Ada kekuatan di dalam cinta,
Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya Untuk mementingkan diri sendiri

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan,
orang tertawa gembira adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri
Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah tergoyahkan
Dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kesabaran,
Orang yang sabar adalah orang yang kuat
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu
Dan ia tidak pernah merasa disakiti.

Ada kekuatan di dalam kemurahan,
Orang yang murah hati adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya
Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan,
Orang yang baik adalah orang yang kuat
Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang .

Ada kekuatan di dalam kesetiaan,
Orang yang setia adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi
Dengan kesetiaannya kepada sesama.

Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan,
Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat
Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri,
Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.

Sadarkah teman bahwa engkau juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi segala permasalahan dalam hidup ini?

Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga.

Karena cobaan tidak akan pernah dibiarkan melebihi kekuatan kita.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Jika km tidak pernah merasa sakit ... ... ... ... Lalu bagaimana km tahu bahwa Aku adalah seorang Penyembuh?

Jika km tidak pernah mengalami kesulitan ... .... Bagaimana km tahu bahwa Aku adalah seorang Pembebas?

Jika km tidak pernah memiliki persidangan ... ... ... ... ... ... .. Bagaimana bisa km menyebut diri seorang pemenang?

Jika km tidak pernah merasa sedih ... ... ... ... ... ... ... ... ... Bagaimana km tahu bahwa Aku adalah seorang Penghibur?

Jika km tidak pernah melakukan kesalahan ... ... ... ... ... ... ... .. Bagaimana km tahu bahwa Aku memaafkan?

Jika km tahu semua ... ... ... ... ... ... ... .. Bagaimana km tahu bahwa Aku akan menjawab pertanyaanmu?

Jika km tidak pernah berada dalam kesulitan ... Bagaimana km tahu bahwa Aku akan datang untuk menyelamatkanmu?

Jika km tidak pernah rusak ... ... ... ... Lalu bagaimana km akan tahu bahwa Aku bisa membuatmu utuh?

Jika km tidak pernah punya masalah ... ... ... ... Bagaimana km tahu bahwa Aku bisa menyelesaikannya?

Jika km tidak pernah punya penderitaan ... .. Lalu bagaimana km tahu apa yang Yesus telalh lalui?

Jika km tidak pernah melalui api ... ... ... ... maka bagaimana km akan menjadi murni?

Jika Aku memberimu segala sesuatu ... ... ... ... ... ... ... ... .... Bagaimana km menghargai mereka?

Jika Aku tidak pernah dikoreksi kamu ... ... ... ... ... ... ... ... ... .. Bagaimana km tahu bahwa Aku mencintaimu?

Jika km memiliki semua kekuatan ... ... ... ... ... ... ... ... Lalu bagaimana km akan belajar untuk bergantung pada Ku?

Jika hidup km sempurna ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... Lalu apa km akan membutuhkanKu?
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
Persiapkan dirimu untuk bertemu dgn Tuhan Yesus!


KLik Link ini untuk meLihat kesaksianseorang anak dari Equador bernama Angelica Zambrano




Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



 ** Firman Tuhan:
Perdengarkanlah kasih setiamu kepadaKu pada waktu pagi, sebab kepadaMu-lah aku percaya. Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mu-lah kuangkat jiwaku (Mazmur 143:8)
Biarkan aku melihat kebaikanMu pada waktu pagi, sebab kepadaMu-lah aku percaya. Tunjukkanlah kepadaku jalan yang harus kulalui, sebab doaku bersungguh-sungguh. (terjemahan bebas Mazmur 143:8)
**


Arthur Gordon adalah penulis favorit saya. Suatu ketika ia datang ke New York untuk melakukan sebuah interview dengan Dr. Blanton, salah satu pendiri Yayasan Keagamaan dan Kejiwaan di Amerika.

Gordon duduk menunggu kedatangan ahli jiwa kenamaan itu di dalam sebuah restoran. Sementara ia menunggu, pikirannya melayang kembali pada kehidupannya sendiri. Ketika Blanton tiba, ia menemukan Gordon sedang terduduk dengan wajah berkerut sedih.

“Ada masalah apa, Arthur?”
“Oh,” balas Arthur,”Saya sedang memikirkan tentang semua ’seandainya’ dalam hidup saya.” Kemudian Dr. Blanton menyarankan agar mereka kembali ke kantornya setelah makan,”Saya ingin kamu mendengarkan sesuatu.”

Di ruang kantornya, Dr. Blanton meletakkan sebuah kaset,”Saya akan memperdengarkan kepadamu 3 orang yang berbeda. Mereka semua adalah pasien saya dan mereka menderita sakit mental. Dengarkan baik-baik.”

Selama satu jam penuh penulis terkenal itu mendengarkan. Ketika kaset itu selesai diputar, Dr. Blanton mengajukan pertanyaan,”Coba sebutkan satu persamaan ciri yang dipunyai ketiga orang itu.”

Arthur Gordon berpikir sesaat dan jawabnya,”Saya tak terpikir satupun.”
“Saya akan memberitahumu,” kata ahli kejiwaan itu,”Mereka semua terus mengulang satu kata,”Seandainya…seandainya…seandainya.”

Kata-kata ini menyebabkan tekanan mental. Kata-kata itu seperti racun, Orang-orang ini harus mulai belajar untuk mengatakan,”Lain kali…lain kali…lain kali.” Kata-kata ini menunjuk kepada masa depan, kepada hari yang baru, kepada kesembuhan dan kesehatan!”

Aku percayakan masa laluku kepada Tuhan. Mataku hanya melihat kepada masa depan! 

God bLess us :) 

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Roma 5:6-11) **

Di dalam kesibukan dan persoalan hidup sehari-hari sehubungan dengan interaksi kita dengan orang lain sering kali kita melupakan persoalan yang sangat kritis. Salah satunya adalah pertanyaan di mana kita akan berada setelah kematian menjemput?

Mengacu pada pandang Alkitab, akan ada dua kelompok manusia pada akhir zaman: mereka yang akan hidup kekal bersama Tuhan dan mereka yang menghadapi kematian kekal, hidup terpisah dari Dia. Langkah itu hanya bergantung pada kerendahan hati mereka untuk mau menerima pengampunan Tuhan.

Tidak ada satupun di antara kita, baik yang sudah diselamatkan ataupun yang belum, layak menerima kasih karunia Tuhan. Sebab tidak ada perbuatan baik, aktivitas rohani, ataupun khusyuknya kehadiran seseorang di gereja yang dapat memberikan hadiah berupa pengampunan secara cuma-cuma apalagi kehidupan kekal. Tanpa anugerah Tuhan, yaitu hidup baru yang diperoleh dengan kematian dan kebangkitan Yesus, kita tidak akan pernah diampuni dan menjadi kudus.
Hanya melalui tindakan iman, kita dapat menerima pengampunan Tuhan secara total dan sepenuhnya.

Karena manusia cenderung hidup "menyimpang" dari Tuhan, maka ia tidak dapat memahami kebutuhan yang serius akan hidup yang kekal ini. Padahal dengan cuma-cuma Bapa telah menyediakannya dan bahkan langsung menjadikan kita ahli waris-Nya. Bacalah tulisan Paulus kepada jemaat di Roma ini sekali lagi, lalu berdoalah dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan hidup kita dan juga orang lain.

Ingatlah kita diberkati untuk menjadi berkat bagi banyak orang,



Tuhan Yesus memberkati kita sekaLian :) 
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Mazmur 5:12-13) **


Bacaan hari ini terasa begitu indah, tetapi mengapa seringkali ada hambatan di dalam hubungan kita dengan Bapa? Mungkin penghambatnya adalah:

Kita kurang mengenal Dia.
Kita tidak dapat mengenal Bapa bila tidak ada kerinduan untuk bersekutu dengan Nya. Firman-Nya berkata, kita dapat selalu bersekutu dengan Bapa kapan dan di mana saja. Ingatlah ini, IA adalah Bapa yang senang bersekutu dengan anak-anak-Nya.

Kita lebih mendengar tipuan si pendusta.
Si pendusta sering membuat kita tidak dapat menikmati hubungan yang intim dengan Bapa. Ia selalu menakut-nakuti dengan tuduhannya dan membujuk kita untuk tidak menghormati Bapa yang agung dan mulia itu. Padahal, Bapa telah menjamin masa depan kita melalui karya Kristus. Ingat, kita tidak perlu takut karena Bapa tidak pernah membenci orangnya, tetapi IA sangat membenci dosa yang terus kita buat.

