Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.(Mazmur 90:12)



Provider telepon seluler saya memiliki program SMS tak terbatas. Saya dapat menggirim SMS kapan pun berkali-kali tanpa cemas kehabisan pulsa. Namun, beberapa bulan kemudian, provider itu menggantinya dengan program baru. Jumlah SMS gratis per hari dibatasi. Hasilnya, saya tidak dapat lagi mengirim SMS secara asal-asalan. Saya perlu "lebih bijaksana" dalam melakukannya. Setiap kali mau mengirim SMS, saya menimbang-nimbang apakah pesan itu memang penting untuk disampaikan.

Lalu, bagaimana kita memandang masa hidup, yang sama-sama terbatas, namun jauh lebih penting dari SMS? Alkitab menulis bahwa umur manusia itu singkat, antara 60 hingga 70 tahun saja, kalaupun kuat 80 tahun. Tidak sedikit orang yang bahkan tidak mencapai usia sepanjang itu. Kita memiliki pilihan untuk mengisi kehidupan: menggunakannya dengan bijaksana atau menyia-nyiakannya. Jika kita menyadari hidup ini singkat, kita perlu menghargai waktu yang kita lewati. Banyak orang mengisi kehidupan dengan kesia-siaan dan secara sembrono. Tidak memiliki waktu untuk keluarga, mengembangkan diri, dan beribadah.

Kiranya kita sungguh-sungguh menyadari keterbatasan masa hidup ini sehingga kesadaran itu memengaruhi cara pandang kita terhadap hari-hari yang kita lewati. Aktivitas apa saja yang akan kita lakukan? Apakah aktivitas yang berguna? Atau kita melewati hari begitu saja tanpa melakukan hal yang bermakna? Apa yang kita lakukan menjadi berkat bagi orang lain? Menginspirasi? Membuat diri kita bertumbuh? 



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau (Yosua 1:7


Banyak cara yang ditawarkan dunia untuk sukses. Seribu satu seminar ditawarkan dengan tarif jutaan rupiah. Banyak pula yang tergiur dengan ajakan itu, dan rela membayar mahal dengan harapan bisa sukses. Seusai seminar, jurus yang dipelajari diterapkan, tetapi nyatanya lebih banyak yang gagal daripada yang berhasil.

Firman Tuhan berkata lain tentang jalan menuju keberhasilan ini. Saat Yosua menggantikan Musa, Allah berkata Israel akan mendapatkan daerah baru. Namun tanah itu berpenghuni sehingga harus direbut melalui peperangan. Ini berat. Allah memahami keraguan Yosua, maka sampai tiga kali Dia berkata, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu...." Dia tidak menjabarkan strategi perang untuk memperoleh tanah itu kepada Yosua. Menurut Allah, kunci keberhasilan terletak pada ketaatan akan firman-Nya. Apa pun tantangan yang mereka hadapi, mereka memiliki kekuatan untuk mengatasi semua itu, dan kekuatan itu tidak lain Allah sendiri.

Pelajaran yang dapat kita petik adalah: tangan Allah yang kuat itu akan menolong kita. Cara terbaik untuk menghadapi tantangan hidup adalah dengan hidup menurut firman-Nya. Masalahnya, kita sering tidak mengutamakan pesan Alkitab dalam mencari penyelesaian masalah, namun menjadikannya alternatif terakhir bila masalah tak kunjung usai. Ubahlah sikap itu, dan raihlah kesuksesan dengan mematuhi firman-Nya. Janji Tuhan ini berlaku dari dulu hingga kini. Peganglah janji-Nya, Dia tidak pernah mengecewakan


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Nats :
Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku. (Nehemia 2:8) 


Orang yang berkedudukan tinggi bisa jadi menimbulkan rasa takut di hati kita. Kita mungkin takut secara berlebihan pada pimpinan, orang tua, bos, majikan, karena mereka memiliki otoritas untuk memerintah kita melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan.

Kita memang patut menghormati mereka, tetapi tidak seharusnya kita menganggap mereka memiliki otoritas mutlak atas hidup kita. Sebagai orang percaya, kita tahu hanya ada satu pemegang otoritas mutlak, yakni Allah kita. Atasan atau pemimpin kita hanyalah alat di tangan Allah untuk melaksanakan rencana-Nya.

