** Firman Tuhan: Kolose 3:12** 
"...Sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihiNya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran."


     Setelah dibaptis, Pakhomius serius ingin bertumbuh. “Bertapalah. Itu cara terampuh,” nasihat seorang biarawan. Di tahun 315 M, tradisi bertapa memang marak. Orang memisahkan diri dari masyarakat yang korup. Menyendiri di gurun. Berdoa dan puasa. Setelah mencoba, Pakhomius merasa itu tidak tepat. “Bagaimana bisa belajar rendah hati, jika hidup sendiri? Bagaimana belajar bersabar, tanpa menjumpai sesama?” Ia pun berhenti bertapa dan mengembangkan spiritualitas persekutuan. Menurutnya, orang bertumbuh dalam pergaulan, bukan kesendirian.

     Paulus memotret sifat-sifat manusia baru, antara lain: belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (KoLose 3:2). Ini buah kehidupan bersama. Belas kasihan dan kemurahan muncul saat melihat kebutuhan sesama. Kerendahan hati terbentuk saat menjumpai kelebihan orang lain. Kelemahlembutan dan kesabaran teruji saat berhadapan dengan hal-hal yang menyakitkan. Jemaat Kolose terdiri dari berbagai macam orang yang disatukan dalam kasih Kristus (KoLose 3:11). Orang-orang “sulit” jelas ada (ayat 13). Namun, mereka diminta tetap bersatu (KoLose 3:14). Tidak meninggalkan persekutuan. Di situlah terjadi proses pembentukan. Lewat konflik, orang saling menegur dan bertumbuh (KoLose 3:15-16).

     Adakah orang yang kerap menjengkelkan Anda? Atau, Anda kecewa dengan perilaku orang-orang sulit di gereja? Ingatlah bahwa melalui mereka, sifat-sifat Anda kian diasah dan dibentuk Tuhan sebagai orang-orang pilihan-Nya. Jadi, bertahanlah! Sambut pembentukan Tuhan melalui persekutuan dengan hati bersyukur!


TANPA BELAJAR HIDUP SEHATI TIADA PERTUMBUHAN IMAN SEJATI

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Lukas 21:4 **
“Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya.”




Kita terkadang bingung jika ditanya tentang persembahan. Sepersepuluh dari penghasilankah? Atau, berapa nominal persembahan yang menyukakan-Nya? Sebuah pelajaran penting bisa kita dapat dari kisah janda miskin yang menghaturkan persembahan.

Jika saat itu kita ada di Bait Allah, kita akan melihat pemandangan yang kontras: di antara orang-orang kaya yang memasukkan persembahan ke dalam peti persembahan, ada janda miskin yang memasukkan “hanya” dua uang tembaga - pecahan uang paling kecil! Manakah dari kedua persembahan itu yang Tuhan apresiasi? Tak disangka, persembahan si janda miskin menyukakan hati-Nya. Meski jumlahnya sangat tak bernilai untuk dipuji, tetapi di mata Tuhan Yesus, persembahannya lebih bernilai dibandingkan persembahan orang-orang kaya. Tuhan melihat arti uang sejumlah itu bagi si janda miskin. Itu jumlah uang yang ia miliki untuk melanjutkan hidupnya—nafkahnya. Dalam soal memberi kepada Allah, janda miskin tak perhitungan. Ia memberikan seluruh miliknya. Kemiskinan bukan alasan baginya untuk tak memberi persembahan kepada Allah! Ia percaya Allah memelihara hidupnya. Ia meletakkan kepercayaannya kepada Allah, bukan pada uang yang ia miliki! Inilah persembahan yang menyukakan Tuhan!

Randy Alcorn, dalam Prinsip Harta, menulis: “Selama saya memiliki sesuatu, saya meyakini bahwa sayalah pemiliknya. Namun, saat saya memberikannya, saya melepaskan kendali, kekuasaan, dan harga diri yang mengiringi kekayaan ... saya menyadari bahwa Allah-lah Sang Pemilik.” Sudahkah kita menghaturkan persembahan dengan diiringi keyakinan bahwa Dialah pemilik harta kita? Selamat mempersembahkan yang terbaik.


Marilah memberi yang terbaik buat Tuhan dari apa yang ada pada kita, baik melalui hidup, waktu, harta, dan talenta kita, dan jangan dengan paksaan tetapi dengan sukacita. ItuLah ibadah yang sejati. :)


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Kolose 3:23 ** 
 "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."


       Ada sebuah kata Ibrani yang menarik, yaitu avodah, yang secara literal berarti “bekerja”. Kata ini merujuk pada aktivitas seseorang dalam dunia bisnis, industri, pertanian, dan sebagainya. Menariknya, kata yang sama juga dipakai untuk aktivitas melayani dan mempersembahkan korban di Bait Allah. Di Alkitab, avodah diterjemahkan “bekerja” pada bagian tertentu dan “ibadah” pada bagian lainnya. Aktivitas di dunia kerja dan di Bait Allah bagi orang Ibrani merupakan tindakan dengan natur yang sama, yaitu penyembahan kepada Tuhan. Dengan kata lain, pekerjaan seseorang ialah suatu bentuk ibadah, bukan sekadar aktualisasi diri atau pelayanan bagi sesama.

       Kebenaran yang sama juga digemakan dengan sangat kuat dalam kata-kata Paulus, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Di bagian ini Paulus sedang mengajar jemaat tentang bagaimana menjalani hidup baru (Kolose 3:3) yang mewujudkan keutamaan Pribadi Kristus (Kolose 3:1), dan kepenuhan di dalam Dia (Kolose 3:2). Tiap orang percaya didorong untuk melakukan segala sesuatu — dalam hidup berjemaat, suami-istri, orangtua-anak, tuan-hamba —“ dalam nama Tuhan Yesus”, demi dan bagi Kristus (Kolose 3:17).

        Apa pun yang sedang atau akan kita kerjakan hari ini, mari pikirkan bagaimana kita dapat melakukannya demi dan bagi Kristus. Perbedaan apa yang muncul dengan sikap hati yang baru tersebut? Pakailah setiap kesempatan hari ini untuk menjadikan segala aktivitas dan pertemuan Anda sebagai sebuah avodah (ibadah) yang besar kepada Tuhan.