Takut meminta ampun.
Bila kita berdosa hubungan kita dengan Bapa akan rusak. Musuh kita akan segera berbisik bahwa kita bersalah dan tidak layak bertemu dengan Bapa. Bila kita terjebak dengan perangkap ini, ingatlah 1 Yohanes 1:9 yang berkata bahwa bila kita mau mengakui dosa kita maka Allah akan mengampuni dan menyucikan kita kembali.



Periksalah ketiga hal ini. Lalu renungkan, bila kita berkata mencintai seseorang kita pasti cenderung ingin terus bersama dengannya bukan? Pertanyaannya apakah hubungan kita dengan Bapa juga seperti itu? Ia ingin sekali menepati janji-Nya, rindukah kita meraihnya?


Tuhan Yesus Memberkati kita sekaLain :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



** Firman Tuhan: (1 Yohanes 4:7-10)**


Tuhan sangat mengasihi setiap kita. Keadilan-Nya telah dibuktikan melalui pengorbanan Yesus Kristus, Anak-Nya yang tidak berdosa. Hari ini, kita akan belajar hikmat-Nya sebagai segi lain, yaitu dari segi kasih-Nya.

Semua agama mengajarkan para penganutnya bahwa manusia harus bekerja keras, menyangkal diri, atau menjalankan upacara-upacara keagamaan khusus untuk dapat dekat dengan allah. Jika semua itu berhasil dilakukan barulah manusia dapat dikatakan berhasil di dalam hidupnya, tetapi kekristenan tidak.

Bapa tahu kalau manusia cenderung berbuat dosa dan menentang Dia. Maka dengan hikmat dan kasih-Nya, Ia memutuskan untuk menyelamatkan kita, lalu mengubah hidup kita dengan memberikan kepada kita permulaan yang baru. Kita terima, bukan karena sesuatu yang kita lakukan, tetapi karena Tuhan mengasihi ciptaan-Nya.

Sebagai manusia kita hanya perlu mengakui dosa-dosa kita dan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah anak-Nya yang tunggal, yang telah mati di kayu salib menggantikan kita. Selanjutnya tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang menerima Yesus Kristus, karena Dia telah membayar lunas hutang dosa kita. Hal yang mengerikan akan dialami oleh mereka yang mengambil keputusan yang salah, yaitu kematian yang kekal.

Alkitab mengatakan, setiap orang akan memberikan pertanggungan jawab tentang kehidupan mereka masing-masing di hadapan-Nya (Roma 14:10-12).Apakah kita sudah memutuskan untuk mengikuti hikmat Tuhan dan menerima kasih-Nya atau masih mengikuti hikmat dunia?Pilihan ada di tangan kita.


Selamat siang

Tuhan Yesus memberkati kita sekaLain :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


1. Mengurangi daya stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami, mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stress

2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan, mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil

3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa, mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa

4. Meningkatkan ketegaran hati, mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun

5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan (bhs Jawa Nrimo)

6. Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama, mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahan nya sendiri

7. Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri

8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan

9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk

10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Pada umumnya penyakit gombal ini seringkali menjangkiti kaum pria, namun kaum wanita juga ada mengidap penyakit gombal. Seringkah Anda mendengar kata-kata di bawah ini?

- "Kamu adalah wanita tercantik di dunia, tidak ada seorangpun yang secantik kamu di dunia ini."
- "Bungapun kalah kecantikannya bila dibandingkan dengan kecantikanmu."
- "Seluruh bidadari dari kahyangan pun akan tertunduk malu jika dibandingkan dengan keelokan parasmu." (maksudnya: tidak dapat dibandingkan karena begitu cantiknya).

Menurut Anda kata-kata tadi merupakan suatu kegombalan atau tidak?

Gombal adalah berkata-kata dengan tidak sesuai sesungguhnya dengan maksud menyenangkan atau ingin mendapatkan sesuatu dari seseorang. Gombal tidak harus selalu dengan pasangan, bisa dengan siapa saja.

Mengapa pada umumnya penyakit gombal itu menjangkiti pria? Karena wanita itu makhluk audible. Jadi biasanya sangat menyukai kata-kata yang manis dan halus, kata-kata yang penuh cinta, penuh perhatian, dan penuh pengertian. Saya yakin pria juga demikian, tapi porsi kebutuhan untuk wanita mendengar kata-kata tersebut lebih besar pada wanita.

Kalau mau menelaah secara mendalam, berkata-kata manis, puitis, dan indah itu bukan dosa. Malah kita wajib berkata-kata yang manis, baik, dan membangun. Sama sekali kata-kata manis itu bukan gombal, ASALKAN benar-benar merupakan suatu kebenaran.

Jadi gombal itu unsurnya adalah kebohongan, bukan di penggunaan kata yang dipilih. Jadi bukan berarti supaya Anda tidak disebut gombal, lalu Anda berkata-kata secara kasar. Tentunya sama sekali tidak demikian.

Bahkan kalau Anda para pria dan Anda para wanita ingin belajar berkata-kata secara manis namun jujur, Anda dapat pelajari di Kitab Kidung Agung. Kidung Agung penuh sekali dengan kata-kata manis, indah, dan puitis namun jujur.

Kidung Agung atau dalam versi Inggrisnya adalah Song of Solomon kalau mau diterjemahkan secara bebas adalah lagu dari lagu-lagu, atau dengan kata lain adalah lagunya lagu. Syair di Kidung Agung (apalagi bila Anda membaca versi Inggrisnya) wah luar biasa puitis dan indah.

Saya sangat merekomendasikan semua kita banyak membaca dan mempelajari Kidung Agung ini untuk membantu kita memilih kata-kata kita. Namun ingat: kata-kata yang indah itu akan menjadi kosong jika itu adalah suatu kebohongan.

Sekarang mari kita lihat sumber virus penyakit gombal.
Amsal 27:19: Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.
Inilah virus dari segala penyakit, termasuk penyakit gombal: hati Anda. Coba cek motivasi Anda. Coba cek hati Anda. Apakah Anda gombal murni untuk menyenangkan pasangan Anda? Sungguhkah demikian? Saya sungguh tidak yakin!

Pada umumnya motivasi gombal itu tidak murni untuk menyenangkan pasangan Anda. Ada sebagian untuk menyenangkan pasangan Anda, tetapi sebagian lagi adalah untuk keuntungan diri sendiri. Bila Anda berkata-kata gombal demi keuntungan diri sendiri, ini namanya adalah manipulatif.

Setiap orang ingin dicintai apa adanya. Setiap orang membutuhkan cinta Agape, cinta tak bersyarat. Setiap orang membutuhkan orang yang mencintainya karena apa adanya dirinya, bukan ada apanya dirinya.

Setiap kita harus menjadi orang yang selalu melakukan yang terbaik dalam apapun yang kita lakukan (memiliki spirit of excellent/roh-semangat yang luar biasa). Namun karena selain roh dan jiwa, kita juga masih memiliki daging yang sering kali menuntun kita pada kelemahan dan keterbatasan kita. Di sinilah dibutuhkan cinta yang Agape, bukan kata-kata gombal.

Lalu bagaimana untuk mengobati atau mencegah virus gombal ini?
1. Hidup dalam firman Tuhan: membaca, merenungkan, menerima, menyimpan, dan melakukan firman Tuhan. Saat Anda hidup dalam firman Tuhan, Anda akan menghindari yang namanya gombal.
2. Menjaga hati senantiasa. Karena sumber dari segala penyakit adalah di hati, penting sekali bagi kita untuk menjaga hati kita. Bila hati kita murni, tentu kita tidak akan bergombal ria.
3. Berkata-kata jujur dan apa adanya, namun berhikmat. Jika memang bagus katakan bagus. Jika jelek katakan jelek. Dalam berkata jujur Anda perlu juga memakai hikmat. Misal: pasangan Anda mencoba baju yang akan dibelinya. Menurut Anda baju itu membuat pasangan Anda terlihat sangat gemuk. Jangan berkata. "Waduh gemuk banget sih pakai baju itu!" Sebaliknya katakan, "Kelihatannya kamu akan lebih cocok kalau menggunakan baju yang lain. Bagaimana kalau kita cari lagi yang lain?"