Kisah Nehemia memberi sebuah bukti nyata akan kebenaran ini. Setelah mendengar kondisi buruk Yerusalem, Nehemia sangat ingin membangun kembali tembok kota itu. Ia sadar, untuk melakukannya perlu sumber daya yang tidak sedikit. Ia pun memberanikan diri mengajukan permohonan kepada Raja Artahsasta. Sang raja tentu saja memiliki otoritas untuk menjawab ya atau tidak. Nyatanya, ia memutuskan mengabulkan permohonan Nehemia. Bagi Nehemia, hal itu terjadi karena Allah menggerakkan hati sang raja.

Meskipun kelihatannya pemimpin atau atasan memiliki kuasa atas diri kita, sejatinya mereka seperti batang air yang dikendalikan Allah untuk mengalir sesuai dengan kehendak-Nya (Amsal 21:1). Tindakan mereka tidak mungkin melampaui kedaulatan Allah. Mereka pun dapat dipakai Allah menggenapi rencana-Nya atas hidup kita. Kesadaran ini akan mendorong kita memiliki sikap yang benar terhadap mereka: hormat, namun tidak ketakutan. 


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.(1 Samuel 16:7)


Pada acara Britains Got Talent 2009, seorang perempuan paruh baya menghadap dewan juri, lalu memperkenalkan diri sebagai kontestan. Ia mengaku berasal dari sebuah daerah yang tidak terlalu terkenal, tetapi berkata bahwa dirinya telah dipersiapkan sejak lama untuk menjadi penyanyi profesional. Melihat penampilannya yang lugu dan klaimnya yang terlalu berani, para juri hanya tersenyum. Beberapa penonton tertawa sinis. Namun, begitu perempuan itu mulai melantunkan lagu, reaksi mereka berubah. Keraguan berganti jadi kekaguman. Tak ada yang menyangka sosok yang sederhana itu ternyata bisa menyanyi dengan indah, dan pada babak final tampil sebagai runner-up. Namanya Susan Boyle.

Samuel pada awalnya juga memandang sebelah mata pada Daud. Ketika Tuhan meminta Samuel mengurapi raja yang baru, ia mengira bahwa kandidat yang pantas ialah anak Isai yang bertubuh tinggi besar, yang cocok untuk maju berperang. Ia terkejut ketika Tuhan justru memilih Daud, yang setiap hari menggembalakan domba. Ya, Tuhan mampu melihat lebih dalam daripada daya lihat manusia.

Kadang-kadang kita juga gagal menilai orang dengan benar. Mungkin kita menganggap rendah orang lain berdasarkan kesan pertama yang kurang meyakinkan, padahal ia sebenarnya berpotensi besar, bahkan mungkin lebih baik dari kita. Sepatutnya kita tidak terbiasa buru-buru menilai seseorang dari penampilannya, namun belajar untuk sungguh-sungguh mengenal dan menghargainya dengan sebaik mungkin. 


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Jawab Yesus, "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia." (Yohanes 9:3)


Saya merasa kurang nyaman jika ada orang yang menghubung-hubungkan masalah keuangan yang kita alami dengan persepuluhan. Atau, jika orang mengaitkan suatu musibah atau penyakit sebagai hukuman atas dosa. Apakah masalah keuangan mutlak terjadi sebagai akibat kelalaian dalam memberikan persepuluhan? Apakah musibah atau sakit penyakit mutlak terjadi sebagai akibat dari dosa yang belum terselesaikan?

Dua peristiwa dalam Alkitab menunjukkan bagaimana sepatutnya kita menyikapi hal seperti itu. Pertama, kisah tentang Ayub. Ternyata reputasi saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1) bukan jaminan tidak adanya masalah dalam hidup Ayub. Hanya dalam sekejap, Ayub kehilangan harta benda, keluarga, dan kesehatannya. Kedua, kisah murid Yesus bertemu dengan orang yang buta sejak lahir. Mereka bertanya, "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Tuhan Yesus menjawab, "Bukan dia, dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia."

Ketika mendapati saudara seiman yang sedang bergumul dalam masalah, jangan cepat-cepat menghakimi bahwa hal itu terjadi karena dirinya lalai atau berbuat dosa. Masalah terjadi dalam hidup seseorang belum tentu sebagai teguran atas dosa kita. Bisa saja Tuhan memakai masalah untuk membentuk karakter kita atau untuk menyatakan pekerjaan ajaib-Nya dalam hidup kita. Kita perlu belajar melihat masalah sebagaimana Allah memandangnya. 


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO





** Firman Tuhan: Rut 2:12 ** 
 "TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."


       Ada seorang anak kecil yang telah satu jam lamanya berdiri di depan sebuah restoran mahal. Pakaiannya sangat lusuh dan juga tidak memakai alas kaki. Anak itu pun memutuskan untuk memasuki restoran tersebut. Para pelayan berlomba untuk menghindari anak tersebut dengan bepura-pura sibuk.