PEKERJAAN DAN AKTIVITAS SEHARI-HARI
ADALAH IBADAH YANG MESTI DIJALANI BAGI KRISTUS SEPENUH HATI

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Dunia berduka atas meninggalnya diva pop dunia, Withney Houston. Dunia maya pun dipenuhi ungkapan duka dari para penggemarnya dari seluruh belahan dunia. Siapa yang tidak mengenal pelantun lagu “I Will Always Love You” ini. Sepanjang karirnya, albumnya telah terjual 170 juta kopi, termasuk 7 multi platinum.

Tetapi sekalipun Withney berhasil mencapai puncak karirnya dengan gemilang, di akhir hidupnya ia dinyatakan bankrut. Kehidupan rumah tangganya pun hancur, ia bercerai dengan penyanyi R&B Bobby Brown pada tahun 2007. Bahkan beberapa tahun terakhir ia bergumul dengan kecanduan narkoba.

Dalam sebuah interview dengan Diane Sawyer tahun 2002 yang ditayangkan oleh stasiun televisi ABC Withney pernah berkata, “Iblis (musuh-red) terbesar saya adalah diri saya sendiri. Saya adalah teman terbaik saya dan juga musuh terburuk saya.”

Withney yang memulai karir menyanyi dari gereja, akhirnya kehilangan segalanya di akhir hidupnya. Bahkan suara emas yang membuatnya dikenal dunia, pada konser di Australia pada tahun 2010 lalu tidak dapat ia tunjukkan lagi, ia pun menuai kritikan karena hal itu.

Dari kisah hidup Withney ada pelajaran penting yang bisa dipetik, ketenaran dan kekayaan tidaklah menjamin kebahagiaan.

Ketika semua itu membawa seseorang menjauh dari Tuhan, semua harta di dunia ini hanya akan membuatnya merasa kosong dan tak berarti.


Jangan tukarkan Tuhan dengan cinta seseorang, ataupun harta kekayaan, karena hanya Tuhan yang bisa mengisi ruang khusus di hati kita.

Hal itu tidak tergantikan. Karena pada akhirnya, harta, cinta seseorang, maupun talenta yang kita miliki bisa lenyap bersama berjalannya waktu.


God bLess us :)

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Suatu hari ketika hendak menyeberang, seorang nahkoda tidak berani menyeberangkan kapal karena badai. Lalu, seorang pengasuh yatim piatu mengajaknya turun kebawah untuk berdoa. Doanya sangat sederhana: "Tuhan, Engkau tahu hambaMu harus menyeberang untuk ,emjalankan tugas, Engkau tahu hambaMu tidak pernah tidak menepati janji, kiranya Tuhan meredakan badai." Ketika selesai berdoa, mujizat terjadi. Badai reda sehingga ia bersama penumpang lain dapat menyeberang. Pengasuh yatim piatu itu adalah George Muller. Kehidupan doa dan imannya telah menjadi inspirasi banyak generasi.

George Muller (1805-1898) adalah seorang misionaris kristen dan kepala dari sebuah rumah yatim piatu di Bristol Inggris. Selama hidupnya ia mengasuh 10,024 anak yatim piatu. Tidak hanya dikenal karena menyediakan kebutuhan pendidikan bagi anak-anak asuhannya, tetapi juga karena ia telah meninggalkan teladan iman yang bergantung penuh pada pemeliharaan Allah. Hal ini nampak dari cara kerja dan kehidupan pribadinya.

Memberi hidup
Sebelum masuk sekolah teologia di universitas Halle, kehidupan Muller sangat berbeda. Lahir di sebuah desa di daerah Kroppenstedt, dekat dengan daerah Halbestadt, wilayah kerajaan Prussia (Jerman), sejak muda ia tidak mempunyai tujuan hidup yang baik. Ia adalah pencuru, pembohong, dan suka berjudi. Bahkan ibunya meninggal saat Muller sedang berjudi dan mabuk-mabukan bersama dengan teman-temannya. Pada waktu itu ia berusia 15 tahun.

Dengan motivasi yang kurang tepat, ayahnya memasukan Muller di pendidikan Theologia Universitas Halle. Jabatan rohaniawan saat itu merupakan incaran dan kedudukan yang bisa menghasilkan gaji besar, apalagi jika direkrut sebuah gereja milik negara.

Saat menempuh pendidikan disana, Muller bertemu dengan seorang rekan yang mengundangnya ikut dalam pertemuan kristen. Muller disambut baik dalam pertemuan itu. Selanjutnya dengan teratur ia membaca Alkitab dan berdiskusi tentang kekristenan dengan rekan-rekan lainnya di pertemuan tersebut. Akhirnya, hidup Muller berubah. Ia segera meninggalkan kebiasaan buruknya dan memberi hidupnya menjadi seorang misionaris.

Pada tahun 1828 Muller mendapatkan tawaran kerja di London Missionari Society. Memasuki tahun 1829, ia jatuh sakit dan sempat berpikir bahwa ia tidak dapat bertahan. Mujizat Tuhan menyembuhkannya. Ia kemudian mendedikasikan hidupnya untuk melakukan kehendak Tuhan. Ia langsung meninggalkan London Missionary Society dengan keyakinan bahwa Tuhan akan menyediakan apa yang ia butuhkan bagi pekerjaan Tuhan.

Institusi ini bertujuan membantu sekolah-sekolah kristen dan para misionaris serta membagikan Alkitab. Institusi inii tidak menerima dukungan dana dari pemerintah dan hanya menerima dukungan atau pemberian sukarela. Meski demikian, institusi ini menerima dan menjalankan 1,5 juta poundsterling (setara dengan 2,718,844 US dollar) pada waktu Muller meninggal dunia, yang dipergunakan untuk mendukung biaya rumah yatim piatu, penyebaran hampir 2 juta Alkitab, dan juga mendukung "misionaris iman" lainnya di seluruh dunia seperti Hudson Taylor.

Iman
Muller bersama dengan istrinya kemudian mengelola rumah yatim piatu pada tahun 1836 dengan menggunakan rumah mereka sendiri di kota Bristol. Awalnya rumah mereka digunakan untuk menampung 30 anak perempuan. Kemudian jumlah anak yatim piatu bertambah menjadi 130 anak sehingga membutuhkan 3 rumah.