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang penuh dengan kejujuran namun saling menghargai. Hubungan yang sehat perlu diwarnai oleh kemanisan, namun bukan kata-kata gombal. Jadi tidak salah bila Anda berkata-kata manis, asalkan itu berasal dari hati Anda.


Jadi, gombal vs true love?






SELAMAT SIANG.
TUHAN MEMBERKATI.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Valentine's day atau lebih tepatnya adalah hari kasih sayang yg dirayakan oleh dunia.
Seberapa pentingkah sebuah perayaan valentine? Ada orang yang beranggapan tidak penting, karena merupakan pemborosan. Ada yang beranggapan tidak perlu, karena mereka tidak memerlukan satu hari khusus untuk menyatakan cinta kasih mereka. Ada yang beranggapan perlu karena di hari itu mereka bisa menyatakan perasaan mereka dengan nuansa yang berbeda dibanding hari-hari biasanya. Sebenarnya akan sangat baik jika kita mampu mengungkapkan perasaan sayang dan cinta kasih kita kepada orang-orang terdekat setiap hari. Namun seringkali kehidupan kita tidak memungkinkan kita untuk demikian. Sibuk bekerja, sibuk belajar, berbagai aktivitas yang menyita sebagian besar waktu kita, membuat kita tidak sempat untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta kita kepada orang-orang yang sangat kita kasihi. Maka bagi saya, hari valentine bisa dipakai sebagai sebuah hari yang kita sediakan secara khusus buat orang-orang yang spesial bagi kita.

Ketika tragedi 9/11 terjadi tahun 2001 yang lalu, ada begitu banyak orang menyadari bahwa mereka tidak seharusnya menunda lebih lama lagi untuk menyampaikan ucapan cinta kepada orang-orang terdekatnya, sebelum semuanya terlambat. Berbagai kisah dramatis dan tragis muncul dari para korban dan orang-orang yang ditinggalkan. Ada yang sempat menelpon dari pesawat sebelum pesawatnya ditabrakkan ke gedung WTC, dan kata terakhir mereka adalah "I love you.." Ada banyak pula orang yang menyesal terlambat menyatakan cinta mereka ketika orang yang mereka kasihi masih hidup. Kesibukan dan aktivitas sehari-hari membuat kita lupa untuk itu, bahkan sekedar ucapan singkat sekalipun. Dan mungkin sudah sifat manusia untuk terlena ketika semuanya masih ada, kemudian baru sadar ketika kesempatan untuk itu sudah tidak ada lagi. Tidak perlu ada hari khusus jika kita sanggup menyatakan kasih kita kepada pasangan, keluarga dekat dan teman-teman kita setiap hari. Namun jika kita menyadari betapa hari-hari kita begitu padat sehingga tidak sempat untuk itu, maka hari valentine bisa kita pakai sebagai sebuah momen yang indah untuk mengungkapkan kasih kita pada mereka.

Jangan berhenti hanya pada pasangan atau kekasih anda saja, ingatlah bahwa ada orang-orang yang sangat bermakna dalam hidup kita. Orang tua kita, kakek dan nenek, saudara, sahabat dan teman-teman, mungkin juga tetangga, dosen/guru dan sebagainya. Ayat bacaan hari ini mengajak kita untuk saling mengasihi secara luas, karena kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi adalah orang yang lahir dari Allah dan mengenal pribadiNya. (1 Yohanes 4:7). Yesus pun mengajarkan yang sama. "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi." (Yohanes 13:34). Bahkan Yesus memberi sebuah dimensi baru mengenai kasih, yaitu sebuah kasih seorang yang begitu besar hingga sanggup memberikan nyawa untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13). Tidak hanya mengajarkan, namun Yesus telah melakukannya sendiri lewat karya penebusanNya di atas kayu salib, karena Dia begitu mengasihi kita.

Valentine's day is a day of love. Berikan perhatian khusus dan ucapan atau ungkapan kasih anda pada semua orang-orang terdekat anda. Ketika anda bertemu dengan pengemis, setidaknya berikan senyum anda. Ada banyak orang yang kehilangan kasih di sekitar kita. Orang yang tidak memperoleh kasih sayang dari orang tuanya, keluarga broken home, suami/istri yang bermasalah, orang-orang yang hidupnya begitu susah, dan sebagainya. Alangkah indahnya jika hari ini tidak hanya dipakai untuk kerabat terdekat saja, tapi sebagai titik tolak untuk membagikan sebentuk kasih yang kita terima dari Allah. "Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi." (1 Yohanes 4:11). Jika kita saling mengasihi, Allah ada di dalam kita dan kasihNya sempurna di dalam kita. (ay 12). Selain itu, anda bisa memanfaatkan hari kasih ini untuk memperbaiki hubungan dengan orang lain yang sedang retak. This is the moment. Let's celebrate love's day by sharing God's love to each other.

Happy Valentine's day, my friends..

God bless you all.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Anda kehilangan pekerjaan Anda. Pasangan Anda menuntut perceraian. Anda menemukan bahwa salah satu anak Anda kecanduan obat terlarang. Seorang yang Anda kasihi didiagnosis terserang kanker dan diperkirakan hanya dapat bertahan enam bulan lagi. Saat-saat seperti itu benar-benar membingungkan. Serangan menjadi sedemikian hebat terhadap emosi Anda sehingga perasaan Anda terselubungi suatu gelombang ketakutan dan kecemasan.

Namun ketiga tiang kebenaran ini dapat membantu Anda bertahan dan mengalami kemenangan:

1. ALLAH MENGTAHUI MASALAH - MASALAH ANDA.
Musuh - musuh Anda tidak dapat mengalahkan Allah. Ia tahu tentang setiap perincian kesusahan Anda: "Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya" (Matius 6:8).

2. ALLAH MEMPERHATIKAN MASALAH - MASALAH ANDA
Allah mengasihi Anda tanpa batas. Sebagai gembala yang baik, Ia akan melindungi dan membela Anda, "Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah" (2 Tawarikh 20:15).

3. ALLAH SANGGUP MENYELESAIKAN MASALA - MASALAH ANDA.
Allah berkuasa menangani masalah - masalah Anda. Karena Ia tahu dan peduli, Ia akan bertindak menurut hikmat serta kehendak-Nya: "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5:6-7). 

JANGAN TAKUT, AKU BESERTAMU -- OH, JANGANLAH TAKUT KARENA AKU ADALAH ALLAHMU, AKU AKAN MEMBERIMU PERTOLONGAN; AKU AKAN MENGUATKANMU, MENOLONGMU, DAN MENDUKUNGMU, PEGANGLAH TANGAN ANUGERAH, MAHA KUASA - KU. AKU SANGAT MENGASIHIMU, PERCAYALAH KEPADA-KU...PERCAYALAH.~



Selamat pagi.

Tuhan Memberkati.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Roma 8:28-29) **


Allah tidak takut untuk mengasihi kita, atau dicemaskan tentang kegagalan-kegagalan kita dimasa lampau. Ia benar-benar teguh mengasihi kita tanpa syarat. Walaupun Ia mengharapkan kita membalas dan mengenal kasih-Nya secara pribadi, Ia rela membiarkan kita memutuskannya.

Dalam mengasihi, Ia tahu bahwa Ia sdang memberikan apa yang tidak dapat diberikan orang lain. Dunia tidak akan menawarkan penerimaan tanpa syarat seperti yang ditawarkan Allah. Ukuran-ukuran dalam masyarakat menuntut kemajuan, kepribadian, dan penampilan.

Tetapi sebaliknya, Allah menganggap hal-hal yang terpenting adalah hati kita dan penerimaan kita terhadap Anak-Nya sebagai Juru Selamat. Sekali kita menerimanya, kasih mulai bekerja dalam hidup kita. Dari keadaan yang telah diselamatkan ini, Roh Kudus memulai pekerjaan-Nya -- membentuk, mengajar, dan menuntun kita dalam jalan-jalan Kristus.

Melalui Roh-Nya, kita diberikan jalan masuk ke tempat kasih yang terbesar -- hadirat Allah. Di sini kita menemukan bahwa Ia selalu bersedia mendengarkan harapan-harapan serta kekecewaan-kekecewaan kita. Ia tahu kegagalan-kegagalan kita, dan Ia memutuskan untuk memberi kebaikan bagi setiap hati yang patah (Roma 8:28).