       Anak itu pun mulai duduk di salah satu meja. Seorang pelayanan muda dengan rela hati mau melayani anak kecil itu. Pelayan mulai menyodorkan buku menu dan menunggu menu yang akan akan dipesan.

“Kak, ketang goreng dengan saus lemon ini harganya berapa?”
“Oh, itu seratus ribu Dik.”
“Kalau tanpa saus?”
“Lima puluh ribu.”
“Bolehkan saya memesan setengahnya?”
“Boleh, nanti saya antar pesanan adik.”
Anak kecil itu sangat senang dan dia mulai mengeluarkan sekantung uang koin kemudian menghitungnya di meja. Setelah selesai makan, anak itu menyerahkan sekantung uang koin kepada pelayan restoran. Dengan ketulusan hatinya, pelayan itu mulai menghitung satu per satu.
“Uangnya sudah pas Dik. Dua puluh lima ribu.”
“Dan ini tips untuk kakak pelayan yang baik,” kata anak kecil sambil mengeluarkan uang seratus ribuan dari sakunya.

       Pelayan itu sangat terkejut, terlebih lagi ketika melihat anak kecil itu keluar dan sudah dijemput dengan mobil mewah di depan restorannya. Anak kecil itu adalah anak seorang pengusaha nomor satu di kotanya.

       Sama halnya dengan kita, bagaimana pelayanan kita selama di dunia ini untuk Tuhan? Apakah kita lebih cenderung untuk melihat fisik, profesi, jabatan, untuk kita layani?

       Jangan pernah memandang siapapun orang yang akan kita layani, sama seperti Tuhan Yesus yang tidak pernah membedakan orang-orang yang akan Dia layani. Ketika kita dengan setia melayani, ketika kita memiliki hati yang tulus untuk melayani, maka kita akan mendapatkan upah sesuai dengan apa yang telah kita lakukan.


--------------------------------------------------------------

**  Scripture: Ruth 2:12 ** 
"The Lord would reply to account for it , and you would fully reward bestowed by the Lord God of Israel, under whose wings you have come his refuge."
 

       
There was a little boy who has an hour standing in front of an expensive restaurant. Her clothes were very shabby and barefoot. The boy decided to enter the restaurant. The waiters are racing to avoid the child pretend to be busy.

       
The boy began to sit at one table. A young service willingly would serve little boy. The waiter started thrusting book menu and wait for the menu that will be ordered. "Sis, fried with lemon sauce ketang this costs how much?" "Oh, it's a hundred thousand little brother." "If without the sauce?" "Fifty thousand." "Can I book a half?" "Sure, I 'll order between sister. "The little boy was very happy and he started to pull out a bag of coins on the table and then count them. When finished eating, the child was handed a bag of coins to the waitress. With his sincerity, the waiter began to count one by one. "The money is just right bro. Twenty- five thousand." "And these tips for a good maid sister," said the little boy, pulling out money from his pocket a hundred thousand .

       
The waiter was very surprised, especially when I saw the little boy came out and has been picked up by a luxury car in front of his restaurant. The little boy is the son of a businessman number one in the city.

       
Similarly, we are, how we care for in this world for God? Are we more likely to see a physical, profession, office, for we serve?

       
Never saw anyone who will we serve, just as the Lord Jesus who never distinguishes those who will serve Him. When we faithfully serve, when we have a sincere heart to serve, then we will get the reward according to what we have done.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO





** Firman Tuhan: Yesaya 48:10 **
Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan."


       Seorang ayah sedang membagikan warisan ke pada kedua anaknya. Salah satu dari barang warisan yang telah dibagikan adalah perhiasan. Anak yang pertama sangatlah serakah dan dia mengambil perhiasan yang berada di dalam kantong besar. Anak kedua  harus mau menerima perhiasan dalam kantong yang kecil dan sangat sedikit.

       Keduanya berusaha untuk menjual semua perhiasan itu. Anak pertama mendapatkan 10 keping emas, namun anak yang kedua sangat kecewa karena tidak ada seorang pun yang mau membelinya. Anak kedua itu bertanya kepada ayahnya, “Ayah, mengapa tidak ada seorang pun yang mau membeli perhiasan ini? Dan mengapa ayah membiarkan aku mendapat perhiasan yang sangat jelek?” Ayahnya menjawab, “Cobalah kamu menawarkan perhiasan itu ke tempat yang tepat. Pergilah ke toko emas.”