Pada tahun 1845 terjadi peningkatan jumlah anak yatim piatu sehingga Muller memutuskan untuk membangun gedung yang baru dan dapat digunakan pada tahun 1849 dengan kapasitas akomodasi 300 anak. Jumlah anak ini terus bertambah hingga mencapai 2000 anak di tahun 1870 sehingga membutuhkan 5 rumah yang dapat menampung seluruh anak-anak tersebut.

Muller mengambil satu keputusan dimana ia tidak pernah meminta dukungan dana dari siapa pun dan tidak berhutang pada pihak manapun meskipun diperlukan lebih dari 100,000 poundsterling untuk membangun kelima rumah yang menjadi akomodasi 2000 anak.

Keyakinan yang kuat atau lebih tepatnya sikap percayanya yang kuat terhadap pemeliharaan Allah bagi kebutuhannya sejak 1829 membuat Muller dapat menyaksikan mujizat Allah dinyatakan melalui hidupnya. Seringkali ia menerima bantuan makanan yang datang tanpa diminta dan bantuan makanan itu hanya datang beberapa jam sebelum waktu makan anak-anak yatim piatu itu tiba. Peristiwa-peristiwa ini seperti menguatkan iman muller.

Setiap pagi setelah jam makan pagi, selalu diadakan waktu untuk membaca Alkitab dan berdoa. Setiap anak diberikan sebuah ALkitab disaat mereka pergi meninggalkan rumah yatim piatu. Anak-anak yatim piatu itu diberikan pakaian yang baik dan pendidikan yang baik.

Muller telah membaca alkitab lebih dari 200 kali dan separuh dari waktunya dilakukan untuk berdoa. Ia mengatakan bahwa 50,000 jawaban doa yang khusus yang telah ia terima, berasal dari permohonan doanya hanya kepada Allah! lebih dari 3000 anak yatim piatu yang diasuhnya, dimenangkan bagi kristus melalui pelayanannya oleh penyertaan Roh Kudus
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

** Firman Tuhan: Kejadian 12:1-9 **
“...olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 12:3)

Hari ini Tahun Baru Imlek 2563. Warna merah dan kembang api mewarnai berbagai tempat. Konon, inilah cara orang menakut-nakuti Nián, raksasa yang muncul akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak, dan manusia. Kebudayaan Tiongkok adalah bagian kekayaan budaya dari sekitar 16.696 suku bangsa di dunia. Suku Tionghoa sendiri merupakan kelompok suku dengan populasi terbesar.

Tiap kali melihat keragaman suku bangsa, saya teringat akan perjanjian Tuhan dengan Abraham. Sebuah janji berkat yang meliputi negeri dan keturunan, penyertaan dan perlindungan, dan berkaitan dengan tanggung jawab menjadi berkat bagi semua kaum di muka bumi (ayat 1-3). Janji dan tanggung jawab itu kini berlaku pada kita! Perjanjian Baru menyatakan bahwa kita yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Di dalam Yesus Kristus, berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain (Galatia 3:6-7,14).

Dalam perayaan terbesar orang Tionghoa ini marilah kita menaikkan doa kepada Tuhan secara khusus agar makin banyak orang dari suku bangsa tersebut menjadi “anak-anak Abraham”, sehingga mereka juga mendapat berkat terbesar yang akan membawa mereka sebagai bagian dari semua suku dan bahasa yang memuliakan Tuhan sepanjang kekekalan (Wahyu 5:9). 


MARI MENGASIHI DAN MENDOAKAN SUKU-SUKU BANGSA
SEHINGGA SELURUH BUMI MENINGGIKAN KRISTUS RAJA

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Matius 7:24-25) **
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, Ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya diatas batu.Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu."



Ada seorang pengusaha kaya, yang terkenal amat jahat dan tidak etis. Pada satu hari ia berkata kepada Mark Twain bahwa sebelum ia meninggal, ia ingin melakukan perjalanan ke Holy land. Ia berkata bilamana ia sampai disana ia akan mendaki puncak gunung sinai, dimana Musa menerima sepuluh perintah Allah dan dari atas puncak gunung sinai, Ia akan membaca keras-keras sepuluh perintah Allah. Mark Twain berkata: "Saya punya ide yang lebih baik. Kamu dapat tetap tinggal di Boston dan mempraktekkannya."

Tuhan mau agar kita tidak hanya membaca dan mengerti Firman Tuhan, tetapi juga mempraktekkan Firman Tuhan dalam kehidupan kita setiap hari.

Jesus bLess us abundantLy ^^
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Mazmur 55:23 **
"Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka ia akan memelihara engkau!
Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.



Pada suatu ketika ada 2 bibit tanaman terhampar pada sebuah ladang yang subur.

Bibit yang pertama berkata,"Aku ingin tumbuh menjadi sebuah pohon besar. Aku akan menjejakkan akarku ke dalam tanah,dan menjulangkan tunas-tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan sinar matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku."

Bibit pertama ini kemudian mencoba bertumbuh. Semakin hari semakin tinggi.

Bibit yang kedua bergumam,"Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tidak tahu apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Jika kuterobos tunasku keatas, bukankah keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba untuk memakannya? dan pasti, jika aku utmbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah.
Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman."

Bibit kedua ini menunggu dalam kesendirian.

Beberapa minggu kemudian, seekor ayam mengais tanah tersebut, dan menemukan bibit kedua tadi dan segera memakannya.


**Renungan**
Dalam kehidupan, banyak pilihan yang harus kita pikih. Dari pilihan kita,banyak kesulitan yang menunggu disana. Sering kali kita berada dalam sikap pesimis, keraguan, dan kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita sering terbuai dengan berbagai alasan untuk tetap diam dan tidak berani menghadapi kehidupan.





Hidup adalah sebuah pilihan, hadapilah dengan keberanian. Dan, karena hidup adalah sebuah pilihan, maka tentukanlah pilihanmu dengan bijaksana.


Tuhan Yesus memberkati kita semua :)

Have a nice day.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.

Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.

Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal!

Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.

Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. "Ia sungguh cantik" kataku dalam hati, "Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik". Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya..

Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.

14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku. Hmm… aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.

6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra.. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati. Jantungku serasa mau berhenti...

23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui…

Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun. Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.

4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.

Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.

14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.

14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!

18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.

7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.

Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.

15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.

Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga. Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun… "Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun…" (ts)

------------ --------- -------



Jika manusia bisa mencintai pasangannya tanpa syarat. Bayangkan, bagaimana besarnya cinta Tuhan kepada kita yang adalah ciptaanNya… anakNya… sahabatNya… saudaraNya… sehingga Ia memberikan AnakNya yang terkasih untuk mati di kayu salib bagi kita.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: (Amsal 21:2) **
Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri,
Tetapi Tuhanlah yang menguji hati.



Ada sebuah cerita tentang seorang anak yang pergi ke gereja bersama ibunya. Di tengah kebaktian, anak ini resah dan berdiri dari empat duduknya, ibunya menyuruhnya duduk kembali. Anak itu duduk, tetapi tak lama kemudian ia berdiri lagi.

Ibunya menyruhnya duduk kembali dan anak itupun duduk. tetapi tak lama kemudian ia berdiri lagi. Dan setelah beberapa kali kejadian ini terulang, akhirnya ibunya hilang kesabarannya. Lalu ibu itu memegang kepala anaknya, mendorong dan mendudukkan anaknya di tempat duduk. Anak itu berkata kepada ibunya: "I am sitting on the outside, but I am standing on the inside."

Kita tidak dapat mengubah seseorang dari luar tanpa perubahan dari dalam hatinya. Kita bisa menuntut, mengkhotbahi atau memaksa seseorang untuk berubah atau bertobat, tetapi kalau dalam hatinya ia tidak menyadari dan tidak mau berubah maka sia-sialah usaha kita.

Hanya Tuhan yang sanggup mengubah hati manusia. Apa yang dapat kita lakukan untuk mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik? Taburlah kasih dan kebenaran Tuhan. Berdoa dan minta Roh Kudus menerangi hatinya dan mengubah hidupnya. Setelah itu, serahkanlah semuanya kepada Tuhan!

Tuhan memberkati kita semua :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Sejak muda Mark Twain tidak mengakui keberadaan Tuhan. Tahun 1868, pria yang populer ini berkenalan dengan Olivia, seorang gadis cantik yang takut akan Tuhan. Mark jatuh cinta pada pandangan pertama kepada gadis yang dididik dalam keluarga Kristen yang taat.

Olivia tahu bahwa Mark tidak percaya pada Tuhan, namun cinta yang kuat seperti maut itu akhirnya mengantar Olivia menjadi istri Mark. Olivia menikah dengan syarat : Mark tidak boleh menghalanginya untuk beribadah. Mark memang memberi Olivia kebebasan untuk beribadah, tetapi ia kerap mengatakan tidak melihat manfaat ibadah yang dilakukan istrinya.

Waktu yang berjalan mengikis iman Olivia, kini imannya yang dulu berapi-api menjadi redup. Di satu titik, Olivia menjadi lesu, tidak pernah lagi pergi ke gereja, dan sama sekali tidak bersaat teduh seperti dulu.

Rumah tangga Mark dan Olivia sering dirundung malang, dua orang anak mereka mati dalam usia muda. Kondisi ini tentu melukai hati mereka, terlebih Olivia. Mark tetap menghiburnya, "APABILA DALAM KESEDIHAN ENGKAU MERASA PERLU BERDOA DAN PERGI KE GEREJA UNTUK MENENANGKAN HATIMU, LAKUKAN! AKU MENDUKUNGMU DENGAN SEPENUH HATI." "MARK, SEJAK MENIKAH DENGANMU, IMANKU SEMAKIN HARI SEMAKIN PUDAR DAN SETELAH SEKIAN LAMA KITA MENIKAH, KINI AKU PUN SUDAH TIDAK MEMILIKI IMAN LAGI KEPADA TUHAN," jawab Olivia.

Betapa besar harga yang harus dibayar oleh orang benar yang kemudian kompromi dengan dosa demi mendapatkan keinginan dunia yang fana.

Banyak muda-mudi yang gagal mempertahankan imannya ketika berada di persimpangan cinta. Mengapa mereka masuk ke dalam jebakan di lembah cinta dan terhilang di sana ?


PERTAMA, TIDAK MEMEGANG PRINSIP BAHWA: TERANG TIDAK DAPAT BERSATU DENGAN GELAP (2 Korintus 6:14).
Seorang pemuda atau pemudi memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak seiman karena berpikir imannya cukup kuat. Mereka pikir, setelah menikah mereka mampu membawa pasangannya kepada Tuhan, atau paling tidak mempertahankan imannya. Kebanyakan yang nekat berbuat demikian mengalami kegagalan. Kenekatan seperti ini justru akan menjadi jebakan yang membawa celaka dalam hidupnya.

KEDUA, TAKUT TIDAK AKAN MENDAPATKAN PASANGAN HIDUP DAN TIDAK SABAR MENUNGGU.
Kekuatiran ini menjadi celah yang besar bagi seorang single, apalagi yang sudah berumur matang. Keinginan untuk segera mendapatkan status menikah membuatnya tidak berpikir panjang. Ketika seseorang datang dan menyatakan keinginan untuk menikahinya, maka ia segera menyambutnya.

Anak-anak Tuhan, bersabarlah karena iman memang membutuhkan kesabaran, tetapi akan membuahkan hasil yang manis.

Percayalah kepada Tuhan dengan tetap menantikan pasangan yang seiman dan seimbang, kebahagiaan pasti engkau reguk.


God Bless us... :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


Anda adalah Anda karena suatu alasan.
Anda adalah bagian dari suatu rencana yang kompleks.
Anda adalah suatu rancangan unik yang berharga dan sempurna.
Disebut lelaki atau perempuan khusus milik Allah.

Anda bertampang seperti Anda karena suatu alasan.
Allah kita tidak membuat kesalahan.
Dia merajut Anda menjadi satu di dalam kandungan,
Anda benar-benar apa yang ingin Dia ciptakan.

Orang-tua yang Anda miliki adalah orang-tua yang Dia pilih,
Dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda,
Mereka dirancang dengan pertimbangan rencana Allah
Dan mereka memikul meterai Tuhan.

Tidak, trauma yang Anda hadapi tidaklah mudah.
Dan Allah menangis karena trauma itu begitu menyakiti Anda;
Tetapi itu diizinkan untuk membentuk hati Anda
Supaya Anda bertumbuh menjadi serupa dengan-Nya.

Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda telah dibentuk dengan tongkat Tuhan.
Anda adalah Anda, kekasih
Karena ada Allah!