Kasih Allah adalah suatu pelindung yang kuat, mengajarkan kita untukmenghindari kejahatan dan memusatkan perhatian pada tujuannya bagi kehidupan kita. Dialah kekasih kita yang terbesar, yang tidak akan pernah berhenti mengasihi kita. Kasih-Nya tak pernah gagal dan pada akhirnya membawa kemenangan yang menakjubkan untuk semua yang ada di dalam Dia.


Selamat pagi.

Tuhan Memberkati.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Galatia 2:22-23 ** 
"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."

Tenang. Ini masih pagi sekali. Kopi saya masih panas. Langit masih gelap. Dunia masih tertidur. Hari yang baru datang.

Dalam beberapa saat lagi siang akan menjelang. Ini akan diikuti oleh bunyi gemuruh menuruni jalanan ketika matahari terbit. Keheningan fajar akan digantikan oleh suara bising siang hari. Ketenangan kesendirian akan digantikan oleh kecepatan langkah-langkah manusia.

Rasa aman di pagi hari akan diserbu oleh keputusan yang harus dibuat dan tenggat waktu yang harus dipenuhi.

Untuk dua belas jam kedepan saya harus menghadapi tuntutan dari hari tersebut. Sekarang saya harus membuat keputusan. Karena oleh karya Kalvari, saya bebas untuk memilih. Jadi saya memilih.

Saya memilih kasih..
Tidak ada tempat untuk membenarkan kebencian; tidak juga ketidak adilan ataupun kepahitan. Saya memilih untuk mengasihi. Hari ini saya akan mengasihi Tuhan dan apa yang Tuhan kasihi.

Saya memilih sukacita…
Saya akan mengundang Tuhan saya untuk menjadi Tuhan atas setiap keadaan. Saya akan menolak godaan untuk menjadi sinis.. alat dari pemikiran yang malas. Saya menolak melihat pribadi orang lain sebagai sesuatu yang lain, selain manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Saya akan menolak melihat masalah sebagai sesuatu yang lain kecuali sebagai kesempatan untuk melihat Tuhan.

Saya memilih kedamaian..

Saya hidup dalam pengampunan. Saya akan mengampuni sehingga saya bisa terus hidup.

Saya memilih sabar..
Saya akan mengabaikan ketidaknyamanan dunia. Alih-alih mengutuh orang yang mengambil tempat saya, saya akan mempersilahkan dia untuk mengambilnya. Dari pada mengeluh karena harus menunggu terlalu lama, saya akan bersyukur pada Tuhan karena diberi waktu untuk berdoa. Daripada mengepalkan tangan karena diberi tugas yang baru, saya akan menerimanya dengan sukacita dan keberanian.

Saya memilih kemurahan hati..
Saya akan murah hati kepada yang miskin, kepada mereka yang sendirian. Murah hati kepada orang kaya, juga mereka yang ketakutan. Dan juga murah hati kepada mereka yang tidak murah hati, karena demikianlah Tuhan telah memperlakukan saya.

Saya memilih kebaikan..
Saya akan pergi tanapa uang sebelum saya menjadi tidak jujur. Saya akan mengabaikannya sebelum menjadi sombong. Saya akan mengaku daripada menuduh. Saya memilih kebaikan.

Saya memilih kesetiaan..
Hari ini saya akan menepati janji saya. Debitur saya tidak akan menyesal karena telah mempercayai saya. Rekan saya tidak akan mempertanyakan perkataan saya. Istri saya tidak akan meragukan cinta saya. Dan anak-anak saya tidak akan pernah takut ayah mereka tidak pulang.

Saya memilih kelemahlembutan..
Tidak ada yang dimenangkan dengan pemaksaan. Saya memilih menjadi lemah lembut. Jika saya meninggikan suara saya mungkin itu hanya untuk memuji. Jika saya mengepalkan tangan saya, itu hanya karena saya mau berdoa. Jika saya memiliki permintaan, itu hanyalah pada diri saya sendiri.

Saya memilih pengendalian diri..
Saya adalah manusia rohani. Setelah tubuh ini mati, maka roh saya akan melambung. Saya menolak mengijinkan apa yang akan membusuk mengendalikan apa yang kekal. Saya memilih untuk mengendalikan diri. Saya memilih hanya mabuk oleh sukacita. Saya hanya akan tidak sabar karena iman saya. Saya hanya akan dipengaruhi oleh Tuhan. Saya hanya akan memikirkan apa yang diajarkan oleh Kristus. Saya memilih pengendalian diri.

Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan pengendalian diri. Dengan semua itu saya akan menjalani hari ini. Jika saya berhasil, saya akan bersyukur. Jika saya gagal, saya akan mencari kasih karunia dari-Nya. Dan kemudian, ketika hari ini telah selesai, saya akan menaruh kepala saya di bantal dan beristirahat.



TUHAN YESUS MEMGASIHI & MEMBERKATI.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Mazmur 23:2 **
"Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang." 


Kita semua membutuhkan saat-saat penyegaran, pemulihan, dan kebangunan rohani. Sungguh, Tuhan akan menyegarkan jiwa kita.

Ia akan menuntun kita di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Ia telah mengasihi kita dengan kasih yang abadi. Ia memberikan hidup-Nya bagi kita. Ia telah menggantikan kita dengan darah-Nya sendiri.

Oleh karena nama-Nya, Ia akan memelihara setiap kita. Sungguh merupakan berkat apabila kita dapat dituntun di jalan yang benar. Sungguh ajaib menyadari bahwa tangan kita berada di dalam tangan gembala yang baik, dan Ia akan menuntun kita di jalan-jalan yang benar, bahkan sementara kita hidup di dalam dunia yang penuh dengan kejahatan, ketidakadilan, dan ketidakbenaran.

Berikanlah kemuliaan bagi-Nya karena Ia menyegarkan jiwa kita pagi ini. Oleh karena nama-Nya, Ia akan menuntun kita di jalan-jalan yang benar.

Selamat pagi.

Tuhan memberkati.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Salah satu hal yang sering membuat energi kita terkuras adalah timbulnya rasa ketersinggungan diri. Munculnya perasaan ini sering disebabkan oleh ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain.

Ketika tersinggung, minimal kita akan sibuk membela diri dan selanjutnya akan memikirkan kejelekan orang lain. Hal yang paling membahayakan dari ketersinggungan adalah habisnya waktu kita menjadi buah roh.

Efek yang biasa ditimbulkan oleh rasa tersinggung adalah kemarahan. Jika kita marah, kata-kata jadi tidak terkendali, stress meningkat, dan lainnya. Karena itu, kegigihan kita untuk tidak tersinggung menjadi suatu keharusan.

Apa yang menyebabkan orang tersinggung? Ketersinggungan seseorang timbul karena menilai dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar, berjasa, baik, tampan, dan merasa sukses.

Setiap kali kita menilai diri lebih dari kenyataan bila ada yang menilai kita kurang sedikit saja akan langsung tersinggung. Peluang tersinggung akan terbuka jika kita salah dalam menilai diri sendiri. Karena itu, ada sesuatu yang harus kita perbaiki, yaitu proporsional menilai diri.

Teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai lebih kepada diri kita. Misalnya, jangan banyak mengingat-ingat bahwa saya telah berjasa, saya seorang guru, saya seorang pemimpin, saya ini orang yang sudah berbuat. Semakin banyak kita mengaku-ngaku tentang diri kita, akan membuat kita makin tersinggung.

Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk meredam ketersinggungan

Pertama, belajar melupakan.

Jika kita seorang sarjana maka lupakanlah kesarjanaan kita. Jika kita seorang direktur lupakanlah jabatan itu. Jika kita pemuka agama lupakan kepemukaagamaan kita. Jika kita seorang pimpinan lupakanlah hal itu, dan seterusnya. Anggap semuanya ini berkat dari Allah agar kita tidak tamak terhadap penghargaan. Kita harus melatih diri untuk merasa sekadar hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa kecuali berkat ilmu yang dipercikkan oleh Allah sedikit. Kita lebih banyak tidak tahu. Kita tidak mempunyai harta sedikit pun kecuali sepercik titipan berkat dari Allah. Kita tidak mempunyai jabatan ataupun kedudukan sedikit pun kecuali sepercik yang Allah telah berikan dan dipertanggung jawabkan. Dengan sikap seperti ini hidup kita akan lebih ringan. Semakin kita ingin dihargai, dipuji, dan dihormati, akan kian sering kita sakit hati.

Kedua, kita harus melihat bahwa apa pun yang dilakukan orang kepada kita akan bermanfaat jika kita dapat menyikapinya dengan tepat.

