkitab dan berdoa. Setiap anak diberikan sebuah ALkitab disaat mereka pergi meninggalkan rumah yatim piatu. Anak-anak yatim piatu itu diberikan pakaian yang baik dan pendidikan yang baik.

Muller telah membaca alkitab lebih dari 200 kali dan separuh dari waktunya dilakukan untuk berdoa. Ia mengatakan bahwa 50,000 jawaban doa yang khusus yang telah ia terima, berasal dari permohonan doanya hanya kepada Allah! lebih dari 3000 anak yatim piatu yang diasuhnya, dimenangkan bagi kristus melalui pelayanannya oleh penyertaan Roh Kudus
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

** Firman Tuhan: Kejadian 12:1-9 **
“...olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 12:3)

Hari ini Tahun Baru Imlek 2563. Warna merah dan kembang api mewarnai berbagai tempat. Konon, inilah cara orang menakut-nakuti Nián, raksasa yang muncul akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak, dan manusia. Kebudayaan Tiongkok adalah bagian kekayaan budaya dari sekitar 16.696 suku bangsa di dunia. Suku Tionghoa sendiri merupakan kelompok suku dengan populasi terbesar.

Tiap kali melihat keragaman suku bangsa, saya teringat akan perjanjian Tuhan dengan Abraham. Sebuah janji berkat yang meliputi negeri dan keturunan, penyertaan dan perlindungan, dan berkaitan dengan tanggung jawab menjadi berkat bagi semua kaum di muka bumi (ayat 1-3). Janji dan tanggung jawab itu kini berlaku pada kita! Perjanjian Baru menyatakan bahwa kita yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Di dalam Yesus Kristus, berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain (Galatia 3:6-7,14).

Dalam perayaan terbesar orang Tionghoa ini marilah kita menaikkan doa kepada Tuhan secara khusus agar makin banyak orang dari suku bangsa tersebut menjadi “anak-anak Abraham”, sehingga mereka juga mendapat berkat terbesar yang akan membawa mereka sebagai bagian dari semua suku dan bahasa yang memuliakan Tuhan sepanjang kekekalan (Wahyu 5:9). 


MARI MENGASIHI DAN MENDOAKAN SUKU-SUKU BANGSA
SEHINGGA SELURUH BUMI MENINGGIKAN KRISTUS RAJA

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Matius 7:24-25) **
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, Ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya diatas batu.Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu."



Ada seorang pengusaha kaya, yang terkenal amat jahat dan tidak etis. Pada satu hari ia berkata kepada Mark Twain bahwa sebelum ia meninggal, ia ingin melakukan perjalanan ke Holy land. Ia berkata bilamana ia sampai disana ia akan mendaki puncak gunung sinai, dimana Musa menerima sepuluh perintah Allah dan dari atas puncak gunung sinai, Ia akan membaca keras-keras sepuluh perintah Allah. Mark Twain berkata: "Saya punya ide yang lebih baik. Kamu dapat tetap tinggal di Boston dan mempraktekkannya."

Tuhan mau agar kita tidak hanya membaca dan mengerti Firman Tuhan, tetapi juga mempraktekkan Firman Tuhan dalam kehidupan kita setiap hari.

Jesus bLess us abundantLy ^^
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Mazmur 55:23 **
"Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka ia akan memelihara engkau!
Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.



Pada suatu ketika ada 2 bibit tanaman terhampar pada sebuah ladang yang subur.

Bibit yang pertama berkata,"Aku ingin tumbuh menjadi sebuah pohon besar. Aku akan menjejakkan akarku ke dalam tanah,dan menjulangkan tunas-tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan sinar matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku."

Bibit pertama ini kemudian mencoba bertumbuh. Semakin hari semakin tinggi.

Bibit yang kedua bergumam,"Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tidak tahu apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Jika kuterobos tunasku keatas, bukankah keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba untuk memakannya? dan pasti, jika aku utmbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah.
Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman."