Tuhan yesus menhasihi kita sekaLian :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO





** Firman Tuhan: Roma 12:18 **
"Sedapat-dapatnya, kalau hal itu begantung padamu,
hiduplah dalam damai dengan semua orang!"



       Jenderal Horace Porter pernah menulis tentang percakapannya dengan Jendreal Ulysses Grant suatu malam saat mereka duduk di dekat api unggun. Ditulis oleh Porter, "Jenderal, adalah luar biasa bahwa walaupun Anda telah mengalami segala permainan kasar dalam tugas kemiliteran dan dalam kehidupan di garis depan, Anda tidak pernah terpancing untuk mengumpat. Saya tidak pernah mendengar Anda mengucapkan kata-kata kasar satu kali pun."

       Grant menjawab, "Dengan cara bagaimanapun, saya tidak pernah belajar mengumpat. Semasa remaja, agaknya saya tidak suka untuk mengucapkan kata-kata kasar, dan ketika saya dewasa, saya memandang tindakan ini sebagai suatu kebodohan. Saya berpendapat bahwa kata-kata kasar membangkitkan kemarahan seseorang; dan pada saat dia marah, dia dapat dikalahkan oleh lawannya yang berkepala dingin. Benar, saya tidak pernah melihat nilai dalam sebuah umpatan. Menurut saya, ini sama kasusnya dengan banyak orang yang mengumpat secara berlebihan sehingga menjadi suatu kebiasaan, mereka tidak bermaksud mengucapkan kata-kata yang senonoh; dengan istilah yang lebih halus, mengumpat hanya menghabiskan waktu."

       Tidak saja kemarahan membangkitkan kata-kata kasar,namun kata-kata kasar juga membangkitkan kemarahan. Jiwa yang bergelegak menghabiskan energi batiniah yang berharga sehingga mengurangi fungsi jiwa, pikiran dan tubuh yang sehat dan normal. Agar Anda terbebas dari perasaan marah dan frustasi, langkah pertama yang agaknya dapat diambil adalah menjaga lidah Anda!


JIKA ANDA MERASA "SANGAT LELAH" DIMALAM HARI, MUNGKIN
ITU DIKARENAKAN ANDA "GERAM" SEPANJANG HARI.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------
  

** Scripture: Romans 12:18 **
"As far as possible the, if it begantung you,
live in peace with everyone! "
 

        Gen. Horace Porter once wrote about his conversation with Ulysses Grant General of the one night as they sat by the fire. Written by Porter, "General, it is remarkable that even though you have experienced any horseplay in the work of the military and in life in the front line, you never hooked for swearing. I never heard you say an unkind word even once."

        Grant replied, "By the way however, I never learned cursed. As a teenager, it seems that I do not like to utter harsh words, and when I am older, I see this as an act of folly. I found harsh words stir up anger someone, and when he gets angry, he can be defeated by a level-headed opponent.'s right, I never saw the value in a backlash. According to me, this is the case with many people who swore excessively so that it becomes a habit, they do not mean to say obscene words; with more subtle terms, just to spend time swearing. "

        Not only evoke anger rant, but harsh words stir up anger also. Soul bergelegak spend precious inner energy, thereby reducing the function of the soul, mind and body healthy and normal. That you are free from feelings of anger and frustration, which seems to be the first step taken is to keep your tongue!


IF YOU FEEL "VERY TIRED" at night, MAYBE
THAT BECAUSE YOU "indignant" ALL DAY.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Yohanes 13:37 ** 
Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang?"


Ada kalanya Anda tidak mengerti mengapa Anda tidak dapat melakukan tindakan yang ingin Anda lakukan.Jika Allah mendatangkan suatu masa penantian, dan tidak memberikan tanggapan, janganlah mengisinya dengan kesibukan, tetapi nantikanlah. Masa penantian mungkin datang untuk mengajarkan Anda tentang makna pengudusan dipisahkan dari dosa dan disucikan atau itu mungkin datang sesudah proses pengudusan dimulai untuk mengajarkan Anda makna pelayanan. Jangan bertindak sebelum Allah memberikan petunjuk-Nya. Jika Anda bimbang sedikit saja, maka Dia tidak membimbing. Bila Anda bimbang nantikanlah.

Pada awalnya Anda mungkin melihat kehendak Allah dengan jelas, seperti putusnya suatu persahabatan, renggangnya suatu hubungan bisnis, atau hal lain yang Anda rasakan dengan jelas sebagai kehendak Allah yang harus Anda lakukan. Namun jangan sekali-kali bertindak berdasarkan dorongan perasaan itu. Jika Anda melakukannya, maka Anda akan menimbulkan situasi sulit yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menanggulanginya. Tungguhlah waktu Allah, maka Dia akan melakukannya tanpa mengakibatkan sakit hati atau kecewa. Bila itu merupakan pertanyaan yang menyangkut kehendak Allah, tungulah sampai Ia bertindak.

Petrus tidak menantikan Allah. Dia memperkirakan dimana ujian itu akan datang. dan ujian datang dari tempat yang sama sekali tidak diduganya."Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" Pertanyaan Petrus itu jujur tapi bodoh. Yesus menjawab,"...sebelum ayam berkokok,engakau telah menyangkal Aku tiga kali" (Yohanes 13:38). Ini diucapkan dengan pengetahuan yang lebih mendalam tentang diri petrus ketimbang yang diketahui Petrus tentang dirinya sendiri. Dia tidak dapat mengikuti Yesus karena dia tidak cukup mengenal dirinya atau kemampuan pribadinya. Pengabdian biasa mungkin cukup menarik kita kepada Yesus, untuk membuat kita merasakan pesona-Nya yang sangat menarik. Akan tetapi, hal itu takkan pernah membuat kita menjadi murid-Nya. Pengabdian biasa hanya akan menyangkali Yesus, tetapi tidak mencapai makna seaungguhnya tentang mengikut Dia.