Kita tidak akan pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita, jika bisa menyikapinya dengan tepat. Kita akan merugi apabila salah menyikapi kejadian dan sebenarnya kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai dengan keinginan kita. Yang bisa kita lakukan adalah memaksa diri sendiri menyikapi orang lain dengan sikap terbaik kita. Apa pun perkataan orang lain kepada kita, tentu itu terjadi dengan izin Allah. Anggap saja ini episode atau ujian yang harus kita alami untuk menguji keimanan kita.

Ketiga, kita harus berempati.

Yaitu, mulai melihat sesuatu tidak dari sisi kita. Perhatikan kisah seseorang yang tengah menuntun gajah dari depan dan seorang lagi mengikutinya di belakang Gajah tersebut.

Yang di depan berkata, "Oh indah nian pemandangan sepanjang hari". Kontan ia didorong dan dilempar dari belakang karena dianggap menyindir. Sebab, sepanjang perjalanan, orang yang di belakang hanya melihat pantat gajah.

Karena itu, kita harus belajar berempati. Jika tidak ingin mudah tersinggung cari seribu satu alasan untuk bisa memaklumi orang lain. Namun yang harus diingat, berbagai alasan yang kita buat semata-mata untuk memaklumi, bukan untuk membenarkan kesalahan, sehingga kita dapat mengendalikan diri.

Keempat, jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai ladang peningkatan kwalitas diri dan kesempatan untuk mempraktekkan buah-buah roh Yaitu, dengan memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya dengan kebaikan.


Tuhan Yesus mengasihi kita semua :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Daniel 4:27-30 ) **


Dari seluruh ranjau rohani yang dapat menyerang kita adalah kesombongan. Ini merupakan ranjau paling berbahaya dan sulit dideteksi. Itu terjadi karena kesombongan biasanya merupakan pembungkus untuk menutupi kelemahan kita. Sering terjadi bahwa orang sombong sebenarnya sedang berusaha untuk mendapatkan perhatian guna menutupi kekosongan pribadinya.

Seperti ranjau-ranjau lainnya, kesombongan menimbulkan berbagai akibat yang tidak kita kehendaki. Salah satunya adalah kesombongan menghalangi persekutuan kita dengan Allah. Amsal 16:5, berkata "Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman." Allah dengan keras menegur orang yang sombong, sebab Ia tahu bahwa sikap ini adalah batu sandungan bagi orang percaya lainnya. Kita tidak dapat melayani Dia, bila kita selalu mencari pujian dari manusia. Kesombongan akan mendorong Tuhan keluar dari kehidupan kita. Karya Roh Kudus dipadamkan di dalam hidup kita., dan kita jadi sangat bergantung pada hikmat kita sendiri dan mengabaikan Firman Allah.

Sudah selayaknya tidak boleh ada tempat untuk kesombongan di dalam hidup kita. Keberhasilan yang kita raih bukanlah untuk kebangga diri, melainkan sebagai alasan untuk bersyukur kepada Allah, oleh karena anugrah dan berkat-berkat-Nya (Yakobus 1:17; Yesaya 26:12).

Bacaan hari ini mengajarkan kita bahwa Tuhan tidak pernah main-main dengan janj-Nya. Di kisah ini Tuhan memakai Daniel untuk mengingatkan raja Nebukadnezar yang mulai sombong, untuk mengartikan mimpi sang raja. Semua rencana Tuhan di sampaikannya, untuk menyatakan kepada raja, bahwa yang maha tinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya (ayat 33).
Kiranya pelajaran ini juga berguna bagi kita, kesombongan sangat dibenci Tuhan, itu sebabnya hati-hatilah dengan ranjau ini!


SeLamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati kita :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Yang lebih mencerminkan kedewasaan seseorang adalah sikap. Jadi sikap kita mewarnai cara berpikir dan tindakan kita dalam menghadapi hidup ini. Kedewasaan dapat diukur dengan berapa matangnya sikap kita ini dalam menghadapi hidup.

Sudah tentu kedewasaan sangat dipengaruhi oleh :
Pengalaman hidup, jadi orang yang mau belajar dari hidup ini, dari apa yang dialaminya akan lebih mudah dewasa.

Tempaan hidup, kesusahan, penderitaan. Hal ini akan sangat mempercepat atau mematangkan seseorang menjadi lebih dewasa. Kedewasaan bertunas dari jiwa yang telah mengalami tempaan.

Kita dapat belajar dari kisah Yusuf yang dicatat dalam Kejadian 50:15-21. Kita bisa memetik beberapa pelajaran atau ciri kedewasaan seseorang yaitu:

Orang yang dewasa ialah orang yang menghadapi tantangan hidup dan tidak lari dan menghindarinya. Yusuf dibuang pada usia yang relatif muda sebagai seorang remaja dijadikan budak, difitnah oleh istri majikannya dan dipenjarakan, namun ia menghadapi semuanya itu.

Orang yang dewasa adalah orang yang tidak cepat menyalahkan orang lain termasuk Tuhan atas kemalangan yang dideritanya. Kemalangan atau penderitaan menjadi ukuran yang sangat baik untuk menilai kedewasaan kita. Kalau kita semuanya cukup, tidak ada masalah, kita hidup dalam kemakmuran, sukar untuk mengukur kedewasaan kita. Yusuf tidak menyalahkan Tuhan sewaktu dia menderita dan setelah bebas dari penjara ia pun tidak menyalahkan saudara-saudaranya.

Orang yang dewasa adalah orang yang tabah dan sabar karena tahu bahwa Tuhan mengatur segalanya untuk kebaikan. Kalau Yusuf membatasi matanya hanya pada apa yang dilihat dan dirasakannya dia akan hanya melihat penderitaannya, betapa malang hidup yang harus dilewatinya. Tapi Yusuf berhasil melebarkan perspektifnya dan melihat semua permasalahan hidupnya dari kaca mata Tuhan bahwa Tuhan mempunyai rencana dan bahwa dia adalah bagian kecil dari rencana Tuhan yang besar. Nah, itulah tanda orang yang dewasa, sabar dan tabah.

Orang yang dewasa ialah orang yang mampu membebaskan diri dari kepahitan hidup ini. Dengan kata lain orang yang dewasa tidak menyimpan dendam dan tidak mengingat-ingat kekurangan orang. Kita lihat contoh Yusuf, Yusuf tidak mendendam, dia malah memilih melihat hidup dari sisi baiknya yakni ia dapat bersama lagi dengan keluarganya. Kenapa Yusuf bisa begitu baik membalas kejahatan dengan kebaikan, sekali lagi adalah dia orang yang mampu membebaskan diri dari kepahitan hidup. Kalau orang terus memelihara kepahitan hidup dia tidak mungkin dewasa, karena kepahitan itu akan mewarnai sikapnya dalam mengambil tindakan atau dalam mengeluarkan reaksi sehingga sikapnya itu akan sangat mengotori apa yang dia lakukan.

Orang yang dewasa adalah orang yang tidak menempatkan diri di posisi Tuhan. Dia tidak menganggap dirinya tahu segala hal dan sadar bahwa dia tidak mempunyai hak untuk berbuat semaunya. Jadi orang yang dewasa orang yang tahu batasnya, tahu dirinya. Orang yang juga mengerti batas antara benar dan tidak benar, kehendak Tuhan dan dosa, sehingga dia tidak memasuki daerah yang berdosa yang Tuhan larang.

Orang yang dewasa ialah orang yang melihat fakta apa adanya. Orang yang dewasa adalah orang yang memikul tanggung jawab atas tindakannya. Yusuf bisa menjadi orang yang sinis dan jahat karena hidup telah begitu menyakitkan dan tidak adil untuknya. Namun Yusuf memilih menjadi pekerja yang baik sewaktu di rumah Potifar, dia menjadi tahanan yang baik tatkala di penjara karena difitnah.

JADILAH PRIBADI YG DEWASA & SABARLAH DLM PROSES PEMBENTUKAN YG DILAKUKAN TUHAN.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Matius 27:1-10) **


Kesombongan itu menipu. Orang yang sombong itu seringkali tidak sadar akan kesombongannya. Orang yang sombong selalu ingin menjadi orang yang nomor satu. Kita akan didorong untuk menjadi yang lebih baik dibandingkan orang lain, dan sayangnya kita jadi menghalalkan segala cara.