       Saat anak kedua membawanya ke toko emas, dia sangat terkejut karena toko itu hanya mampu memberinya 10.000 keping emas dan harga perhiasan yang dia miliki ditafsir seharga 20.000 keping emas.

       Banyak orang yang melihat seseorang hanya dari penampilan saja. Mereka tidak mau mengenal orang lain lebih dalam. Dibutuhkan sebuah proses untuk bisa memahami dan mengetahui kedalaman hati seseorang. Jika kita tidak berhati-hati dalam bergaul maka kita akan tertipu karena di dunia ini begitu banyak “emas-emas” palsu.

       Mintalah hikmat kepada Tuhan dan dengarkan apa yang Tuhan katakan. Ketika kita menjadi dekat dengan Tuhan maka Tuhan akan menghindarkan kita dari jerat-jerat dunia yang akan membawa kita kepada dosa. Jadilah peribadi yang berharga, yaitu dengan hidup di dalam Tuhan dan melakukan kehendak-Nya karena Tuhan akan memurnikan kita lebih dari pada emas.


--------------------------------------------------------------

**  Scripture: Isaiah 48:10 ** 
 "Indeed , I have purified thee, but not like silver, but I have tested you in the furnace of affliction."
 

       
A father was giving the inheritance to his two sons. One of the items that have been shared heritage is jewelry. The first child is greedy and she took the jewelry inside a large bag. The second child must be willing to accept jewelry in a small pouch and a very few.

       
Both are trying to sell all of the jewelry. The first child to get 10 pieces of gold , but the children were both very disappointed because no one would buy it . Second boy asked his father, "Dad, why no one wants to buy this jewelry? And why dad let me get very ugly jewelry?"His father replied, "Try it you offer jewelry to the right place. Go to the store of gold."

       
When the second child took him to a gold shop, he was very surprised because the store was only able to give him 10.000 pieces of gold and jewelry prices he has interpreted for 20.000 gold pieces.

       
Many people who see someone just from appearance alone. They do not want to know others more deeply. It takes a process to be able to understand and know the depth of one's heart. If we are not careful in the mix then we will not be fooled because the world is so much" gold - gold" fake.

       
Have the wisdom to God and listen to what God says. When we become closer to God then God will deliver us from the snares of the world will lead us to sin. Be peribadi is valuable, that is by living in the Lord and do His will because God purifies us more than gold.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO




** Firman Tuhan: Yesaya 59:4 **
 "Tidak ada yang mengajukan pengaduan dengan alasan benar, dan tidak ada yang menghakimi dengan alasan teguh; orang mengandalkan kesia-siaan dan mengucapkan dusta, orang mengandung bencana dan melahirkan kelaliman."


       Seorang lelaki tua memutuskan untuk pergi ke kota dengan tidak membawa apapun termasuk uang. Dalam perjalanan dia menemukan sebuah buku tua yang sudah lusuh. Dia membawanya ke toko-toko bekas namun tidak ada seorang pun yang membelinya. Ketika hendak membuangnya, seorang pemilik perpustakaan memanggilnya dan menukar buku itu dengan  beberapa meter kain.
Dia pun memutuskan untuk kembali ke desa karena sesampainya di kota dia tidak mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan. Tiba-tiba ada seorang penjahit yang memanggilnya. Penjahit itu menukar kainnya dengan 2 potong baju karena kualitas kain yang dibawanya sangat bagus.

       Ketika berjalan di depan rumah mewah, pemilik rumah memanggilnya. Pemilik rumah itu tertarik dan membeli baju itu seharga 200 dollar. Lelaki tua sangat senang dan dia pun melanjutkan perjalanannya menuju ke desa. Tiba-tiba ada seorang pencopet yang mengambil uangnya. Dia hanya bisa tersenyum dan sama sekali tidak merasa kecewa karena pada awalnya memang dia tidak membawa uang, sehingga ketika dia pulang tanpa uang, itu tidak akan menjadi masalah.

       Ada begitu banyak orang yang sangat kecewa ketika mereka kehilangan uang atau sejumlah hartanya. Mereka menjadi depresi ketika harta dunia tiba-tiba lenyap. Mereka lupa bahwa ketika datang ke dunia, mereka bukanlah siapa-siapa dan tidak membawa apa-apa. Begitu juga saat nantinya kembali ke rumah Bapa.

       Jangan pernah mengandalkan kekayaan atau kekuatan yang kita punya. Segala sesuatu yang kita miliki saat ini adalah pemberian Tuhan dan kita berhak untuk menjaga dan menggunakan berkat itu dengan bijaksana.