Jesus bLess us abundantLy ^^
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


*Firman Tuhan: 1 Kor 1:27-29** 
"Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yanng kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah untuk meniadakan apa yangn berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri dihadapan Allah"


Seorang pengusaha muda mengalami kecelakaan. Mobilnya hancur. ia masih beruntung karena nyawanya selamat. sekalipun demikian, salah satu telinganya hancur sehingga terpaksa harus diamputasi. setelah sembuh, ia kembali ke kantornya. sesampainya di kantornya, ia melakukan tugas pertamanya setelah pulih, yaitu mewancarai calon karyawan di perusahaanya.

calon karyawan pertama amat cerdas. ia bisa menjawab semua pertanyaan dengan sangat meyakinkan. jawabannya pun menunjukkan bahwa ia memang berkelas. pengusaha itu bertanya,"Adakah kekurangan yang engkau lihat di dalam diriku?"
dengan tersenyum dan penuh percaya diri, pelamar itu menjawab, "Iya, jelas. Bapak tidak mempunyai telinga!"

bos muda itu tersinggung dan langsung mencoret namannya dari daftar karyawan yang diterima. ia segera memanggil calon karyawan yang kedua untuk diwawancarai. wawancara berlangsung dengan baik, meskipun calon karyawan ini tidak secerdas yang pertama. akhirnya, si pengusaha mengajukan pertanyaan terakhir,"Apakah engkau melihat kekurangan di dalam diriku?"
"Ada Pak," jawabnya dengan sedikit gugup. "Bapak hanya memiliki satu telinga"

pengusaha itu pun mencoret nama orang ini. ia meminta sekretarisnya untuk memanggil calon karyawan yang ke tiga. dibandingkan kedua calon sebelumnya, orang ini paling tidak cerdas. jawabannya kesana kemari, tidak fokus, bahkan tidak menjawab pertanyaan. Akhirnya dengan menghela nafas, si pengusaha muda ini mengajukan pertanyaan pamungkas."Ada sesuatu yang engkau lihat didalam diriku?"

"Pasti. Saya yakin Bapak memakai soft lens," ujar calon karyawan itu.

pengusaha itu gembira. ia mempertimbangkan untuk menerima si calon ketiga karena ia tidak melihat kekurangan orang lain. meskipun begitu, ia heran juga, bagaimana orang ini bisa tahu kalau ia memakai soft lens. "Engkau hebat sekali. bagaimana engkau tahu kalau aku pakai soft lens?" tanya si pengusaha itu penasaran.
"Jelas. Lha Bapak tidak punya telinga. Kan tidak bisa dipakai untuk menggantung kacamata," jawab calon karyawan itu dengan polosnya.

kisah diatas menunjukkan sekali lagi mengenai pentingnya EQ dan SQ. Meskipun IQ kita tinggi, jika EQ dan SQ kita rendah, kita tidak bisa optimal di dalam menjalani kehidupan ini__baik dalam ranah pribadi maupun publik. banyak orang cerdas yang menjadi karyawan orang-orang yang tidak terlalu cerdas tetapi memiliki EQ dan SQ yang tinggi. Firman Tuhan jelas mengatakan,


itulah sebabnya kita harus memandang orang lain sebagai pribadi yang utuh. jangan hanya melihat kekuranngannya saja. NOBODY'S PERFECT. Rasul Paulus berkata, " Kasih itu menutupi segala sesuatu!"
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO





Firman Tuhan** Matius 6:14 **
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga.


       Pada suatu minggu sore, Doris Louse Seger membuka pintu kantor gerejanya untuk berlatih biola solo yang harus dimainkannya pada petang itu, namun yang ditemukan hanyalah sebuah biola yang hancur lebur diaras lantai. Hati Doris juga hancur. Dia mendapatkan biola itu 50 tahun yang lalu sebagai kado dari orang tuanya ketika dia lulus dari SMU. Dia berpikir, Siapa? Mengapa? Bagaimana aku dapat memaafkan pelakunya?

        Seminggu kemudian polisi menemukan pelaku tindak kejahatan itu dan Doris pergi kerumah orang tersebut. Saat dia melihat seorang anak laki-laki kurus kering berusia 11 tahun yang duduk di samping ayahnya, dia memahami bahwa tragedi sebenarnya tidak menimpa biolanya yang hancur, namun kehidupan seorang anak muda yang terlihat sedang menuju kehancuran. Doris menjelaskan kepada keluarga tersebut tentang nilai biolanya dan dia akhirnya sanggup mengatakan,"Saya memaafkan kamu, dan Tuhan juga akan memaafkan, jika engkau meminta kepada-Nya."

       Beberapa hari kemudian, anak tersebut datang ke kantor gembala dan bertanya dengan ragu-ragu,"Apakah ada pekerjaan yang dapat saya lakukan di gereja untuk mengganti harga biola itu?" Melihat tanda-tanda dari hati yang bertobat, gembala itu membagikan iinji kepadanya sehingga anak tersebut menerima Yesus sebagai Juruselamatnya hari itu.

       Doris membeli biola baru, namun seperti yang dia tulis di kemudian hari, "Tak sebanding dengan `jiwa baru` dalam Kristus Yesus. Saya belajar hal baru bahwa anugerah-Nya cukup untuk memberi saya hati yang mengampuni."


Orang yang tidak dapat mengampuni menghancurkan jembatan yang harus dia lewati


-------------------------------------------------------------------------------------------------------

** Scripture: Matthew 6:14 **
 "For if you forgive men their trespasses, your heavenly Father will also forgive you."

        On a Sunday afternoon, Doris Louse Seger opened the office door of the church to practice the violin solo was to play in the evening, but found only a violin which was devastated diaras floor. Doris heart were also destroyed. He's getting the violin 50 years ago as a gift from her parents when she graduated from high school. He thought, Who? Why? How can I forgive the culprit?

         A week later the police find the perpetrators of the crime and the person Doris went home. When he saw a boy emaciated 11-year-old who sat next to his father, he understands that the real tragedy is not befall his violin destroyed, but the life of a young man who was seen heading for destruction. Doris explained to the families about the value of his violin and he was finally able to say, "I forgive you, and God will forgive you, if you ask Him."

        A few days later, the child came to the pastor's office and asked hesitantly, "Are there any jobs I can do in the church to change the price of the violin?" See signs of a repentant heart, shepherd's share iinji him that the child accepts Jesus as his Savior that day.

        Doris bought a new violin, but as he wrote later, "It's comparable to the` new `soul in Christ Jesus. I learned new things that His grace is enough to give me a heart to forgive."



People who can not forgive destroys 
the bridge that should they pass

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



       Suatu hari,seorang anak lelaki miskin yg hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu,menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberaniansaat seseorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak lagi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

       Wanita muda tersebut melihat,dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar,oleh karena itu ia membawa segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat,dan kemudian bertanya "Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?'. Wanita itu menjawab "Kamu tidak perlu membayar apapun. Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan". Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata "Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada Anda."