Untuk mendapatkan posisi puncak, orang sombong akan selalu menunjuk bahwa dirinyalah yang terbaik, ia selalu berusaha mencari pujian dari orang lain. Ia akan lebih bangga dan sering ingin berada di antara orang-orang penting dan populer, dan biasanya menghindari mereka yang kurang penting dan dihargai. Sikap ini sungguh bertentangan dengan sikap Tuhan Yesus bukan? Pelacur, pengemis, buta, pemungut cukai, orang berdosa selalu ada bersama dan menjadi fokus pelayanan-Nya.

Biasanya kita tidak akan sadar kalau sedang mengejar keunggulan lahiriah, padahal biasanya pasti ada pemberontakan di dalam roh kita. Kita cenderung menolak untuk dinasehati dan menaati Allah, karena kita merasa bahwa kita tidak membutuhkan nasehat-Nya lagi, apalagi manusia. Kisah Yudas yang kita baca hari ini adalah sebuah contoh tentang kebodohan itu.

Untuk itulah, pertama-tama kita harus mengenali bagian-bagian mana dari hidup kita yang sudah terpengaruh olehnya. Bila kita mengakui arena-arena itu,artinya kita telah mengambil langkah yang tepat untuk kembali taat kepada-Nya, karena kita telah mengarahkan kembali perhatian kita kepada Allah. Kita harus terus berjaga-jaga terhadap sikap sombong ini. Ingatlah selalu apa yang telah diperbuagt Allah di dalam hidup kita. Ingatlah akan karya-Nya yang telah menyelamatkan kita dari kehidupan kotor dan hina.

Kesombongan seringkali membuat kita membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Kita memang mudah menemukan seseorang yang dapat kita kalahkan, namun sesungguhnya hanya ada satu orang yang kepadanya kita harus membandingkan diri, yaitu Yesus Kristus. Bandingkanlah diri kita dengan Dia, niscaya kita akan selalu melihat kekurangan kita.


SeLamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


“Es teh tawar, jangan manis ya bu”, jawabku kepada ibu penjual bakmi. Saat itu aku sedang berada di tempat makan bakmi ayam di daerah Riau bersama beberapa temanku, aku tidak suka terlalu manis, jadi aku pilihlah minuman es teh saja. Lalu ibu itu berkata “tidak ada pak, adanya es teh manis”. Kemudian temanku melihat ke arahku seakan bingung dan aku pun terus terang bingung juga, kok es teh tidak ada, tapi es teh manis ada ?.
Kemudian kita bilang ama ibunya, gini bu, waktu buat es teh, jangan dipakaikan gula, jadi ngak manis. Tapi si ibu ini tetap bilang ngak bisa pak, pasti manis, kemudian logikaku berpikir, oh mungkin dia udah buat dalam jumlah banyak dan sudah dicampur gula, jadinya semuanya manis. Karena penasaran temanku bilang, gini deh bu, bawa kesini tehnya, kami ingin lihat cara buatnya.

Si ibu ke dalam dan kembali dengan beberapa buah gelas berisikan es batu dan beberapa botol ‘Teh Botol Sosro’. Mengertilah kami, dan kami pun tertawa akan hal ini, ternyata es teh itu yah ‘teh botol sosro’ itu, yah otomatis manis, gimana buat jadi ngak manis.
Kami katakan kepada ibunya, “bilang donk bu, kalau ini teh botol namanya, jadi kami mengerti kenapa ngak bisa ngak manis”. Lalu kami meminumnya dan menyantap bakmi ayam itu.

Kadang kala kita ingin memaksakan suatu kehendak kepada orang lain, seperti halnya sewaktu saya ingin meminta eh teh tawar itu, kita sudah punya pikiran sendiri bagaimana es teh itu dibuat. Tapi dilain hal ternyata yang tersedia itu justru teh yang sudah dalam kemasan botol. Apa yang ternyata kita pikirkan itu berbeda sekali dengan apa yang ada.

Dalam berdoa kita juga sering memaksakan kehendak kita dan merasa kecewa jika doa kita tidak terkabul, seperti seseorang yang curhat padaku beberapa waktu lalu, dimana dia mendoakan kesehatan ayahnya, dan ia rela memberikan setengah umurnya kepada kehidupan sang ayah. Tapi ternyata sang ayah meninggal, dan dia kecewa kepada Tuhan kenapa Tuhan tidak mendengarkan doanya padahal ia telah memberikan setengah umurnya untuk umur sang ayah.
Temanku mungkin beranggapan ia bisa mengatur melalui doa yang ia panjatkan tapi kehendak Tuhan berbeda, mungkin saja si ayah itu juga berdoa hal yang sama, sehingga si ayah rela memberikan juga umurnya untuk anak-anaknya, dan semuanya itu kembali kepada kehendak Tuhan.

Begitu juga pemahaman kita akan Yesus Kristus, dalam pikiran kita sebagai manusia kita pun tidak bisa mengerti akan kedatanganNya dan juga mengapa Ia mau rela disalib sampai mati dan ternyata dengan menunjukkan bahwa Ia bangkit dari kematian, itu suatu petunjuk bahwa Ia berkuasa atas kematian.
Iman para rasul saat itu sangat terguncang, seperti juga para pengawal yang mengatakan ‘Orang lain Ia selamatkan, tapi DiriNya sendiri tidak bisa’. Hal ini mungkin menjadi pemikiran kita saat itu, dimana kita memikirkan sesuai dengan pola pikiran kita manusia, kita seakan memaksakan kehendak pikiran kita, tetapi ternyata Tuhan sudah mempunyai rencana yang sangat indah, semua sudah dibentukNya.

Dengan berjalannya waktu dan iman kita kepadaNya, kita percayakan semuanya ini kepada kehendakNya.


Tuhan Yesus memberkati kita sekaLian :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Matius 7:1) **
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi."



Ketika Yesus memerintahkan, "Jangan menghakimi." Dia tidak mengartikan bahwa kita harus naif atau tidak berhati-hati. Tentu saja kita perlu berpikir kritis dan analitis dalam dunia ini di mana kita sering diperhadapkan dengan kesalahan dan tindakan yang salah. Sebaliknya Yesus bermaksud bahwa seharusnya kita tidak boleh mengutuk atau menuduh, seperti yang dituliskan Paulus: "Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati"(1 Kor 4:5).

Penyair Robert Burns menekankan hal yang sama, menuliskan tentang mereka yang bertindak dalam keraguan:"Satu hal yang masih sangat gelap adalah motivasinya. Mengapa mereka melakukannya."Tidak ada yang mengetahui motivasi orang lain. Hanya Allah yang dapat memberikan pencerahan tentang apa yang tersembunyi dalam kegelapan; hanya Allah yang dapat menyingkapkan niatan dalam hati.

Yesus mengetahui kekuatan terpendam yang saling memotivasi: awal yang jahat, ketakutan, kekecewaan, hati yang hancur, dosa yang ditentang. Terlebih lagi Dia bekerja dalam setiap hati yang taat dan membimbingnya dalam kedewasaan. Hingga pada akhirnya -- seringkali berlawanan dengan pengharapan kita -- Dia akan memberikan pujian bagi mereka yang telah selesai dibentuk-Nya.

Hanya Tuhan yang dapat menguji hati. Hingga Dia datang kembali, mari kita memita-Nya untuk menolong kita dalam menguji hati kita sendiri.

Jesus Lord bLess us abundantLy :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Hidup ini memang penuh dengan kemunafikan. Janganlah berduka karena itu. Kenyataan yang kita hadapi, yang kita alami dan kita saksikan seringkali bukanlah kebenaran yang kita inginkan. Tetapi apakah kebenaran itu? Tidakkah kita sering, sadar maupun tidak, harus mengambil sikap untuk munafik? Pada saat kita ingin didengarkan, kita harus mendengarkan. Pada saat kita sedang sedih, kita harus tertawa. Pada saat kita ingin pergi, kita harus tinggal. Pada saat kita ingin menemani, kita meninggalkan.

Pengalaman-pengalaman hidup telah mengajarkan kita mengenai hal-hal tersebut: seringkali kita harus melakukan hal yang bertentangan dengan keinginan kita sendiri. Tetapi haruskah kenyataan yang terjadi saat ini membuat kita gusar? Atau malah putus asa dan pasrah diri? Layakkah kita hanya mengeluh atas apa yang kita alami? Jika memang demikian yang kita lakukan maka betapa sianya hidup ini. Kenyataannya memang kita semua adalah manusia yang lemah. Dan hidup tidaklah mudah. Tetapi bagaimana pun kehidupan berlangsung terus, suka atau tidak, dan selama kita masih sanggup untuk berkelakar, menertawai diri dan kehidupan kita, kemanusiaan kita tetap eksis.