--------------------------------------------------------------

**  Scripture: Isaiah 59:4 **
 
"No one filed a complaint with the true reason , and no reason to judge the firm; person relying on the futility and utter lie , contain the disaster and gave birth to despotism."


       
An old man decided to go to town with not carrying anything, including money. On the way he finds an old book that has been worn. He took it to a secondhand shops but no one bought it. When getting rid of it, an owner of a book exchange library and call it with a few yards of fabric.He then decided to return to the village because when he got in town she did not get the job he wants. Suddenly there was a tailor who called him. Tailor it to swap 2 pieces of fabric with the fabric quality clothes because it carries very good.

       
When walking in front of a luxury home, the homeowner called him. Homeowners were interested and bought the dress for $ 200 dollars. The old man was very happy and he made ​​his way back to the village. Suddenly there was a thief who took his money. He could only smile and did not feel disappointed because at first he did not bring money, so when he came home without any money, it will not be a problem.

       
There are so many people were very disappointed when they lose money or some treasure. They become depressed when the treasures of the world suddenly disappeared. They forget that when it comes to the world, they are nothing and did not bring anything. So also when later returned to the Father's house.

       
Do not ever rely on wealth or power that we have. Everything we have today is a gift from God and we have the right to keep and use wisely the blessings.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO




** Firman Tuhan: Amsal 19:15 **
"Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar."


     Sekelompok anak ayam terlihat berjalan mengikuti induknya. Namun salah satu dari anak ayam itu tiba-tiba berhenti dan memilih untuk memisahkan diri dari saudara-saudaranya yang lain. Anak ayam itu lebih tertarik dengan kehidupan seekor sapi yang tidak perlu berjalan berkeliling setiap harinya untuk mencari makan.

“Kau tidak pernah bekerja?” tanya anak ayam kepada seekor sapi.
“Seperti yang kau ketahui. Aku hanya berdiam diri saja dan makanan selalu datang tanpa aku harus susah-susah mencarinya. Tuanku juga menyediakan tempat tinggal untukku.”
“Kalau begitu aku ingin tinggal bersama denganmu.”

       Selama berbulan-bulan lamanya anak ayam itu tinggal dengan seekor sapi. Anak ayam sangat nyaman berada di sana karena semua makanan yang terbaik selalu ia dapatkan. Anak ayam sangat senang ketika mendengar kabar bahwa tuannya akan mengadakan pesta di rumah. Anak ayam berpikir bahwa dia pasti akan mendapatkan makanan yang paling enak. Dan betapa terkejutnya ketika tuannya menuju ke kandang untuk mengambilnya untuk kemudian dimasak. Anak ayam itu ingin lari namun ia tidak mampu karena tubuhnya yang begitu tambun.

       Berhati-hatilah dengan sebuah kenyamanan. Terlebih lagi bagi orang-orang yang malah untuk bekerja dan berusaha dan selalu menuntut untuk mendapatkan yang terbaik. Kenyamanan bisa saja membawa dampak yang buruk di kemudian hari.

       Oleh sebab itu keluarlah dari zona nyamanmu, dan teruslah mencari sesuatu hal yang baru. Ada banyak kesempatan di depan sana yang pastinya akan memberikan berkat yang lebih besar dari apa yang sudah kita dapatkan pada saat ini.


--------------------------------------------------------------

**  Scripture: Proverbs 19:15**" Laziness brings on deep sleep , and idle person will suffer hunger."


     
A group of chicks seen running to follow its mother. But one of the chicks suddenly stopped and chose to separate themselves from the other brothers. Chicks were more interested in the life of a cow that does not need to be walking around every day in search of food.
" You never work?" Asked chicks to a cow."As you know. I just remain silent and the food always comes without me having to bother looking for it. My lord also provides shelter for me.""Then I want to stay with you."

       
During the long months the chicks stay with a cow. The chicks are very comfortable to be there because all the food is always the best he can get. The chicks are very happy to hear the news that his master would have a party at home. Chicks think that he would get the most delicious food. And how surprised when his master headed to the cage to pick it up and then cooked. Chicks that want to run away but he was not able to because he was so fat.

       
Be careful with a comfort. What's more for people who actually work and strive for and always demanding to get the best. Convenience may bring bad effects later on.

       
Therefore get out of your comfort zone, and keep looking for something new. There are many opportunities in front of it that will certainly provide a greater blessing than what we've got at the moment.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Song