       Sekian belas tahun kemudian,wanita muda tersebut mengalami sakit yg sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menanganinya, Mereka akhirnya mengirimkannya kekota besar, dimana terdapat dokter spesialis yg mampu menangani penyakit langkah tersebut. Dr.Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata coklat Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit ,menuju kamar si wanita tersebut.

       Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali si wanita itu pada sekali pandang, Ia kemudian kembali keruang konsultasi dan memutuskan untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

       Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya mendapatkan hasil baik, wanita itu sembuh. Dr.Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr.Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasian. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, Ia sangat yakin bahwa ia tidak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut ,dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok lembar atas tagihan tersebut, Ia membaca tulisan yang berbunyi. "Telah dibayar lunas dengan segelas susu besar.." tertanda: Dr. Howard Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri matanya.Ia berdoa: "Tuhan terima kasih, bahwa cinta-Mu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



** Firman Tuhan: Galatia 6:10 **
"Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."


       Hari ini saya mendengar sebuah kisah mengharukan dari seorang teman. Ada seorang nenek setiap hari membuat nasi kotak kasih. Satu kotak nasi seharga enam ribu rupiah, dalam nasi kotak tersebut berisi daging dan empat jenis sayuran, keseluruhan nasi kotak ini terlihat mewah. Teman saya bertanya kepada nenek itu, “Mengapa Anda jual nasi kotak itu begitu murah?”
Nenek itu berkata, sekarang situasi ekonomi sedang lesu, sangat sulit mencari uang. Banyak anak kecil tidak memiliki uang jajan untuk membeli makanan, ataupun membayar uang sekolah. Sedangkan orang dewasa sangat sulit mendapatkan pekerjaan, walaupun sudah mendapatkan pekerjaan gajinya juga sangat minim.

       Oleh karenanya Nenek sangat berharap bisa membuat kelompok pekerja menghabiskan uang yang paling minim, bisa menikmati nasi kotak yang bergizi. Dia juga sangat berharap orang lain bisa meniru tindakannya, agar lebih banyak orang lagi yang bisa memberikan perhatian kepada kaum buruh dan pekerja tingkat menengah bawah. “Lantas, berapakah modal Nenek untuk membuat satu kotak nasi? Jika uangnya tidak mencukupi siapa yang mendukung Nenek?” tanya teman saya.

       Nenek itu berkata, “Sekarang ini harga barang terus naik, modal untuk membuat satu kotak nasi sebesar sepuluh ribu rupiah, berapa uang yang Nenek miliki maka sebanyak itu nasi kotak yang akan Nenek buat. Jika uang hasil penjualan tidak mencukupi, maka dia akan mengambil uang bulanan dari anaknya untuk menutupi kekurangan itu. Akhirnya teman saya itu bertanya lagi, “Apakah keluarga Nenek mendukung kebaikan ini?”

       Nenek itu mengatakan, putranya pernah menasehatinya untuk menikmati hari tua, tanpa perlu bersusah payah setiap hari membuat nasi kotak. Sibuk bekerja dari siang hingga malam. Tetapi putranya melihat nenek melakukan hal ini dengan riang gembira, akhirnya dia mendukung keinginan Nenek. Nenek itu menambahkan, perbuatan baik bisa dan boleh dilakukan setiap orang. Asalkan semua orang bersedia mengorbankan sedikit rasa kasih, maka masyarakat ini semakin lama makin mempunyai harapan.

       Seorang Ibu negara AS pernah mengatakan, “Ada orang yang memberikan waktu, ada orang yang menyumbangkan uang, ada yang menyediakan teknik dan relasi mereka, ada pula yang benar-benar mengorbankan jiwa dan raganya. Dapat dikatakan setiap orang memiliki sesuatu yang bisa didermakan. Jiwa dan kasih kesemuanya ini disulut dan membara dari lubuk hati kebaikan.”

       Ketika kita hidup di tengah-tengah masyarakat, mungkin bisa merasakan realitas masyarakat, lingkungan yang dingin tidak ada kepedulian. Juga mungkin sekarang ini kita tidak bisa mengubah apapun, juga tidak bisa menuntut orang lain untuk meniru kita. Tetapi kita bisa mengubah diri kita sendiri.


Jika semua orang bisa berpikir pada sudut kebaikan, bisa lebih dulu memikirkan orang lain sebelum melakukan sesuatu, maka dunia ini akan lebih indah, sumber dari kebaikan ini akan terus mengalir selamanya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------- 


** Scripture: Galatians 6:10 **"Therefore, as long as we have opportunity, let us do good to all people, but especially to our comrades in the faith."


       
Today I heard a touching story from a friend. There is a grandmother every day make love the rice box. One box of six thousand dollars worth of rice, in the rice box contains four types of meat and vegetables, whole rice box looks luxurious. My friend's grandmother asked, "Why are you selling it so cheap lunch boxes?"
The grandmother said, now the economic situation is weak, very difficult to make money. Many young children do not have the pocket money to buy food, or pay tuition. While adults are very difficult to get a job, get a job despite his salary is also very minimal.

       
Therefore grandmother is hoping to make a group of workers who spend most minimal, can enjoy a nutritious lunch boxes. He also really hope someone else can imitate his actions, so that more people are able to give attention to the working class and lower middle-level workers. "So, what is the capital Grandma to make a box of rice? If the money is not enough to support my grandmother who "asked my friend.

       
Grandma said, "Right now the prices of goods continue to rise, the capital to make a box of rice for ten thousand dollars, how much money my grandmother had it that much rice box that Grandma would make. If the proceeds are insufficient, then he would take his son to a monthly payment of the deficiency. Finally my friend asked again, "Is this good family support Grandma?"

       
The grandmother said her son had advised him to enjoy the old days, without much effort every day to make lunch boxes. Busy work from day to night. But his son watched my grandmother do this happily, finally he supports Grandma wishes. Grandma was added, and the good deeds could be done every person. As long as everyone is willing to sacrifice a little taste of love, then the public is becoming increasingly have hope.

       
A U.S. First Lady once said, "There are people who give time, there are people who donate money, there are techniques and relationships that provide them, some are really sacrificing their body and soul. It can be said every person has something that could be donated. Soul and love all of it fueled and burning of the goodness of my heart. "

       
When we live in the midst of the people, might be able to feel the reality of society, cool environment no concern. Well maybe now we can not change anything, also can not sue others to emulate us.
But we can change ourselves.
 