Memang banyak penderitaan yang kita saksikan atau kita alami sendiri tetapi “janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Mat. 6:34), demikian sabda Yesus kepada kita. Di tengah segala penderitaan hidup ini, kita mencari kebahagiaan bukan dengan merasa sedih karena keinginan kita tidak tercapai tetapi dengan melakukan hal yang dapat membahagiakan orang lain di sekeliling kita karena “Mereka cermin wajahku” (TS Eliott). Yah, dalam tawa orang lainlah kita akan menemukan kebahagiaan kita. Demikianlah jalannya kehidupan. Sering kita harus melakukan apa yang bertentangan dengan keinginan kita sendiri agar dapat membahagiakan orang lain.

Dengan melihat orang lain tertawa, duka kita pun terlipur. Sebab itu, saat kita merasa gusar karena merasa tidak dipercayai, cobalah merenung, apakah kita telah melakukan hal-hal yang dapat membuat orang lain mempercayai kita? Jangan-jangan karena perbuatan kita sendiri maka orang-orang tidak dapat percaya kepada kita. Juga saat kita mengeluh mengenai segala hal yang bertentangan dengan keinginan kita, tidakkah sebenarnya kita ingin memaksakan keinginan kita sendiri terhadap orang lain? Juga saat kita mempersalahkan orang-orang lain, apakah bukannya kitalah sebenarnya yang terlalu bangga akan kemampuan kita dan karena itu buta terhadap kelemahan diri sendiri?

Hidup memang dipenuhi kemunafikan, jika kita ingin menamakan hal itu dengan kemunafikan, karena kita memang harus mengurbankan keinginan dan perasaan kita sendiri demi orang lain. Tetapi ingatlah ‘aturan emas’ dari Kristus sendiri: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat. 7:12). Bagaimana pun, orang-orang adalah insan yang hidup. Yang memiliki perasaan dan cara berpikir yang belum tentu sama dengan kita.

Dalam perjalanan dari Jogya ke Surabaya, di sampingku duduk seorang nenek. Kami terlibat dalam obrolan yang lama, walau kebanyakan saya hanya mendengarkan saja. Nenek itu bertutur mengenai banyak hal, riwayatnya, keluarga dan segala unek-uneknya mengenai masa kini. Tidak banyak saya menyimpan kenangan atas apa yang diceritakannya selain satu kata ini: “Semua karena keinginan. Saat keinginan kita buru, kita dikuasai hasrat. Saat keinginan kita miliki, kita dikuasai hak. Jadi kita tak pernah menjadi manusia bebas” Apakah kalimat dari nenek tersebut dapat bergema di hati kita semua? Saya harapkan demikian.

Begitulah, kita tidak dapat dengan bebas melakukan segala hal yang kita ingini karena dengan kebebasan itu nanti kita malah akan memenjarakan orang lain. Mungkin kita kadang harus berlaku munafik, tetapi bagiku itu bukanlah suatu kemunafikan. Melainkan pengurbanan yang kita lakukan demi sesuatu yang lebih besar. Demi kebersamaan kita sebagai saudara. Keinginan kita bukan keinginan Tuhan. Dia sendiri tak pernah memaksakan keinginanNya tetapi mengharapkan agar kita, sebagai manusia, mampu memilih apa yang baik dan apa yang tidak baik.

Dalam proses keputusan itulah kita akan dinilai apakah kita layak menjadi umatNya atau tidak. “Jadilah kepadamu menurut imanmu” firman Yesus saat mata dua orang buta dimelekanNya. Maka apakah mata kita akan melek atau tidak, semuanya terserah pada kita sendiri.


Jesus Lord BLess us abundantLy
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Firman Tuhan: (Roma 12:17-21)

Bila seseorang menyakiti hati kita, biasanya salah satu pikiran yang muncul ialah membalas sebab kita merasa telah diperlakukan tidak adil. Kita ingin membalas untuk memperoleh keadilan. Sebaliknya dengan membalas, kita masuk dalam perangkap kemarahan dan kebencian.

Banyak orang berpikir bahwa pembalasan akan melegakan dan membebaskannya. Tetapi sebetulnya pembalasan itu justru memenjarakan kita. Sebaliknya, pengampunanlah yang dapat membebaskan kita. Bila kita membalas dendam, maka kita dikuasai, terikat dan terpenjara oleh perasaan sakit, marah dan benci itu. Akibatnya, kita hidup sepeti orang tahanan. Ikatan itu hanya bisa dipatahkan dengan pengampunan.

Pengampunan yaitu "letting go" -- melepaskan dan membebaskan. Forgiveness is setting the prisoner free. Prisoner atau orang tahanan itu yaitu diri kita sendiri, bukan orang yang telah menyakiti hati kita. Pengampunan sangat menguntungkan dan menyembuhkan orang yang telah disakiti.

Hanya ada satu pembalasan yang baik. Satu pepatah berkata "the best revenge is to live well." Pembalasan yang terbaik yaitu dengan hidup baik dan hidup sebaik-baiknya. Bila seseorang melakukan sesuatu yang tidak baik, misalnya berbuat jahat atau menyakiti; janganlah kita meniru tindakan yang tidak baik. Tetapi justru kita dapat pakai kesempatan itu untuk memberikan contoh yang benar dengan bertindak benar, tidak membalas atau bahkan membalas dengan kebaikan. Tuhan mau agar karakter kita dimurnikan dan tidak mudah digoyahkan oleh apa pun juga, termasuk pembalasan.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Pengkotbah 3:11) ** 
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya." 

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.

Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.

Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanya an rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.

Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.

Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.

Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan."

Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis.

Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.

Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.

Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu.




Untuk dapat melihat kehendak Tuhan digenapkan di dalam hidup kita, kita harus mengikuti Tuhan dan bukan mengharapkan Tuhan yang mengikuti.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Mat 5:37) **
"Janganlah engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa untuk memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat."

Menurut C. Subakdi Soemanto, penggunaan kata yang diperhalus dalam kehidupan sehari-hari, menunujukkan ketidaksiapan untuk berterus terang. Kata yang diperhalus mengandung jebakan atau menampilkan wajah halus, pada hal ada yang perlu diperbaiki."Kata yang dugunakan untuk memperhalus sebuah kenyataan menjadikan bahasa sukar dipegang kebenarannya. Sisi lain dari penggunaan bahasa yang diperhalus adalah hidupnya budaya sulit terus terang," tandas budayawan itu.

Tuhan Yesus pernah tegas berpesan kepada para murid agar mereka memiliki gaya hidup suka berterus terang dengan menyatakan yang benar sebagai benar dan salah sebagai salah. Ini penting karena bersinggungan langsung dengan praktik hidup sehari-hari. Jika kehidupan sehari-hari mereka diwarnai dengan gaya berterus terang, maka hal itu akan membentuk pola kebiasaan. Dan kebiasaan merupakan kenyataan riel yang membungkus kehidupan setiap manusia. Hal ini akan menampilkan setiap pribadi apa adanya.

Kehidupan sehari-hari kita pun demikian. Setiap detik, menit, jam, hari akan membentuk citra kita, baik dihadapan Tuhan maupun sesama. Di tempat kerja, di rumah, di gereja, di masyarakat, keseharian kita telah melukis secara akurat jati diri kita! Apakah kita telah mengembangkan gaya hidup suka berterusterang untuk semakin memancarkan citra-Nya?


God bLess us
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Suatu malam, seorang wanita berusia 20-an tahun bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, ia segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat si anak berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata: “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
“Ya, tetapi, aku tidak membawa uang”, jawab si wanita dengan malu-malu.
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu”, jawab si pemilik kedai. “Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Si wanita segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Ada apa nona?”, tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa-apa”, aku hanya terharu jawab wanita itu sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! Tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri”, katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataannya, menarik nafas panjang lalu berkata:
“Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”. Si wanita terhenyak mendengar hal tsb.
“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal , aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya”.
Dia segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengannya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah,”Nak, kau sudah pulang. Cepat masuklah, Ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang”.
Pada saat itu si wanita tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis di pelukan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita. Kadang-kadang, kita sulit atau lebih tepatnya tidak mau untuk melihat dan menghargai pertolongan yang diberikan oleh orang-orang yang sudah sangat kita kenal. Untuk menghargai cinta kasih mereka. Kita menganggap itu sebagai suatu keharusan. Sebuah kewajiban.
Renungkanlah:

Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu ?
Kapan kita terakhir mengundang Ibu ?
Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan2 ?
Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dgn ucapan terima kasih kepada Ibu kita ?
Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita ?
Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.