Bibit kedua ini menunggu dalam kesendirian.

Beberapa minggu kemudian, seekor ayam mengais tanah tersebut, dan menemukan bibit kedua tadi dan segera memakannya.


**Renungan**
Dalam kehidupan, banyak pilihan yang harus kita pikih. Dari pilihan kita,banyak kesulitan yang menunggu disana. Sering kali kita berada dalam sikap pesimis, keraguan, dan kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita sering terbuai dengan berbagai alasan untuk tetap diam dan tidak berani menghadapi kehidupan.





Hidup adalah sebuah pilihan, hadapilah dengan keberanian. Dan, karena hidup adalah sebuah pilihan, maka tentukanlah pilihanmu dengan bijaksana.


Tuhan Yesus memberkati kita semua :)

Have a nice day.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.

Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.

Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal!

Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.

Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. "Ia sungguh cantik" kataku dalam hati, "Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik". Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya..

Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.

14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku. Hmm… aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.

6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra.. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati. Jantungku serasa mau berhenti...

23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui…

Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun. Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.

4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.

Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.

14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.

14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!

18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.

7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.

Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.

15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.

Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga. Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun… "Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun…" (ts)

------------ --------- -------



Jika manusia bisa mencintai pasangannya tanpa syarat. Bayangkan, bagaimana besarnya cinta Tuhan kepada kita yang adalah ciptaanNya… anakNya… sahabatNya… saudaraNya… sehingga Ia memberikan AnakNya yang terkasih untuk mati di kayu salib bagi kita.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Amsal 21:2) **
Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri,
Tetapi Tuhanlah yang menguji hati.



Ada sebuah cerita tentang seorang anak yang pergi ke gereja bersama ibunya. Di tengah kebaktian, anak ini resah dan berdiri dari empat duduknya, ibunya menyuruhnya duduk kembali. Anak itu duduk, tetapi tak lama kemudian ia berdiri lagi.

Ibunya menyruhnya duduk kembali dan anak itupun duduk. tetapi tak lama kemudian ia berdiri lagi. Dan setelah beberapa kali kejadian ini terulang, akhirnya ibunya hilang kesabarannya. Lalu ibu itu memegang kepala anaknya, mendorong dan mendudukkan anaknya di tempat duduk. Anak itu berkata kepada ibunya: "I am sitting on the outside, but I am standing on the inside."

Kita tidak dapat mengubah seseorang dari luar tanpa perubahan dari dalam hatinya. Kita bisa menuntut, mengkhotbahi atau memaksa seseorang untuk berubah atau bertobat, tetapi kalau dalam hatinya ia tidak menyadari dan tidak mau berubah maka sia-sialah usaha kita.

Hanya Tuhan yang sanggup mengubah hati manusia. Apa yang dapat kita lakukan untuk mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik? Taburlah kasih dan kebenaran Tuhan. Berdoa dan minta Roh Kudus menerangi hatinya dan mengubah hidupnya. Setelah itu, serahkanlah semuanya kepada Tuhan!

Tuhan memberkati kita semua :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Sejak muda Mark Twain tidak mengakui keberadaan Tuhan. Tahun 1868, pria yang populer ini berkenalan dengan Olivia, seorang gadis cantik yang takut akan Tuhan. Mark jatuh cinta pada pandangan pertama kepada gadis yang dididik dalam keluarga Kristen yang taat.

Olivia tahu bahwa Mark tidak percaya pada Tuhan, namun cinta yang kuat seperti maut itu akhirnya mengantar Olivia menjadi istri Mark. Olivia menikah dengan syarat : Mark tidak boleh menghalanginya untuk beribadah. Mark memang memberi Olivia kebebasan untuk beribadah, tetapi ia kerap mengatakan tidak melihat manfaat ibadah yang dilakukan istrinya.