If anyone can think on the corner of kindness, can think of others first before doing anything, then this world would be more beautiful, the source of this goodness will continue to flow forever.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan : Ratapan 3:22-25 **


       Pada waktu kita berada di persimpangan jalan kehidupan ini, kita perlu Allah untuk menunjukkan jalan mana yang harus kita ambil. Jalan yang menurut kita baik bisa saja ujungnya buntu bila kita mendahului kehendak-Nya. Kita memang cenderung ingin mendapatkan yang terbaik dan biasanya kita akan kecewa bila ada sesuatu yang menghambat kita. Pada hal mungkin saja Allah bekerja di balik hambatan itu.

       Melalui peristiwa-peristiwa itu sebenarnya Dia ingin: membangun iman kita. Allah memiliki rencana yang spesifik untuk setiap kita. Ujian yamg paling berat adalah menghadapi masa-masa sulit. Biasanya kita ingin Allah segera menghardik badai itu, namun ternyata Ia menghendaki agar kita melaluinya sehingga boleh lebih memahami Dia.

       Allah tidak dapat digerakkan oleh perasaan dan keinginan kita. Bisa saja Dia terlebih dahulu mengatur serangkaian kejadian atau mengubah pikiran seseorang sebelum orang itu mendapatkan apa yang diinginkan. Kesabaran kita biasanya akan terbayar dengan upah yang melebihi permohonan kita. Allah ingin kita yakin ketika kita belum melihat buktinya. Kita tidak perlu tenggelam di dalam laut penyesalan, kita dapat berjalan di jalan yang terbentang jelas. Semua telah dibersihkan dan digelar oleh tangan Allah sendiri.

       Bacaan kita hari ini lebih menyakinkan kita, bahwa Ia menyediakan semua itu dengan pasti setiap hari. Bahkan dikatakan selalu baru setiap hari dan tidak berkesudahan. Renungkanlah sekali lagi, jangan sampai kita menjadi orang yang tahu ada banyak janji-janji Allah, namun kita tidak pernah menikmatinya.


Tuhan Yesus memberkati kita sekaLian :)


 ------------------------------------------------------------------------------------------------------- 


      At the time we are at a crossroads of life, we need God to show you which path to take. The way that we think could well have preceded the end of a dead end if we are His will. We do tend to want to get the best and normally we would be disappointed if there is anything that stops us. In the case might be God working behind the barriers.

        Through the events that actually he wants: to build our faith. God has a specific plan for each of us. The most severe test of yamg is facing hard times. Usually we want God immediately rebuked the storm, but it turns out he wants us to be better understood through Him.

        God can not be driven by feelings and desires. He could have arranged a series of events in advance or change someone's mind before the people get what they want. Our patience will usually be paid a wage that exceeds our petition. God wants us to be sure when we have not seen the evidence. We do not need to be drowned in the sea of regret, we can walk the path that stretched clear. All have been cleaned and held by the hand of God himself.

        Our reading today is more convincing us, that He provides all of that with certainty every day. Even said are always new every day and never fails. Meditate once again, lest we become people who know there is a lot of the promises of God, but we never enjoy it.

 


God bless us all :)

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


       Karakter tidak dibuat dalam krisis, hanya ditunjukkan. Beberapa tahun yang lalu dalam sebuah penerbangan dari Orlando, si pilot menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada saat pesawat lepas landas. la cepat-cepat kembali ke bandara Orlando dan memperingatkan para penumpang untuk bersiap-siap menghadapi pendaratan darurat karena sistem hidrolik gagal.

       Para penumpang terpaku dan terlihat ketakutan. Banyak yang mulai menangis, dan beberapa orang bahkan meratap-ratap atau berteriak-teriak. Hampir semuanya gelisah dengan satu atau lain cara, namun seorang wanita terus berbicara dengan suara yang tenang dan biasa saja. la menatap wajah putrinya yang berusia empat tahun, yang mendengarkan dia dengan sungguh - sungguh.

       Wanita itu berkata, “Ibu sangat menyayangimu. Kamu tahu Ibu menyayangimu lebih dari segalanya?”. Jawab si anak “Ya, Ibu?”. Si ibu melanjutkan, “Dan ingat, tidak peduli apa pun yang terjadi, Ibu selalu menyayangimu. Dan kamu adalah anak yang baik. Kadang-kadang terjadi hal-hal yang bukan kesalahanmu. Kamu tetap seorang anak yang baik dan kasih Ibu akan selalu menyertaimu.

       Lalu si ibu menutupi tubuh putrinya dengan tubuhnya, mengikatkan sabuk pengaman di atas mereka berdua, dan bersiap kalau-kalau pesawat mereka jatuh. Kasih dan karakter si ibu memberi putrinya keberanian. Sungguh suatu mukjizat, sistem pendaratan dapat berfungsi. Pesawat itu mendarat dengan selamat.


Karakter dibangun selapis demi selapis, tidak dalam satu tindakan besar. “Memiliki apa yang dibutuhkan ” untuk hari esok merupakan hasil langsung dari “melakukan apa yang benar” hari ini.



-------------------------------------------------------------------------------------------------------


       Character is not made ​​in a crisis, only shown. Several years ago on a flight from Orlando, the pilot realized that something was wrong at the time of takeoff. He hurried back to the Orlando airport and warned passengers to be prepared for an emergency landing because the hydraulic system failed.

        The passengers looked stunned and frightened. Many began to cry, and some people even wailing or screaming. Almost everything is agitated with one way or another, but a woman with a voice that continues say calm and casual. He stared at the face of the four-year-old daughter, who listened to him intently - really.

        She said, "Mommy loves you very much. You know she loves you more than anything? ". She replied "Yes, Mom?". The mother continued, "And remember, no matter what happens you always love you. And you are a good boy. Sometimes things happen that are not your fault. You remain a good boy and I'll love you always.

        Then the mother covered her with his body, tied the belt over both of them, and be prepared in case their plane crashed. Love and character of the mother gave her daughter the courage. It is indeed a miracle, landing systems can function. The plane landed safely.

 
Character is built layer by layer, not in one big act. "It has what it takes" for tomorrow is a direct result of "doing what is right" today.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Song