When Mother prayed, she found sweet rest,
When Mother prayed, her soul was blest;
Her heart and mind on Christ were stayed,
And God was there when Mother prayed!

Our thanks, O God, for mothers
Who show, by word and deed,
Commitment to Thy will and plan
And Thy commandments heed.

A thousand men may build a city, but it takes a mother to make a home.



SELAMAT HARI IBU UNTUK SEMUA PARA IBU...
TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
 


** Firman Tuhan: (Mat 6:34) ** 
"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok,karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri, Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Kalimat "Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari" dari ayat diatas, mengandung tiga makna:

Pertama, kita tidak boleh terikat dengan kenangan masa lalu, yang membuat kita menjadi tidak memiliki tenaga yang optimal untuk melakukan tugas-tugas pekerjaan kita. Kenangan masa lalu bisa berarti: perbuatan salah yang kita lakukan dan kita sesali berkepanjangan (harus diingat bahwa Tuhan sudah mengampuni kita dan melupakannya (1 Yoh 1:9); dan menginginkan kenikmatan daging yang belum dilakukan, maupun yang sudah dilakukan. Hal ini menimbulkna keinginan untuk berbuat dosa.(Ef.4:27).


Kedua, setiap hari ada pencobaanya sendiri. Kita harus mengerti kenyataan ini, bahwa setiap hari pasti ada kesulitan, kesukaran atau pencobaan hidup (Mzm 23:4). Pengertian ini akan membuat kita tidak terkejut, tatkala kita harus menghadapi kesulitan setiap hari. Satu jaminan yang Tuhan berikan kepada kita adalah bahwa Allah tidak pernah memberikan kita pencobaan melebihi kekuatan kita (1 Kor 10:13). Dari setiap pencobaan yang kita alami pasti Tuhan menyediakan jalan keluarnya, dan semua itu akan membuat kita semakin siap dibawa kepada kemuliaan Allah bersama dengan Kristus. Pengalaman melalui kesulitan-kesuliatan, saat di dalamnya Tuhan memberi jalan keluar, akan membuat kita semakin mengenal Allah, mengagumi, dan mengasihi-Nya.

Ketiga, hari esok kita dijamin Tuhan. Tuhan mengatakan: "Jangan kamu kuatir,apa yang akan kamu makan dan pakai". Tentu Tuhan tidak sekedar berkata-kata. Di balik ucapan kalimat yang diucapkan tersebut, Tuhan menjanjikan pertolongan, kelimpahan dan jawaban atas segala masalah dan kebutuhan kita.

Anak Tuhan tidak perlu bertanya-tanya bagaimana hari esok, sebab Tuhan selalu menyediakan yang terbaik untuk kita.(Yer 29:11). Kekuatiran dan kecemasan dunia akan membuat rohani kita tidak bertumbuh,dan hidup tidak sejahtera; kekuatiran dan kecemasan menutup mata hati kita terhadap kasih Allah yang sempurna terhadap kita, akhirnya kita makin picik tidak mengenal kebaikan dan kasih Allah. Kita harus berkeyakinan banhwa hari esok kita sudah ditata apik oleh Tuhan, dan bisa saja, penataan itu di luar pengetahuan kita.(Mzm 127:2).


Jesus Loves and bLess us abundantLy
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Apakah anda termasuk orang yang mudah atau sulit tidur? Ayah saya termasuk orang yang sangat mudah tidur. Meski ia masih sangat aktif bekerja di usia senjanya, ia bukanlah orang yang gampang stres. Dalam sekejap saja ia bisa langsung pulas setiap ada kesempatan untuk beristirahat biarpun cuma sebentar. Tidur itu mudah dan gratis, katanya pada suatu kali sambil tertawa. Ya, bagi orang yang tidak mengalami kesulitan tidur hal itu tentu benar. Tapi coba tanyakan kepada orang-orang yang sulit tidur, seperti orang insomnia misalnya, maka tidur ini bisa jadi menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan dan mahal harganya. Hidup di dunia yang semakin lama semakin sulit akan membuat hal-hal yang bisa mengganggu kedamaian kita bertambah banyak pula. Berbagai masalah, konflik, situasi sulit bisa menimbulkan stres dan depresi, dan hal-hal seperti itu tentu bisa mengganggu bahkan merampas damai sejahtera maupun sukacita dari diri kita. Akibatnya jangankan bisa nyenyak, untuk bisa memejamkan mata saja sudah sulit. Ada yang bahkan memerlukan obat terlebih dahulu agar bisa tidur.

Nyenyak tidaknya kita tidur akan sangat tergantung dari kondisi hati kita. Ketenangan, kedamaian, sukacita, itu semua akan membuat kita bisa tidur dengan nyaman. Sebaliknya ketika membiarkan semua itu dirampas oleh masalah-masalah yang kita alami, maka kita pun tidak akan pernah bisa menikmati tidur yang berkualitas lagi.

Daud pernah mengalami masa-masa sulit ketika Absalom, puteranya sendiri melakukan makar untuk menggulingkan dia. Kisah ini bisa kita baca dalam kitab 2 Samuel 15. Pemberontakan Absalom membuat Daud harus melarikan diri dari Yerusalem untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang buruk. Bayangkan bagaimana rasanya dikudeta, apalagi oleh anak sendiri. Tentu situasi itu berat untuk dialami. Bagaimana reaksi Daud menghadapi itu? Mazmur 3 mencatatnya dengan lengkap.

Perikop yang bertajuk "Nyanyian pagi dalam menghadapi musuh" dimulai dari seruan Daud akan banyaknya musuh yang bangkit menyerangnya. (ay 2). Bahkan mereka begitu merasa di atas angin sehingga dengan sombong berkata "Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah." (ay 3). Habislah riwayat Daud kali ini, begitu pikir mereka. Tapi Daud tidak terpengaruh. Ia berkata "Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku." (ay 4). Dalam keadaan berat seperti itu, Daud masih bisa mendengar jawaban Tuhan. (ay 4). Oleh sebab itulah Daud bisa tetap tenang, bahkan ia bisa tetap tidur dengan tentram. "Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!" (ay 6). Daud bisa beristirahat dengan tenang, karena ia tahu pasti bahwa Tuhan ada bersamanya dan akan tetap menopangnya. Dan itulah kunci dari ketenangan kita. Damai sejahtera dan sukacita sejati itu sesungguhnya berasal dari Tuhan dan tidak tergantung dari kondisi di sekitar kita dan apa yang tengah kita alami. seperti apa yang sudah dibagikan dalam renungan kemarin, kita harus terus meneguhkan hati kita dan tetap mempercayakan segalanya ke dalam tangan Tuhan untuk bisa menerimanya. "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." (Yesaya 26:3).

Masalah bisa sangat besar, tetapi bisakah anda yakin bahwa Tuhan lebih besar dari masalah apapun itu? Daud tahu pasti akan hal itu. Berkali-kali dalam kesesakan dan himpitan masalah ia tahu harus berseru kepada siapa untuk mendapatkan ketenangan. Baginya, Allah adalah gunung batu yang teguh, dimana ia bisa bersandar dengan aman. "Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah." (Mazmur 62:8). Hal yang sama pun berlaku bagi kita. Damai sukacita sejati tidaklah terletak pada ada tidaknya masalah, tetapi bagaimana sikap kita dalam memandang sebuah masalah. Kalau kita percaya masalah itu lebih besar dari Tuhan, maka jangan heran apabila kita akan terus menerus tenggelam dalam stres dan depresi sehingga tidur pun menjadi sesuatu yang langka bagi kita. Sebaliknya, jika iman anda berkata bahwa Tuhan itu lebih besar dari masalah seberat apapun, anda akan bisa melewati rintangan badai apapun dalam keadaan tenang dalam damai sejahtera dan sukacita sejati dari Tuhan.

Sleep tight, sweet dream, because God is far greater than any problems.

JESUS BLESS AND LOVE US
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Song