Waktu yang berjalan mengikis iman Olivia, kini imannya yang dulu berapi-api menjadi redup. Di satu titik, Olivia menjadi lesu, tidak pernah lagi pergi ke gereja, dan sama sekali tidak bersaat teduh seperti dulu.

Rumah tangga Mark dan Olivia sering dirundung malang, dua orang anak mereka mati dalam usia muda. Kondisi ini tentu melukai hati mereka, terlebih Olivia. Mark tetap menghiburnya, "APABILA DALAM KESEDIHAN ENGKAU MERASA PERLU BERDOA DAN PERGI KE GEREJA UNTUK MENENANGKAN HATIMU, LAKUKAN! AKU MENDUKUNGMU DENGAN SEPENUH HATI." "MARK, SEJAK MENIKAH DENGANMU, IMANKU SEMAKIN HARI SEMAKIN PUDAR DAN SETELAH SEKIAN LAMA KITA MENIKAH, KINI AKU PUN SUDAH TIDAK MEMILIKI IMAN LAGI KEPADA TUHAN," jawab Olivia.

Betapa besar harga yang harus dibayar oleh orang benar yang kemudian kompromi dengan dosa demi mendapatkan keinginan dunia yang fana.

Banyak muda-mudi yang gagal mempertahankan imannya ketika berada di persimpangan cinta. Mengapa mereka masuk ke dalam jebakan di lembah cinta dan terhilang di sana ?


PERTAMA, TIDAK MEMEGANG PRINSIP BAHWA: TERANG TIDAK DAPAT BERSATU DENGAN GELAP (2 Korintus 6:14).
Seorang pemuda atau pemudi memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak seiman karena berpikir imannya cukup kuat. Mereka pikir, setelah menikah mereka mampu membawa pasangannya kepada Tuhan, atau paling tidak mempertahankan imannya. Kebanyakan yang nekat berbuat demikian mengalami kegagalan. Kenekatan seperti ini justru akan menjadi jebakan yang membawa celaka dalam hidupnya.

KEDUA, TAKUT TIDAK AKAN MENDAPATKAN PASANGAN HIDUP DAN TIDAK SABAR MENUNGGU.
Kekuatiran ini menjadi celah yang besar bagi seorang single, apalagi yang sudah berumur matang. Keinginan untuk segera mendapatkan status menikah membuatnya tidak berpikir panjang. Ketika seseorang datang dan menyatakan keinginan untuk menikahinya, maka ia segera menyambutnya.

Anak-anak Tuhan, bersabarlah karena iman memang membutuhkan kesabaran, tetapi akan membuahkan hasil yang manis.

Percayalah kepada Tuhan dengan tetap menantikan pasangan yang seiman dan seimbang, kebahagiaan pasti engkau reguk.


God Bless us... :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Anda adalah Anda karena suatu alasan.
Anda adalah bagian dari suatu rencana yang kompleks.
Anda adalah suatu rancangan unik yang berharga dan sempurna.
Disebut lelaki atau perempuan khusus milik Allah.

Anda bertampang seperti Anda karena suatu alasan.
Allah kita tidak membuat kesalahan.
Dia merajut Anda menjadi satu di dalam kandungan,
Anda benar-benar apa yang ingin Dia ciptakan.

Orang-tua yang Anda miliki adalah orang-tua yang Dia pilih,
Dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda,
Mereka dirancang dengan pertimbangan rencana Allah
Dan mereka memikul meterai Tuhan.

Tidak, trauma yang Anda hadapi tidaklah mudah.
Dan Allah menangis karena trauma itu begitu menyakiti Anda;
Tetapi itu diizinkan untuk membentuk hati Anda
Supaya Anda bertumbuh menjadi serupa dengan-Nya.

Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda telah dibentuk dengan tongkat Tuhan.
Anda adalah Anda, kekasih
Karena ada Allah!


Tuhan yesus menhasihi kita sekaLian :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Song