** Firman Tuhan: Daniel 3:18 ** 
"  Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." 


       Ketika menyanyikan lagu, "Berserah kepada Yesus, tubuh roh dan jiwaku, " saya teringat akan pergumulan ayah saya dengan suatu penyakit terminal. Dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk berumur panjang. Kami berdoa untuk kesembuhan beliau. Namun, titik terjadinya mukjizat berlangsung ketika ayah berdoa, "Jadilah kehendak-Mu, aku berserah kepada-Mu." Jamahan Tuhan terjadi. Ayah saya merasakan rasa hangat pada organ-organ tubuh yang sakit dan ia pun sembuh sempurna seketika.

       Ketika menghadapi ancaman hukuman mati karena tidak mau menyembah berhala, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berserah pada Tuhan. Mereka mengatakan bahwa sekalipun Tuhan tidak menyelamatkan mereka, mereka tetap tidak mau menyembah berhala yang didirikan oleh raja Nebukadnezar. Pada akhirnya Tuhan menolong mereka. Sikap berserah mereka pada gilirannya membuat raja Nebukadnezar menyaksikan kuasa Tuhan dan berbalik memuliakan nama-Nya. Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa, "Jadilah kehendak-Mu" (Matius 6:10). 

       Rolland Baker, seorang pendeta, mengatakan bahwa iman bukanlah soal meminta Tuhan memberikan kepada kita sesuatu yang kita inginkan. Sebaliknya, beriman berarti percaya pada Tuhan dan pada kehendak-Nya. Meskipun mungkin berbeda dari keinginan kita, kehendak Tuhan itu baik dan sempurna, melampaui kehendak kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan, tetapi Tuhan mengetahui semuanya. Marilah beriman pada-Nya! 

--------------------------------------------------------------


**  Scripture:Daniel 3:8 ** 
" But if not, be it known unto thee, O king, that we will not serve thy gods, nor worship the golden image which thou hast set up." 
 

       When singing the song, "Surrender to Jesus, body spirit and soul," I am reminded of my father struggle with a terminal illness. Doctors say that there is no hope for a long life. We pray for his recovery. However, the point of the miracle took place when the father pray, "Your will be done, I surrender to You." The touch of God occurred. My father felt a sense of warmth in the organs sick and he was perfectly healed instantly.

       
When facing the death penalty for refusing to worship idols, Shadrach, Meshach, and Abednego surrender to God. They say that even if God did not save them, they still would not worship idols set up by King Nebuchadnezzar. In the end, God help them. Submissive attitude they in turn make the king Nebuchadnezzar witnessed the power of God and turned to glorify His name. Jesus taught us to pray, "Your will be done" (Matthew 6:10).

       
Rolland Baker, a pastor, said that faith is not a matter of asking God to give us something we want. Instead, faith is to believe in God and to His will. Although it may differ from our desire, the will of God is good and perfect, exceeded our will. We do not know what will happen in the future, but God knows all. Let faith in Him!

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO










** Firman Tuhan: 1 Petrus 2:12 ** 
"Milikilah cara hidup yang baik... supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai pelaku kejahatan, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawwat mereka." 


       Mengapa Yakobus 4:7 mengatakan, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa"? Mari kita telaah maksud Tuhan satu demi satu. Setelah Tuhan Allah selesai menciptakan alam semesta, pada hari terakhir Dia menciptakan manusia. Ketika manusia tercipta sempurna, Tuhan melihat bahwa semuanya itu sungguh amat baik (Kejadian 1:31). Itulah tujuan manusia diciptakan, yaitu untuk kebaikan.

       Sayangnya, dosa merusak tujuan Allah yang berkehendak mencipta manusia demi kebaikan. Maka, yang kemudian muncul dalam diri manusia adalah egoisme, keserakahan, kejahatan, keangkuhan, ketidakpedulian, serta pemuasan nafsu diri.

      Akan tetapi, tanpa memedulikan kepentingan sendiri, Kristus rela datang untuk menebus seluruh dosa manusia (1 Petrus 1:18-23). Dengan demikian, oleh pengurbanan-Nya kita dapat dilahirkan kembali (1 Petrus 1:3).

       Melalui pengurbanan-Nya itu, kita bisa mendapatkan hidup yang baru di dalam Kristus. Kita pun menjadi bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Supaya kita dapat memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1 Petrus 2:9).

       Jadi, bagaimana kita sekarang bisa memberitakan perbuatanperbuatan Allah yang besar itu? Yakni dengan "berbuat baik"--memiliki cara hidup yang baik--agar orang-orang yang hidup dalam kegelapan (orang durjana dan pemfitnah) dapat memuliakan Allah pada hari Dia melawat mereka (1 Petrus 2:12). 


--------------------------------------------------------------


**  Scripture: 1 Peter 2:12 **
"Having your conversation honest among the Gentiles: that, whereas they speak againts you as evildoers, they may by your good works, which they shall behold, glorify God in the day of visitation." 
 

       Why does James 4:7 says, "So, who knows the good he ought to do, but he did not do it, sins"? Let us examine God's purpose one by one. After God finished creating the universe, on the last day He made man. When man was created perfect, God saw that it was really very good (Genesis 1:31). That is the purpose of man was created, namely to goodness.

       
Unfortunately, sin destroy the purpose of God that created man for the good wishes. So, which later appeared in man is selfishness, greed, evil, arrogance, indifference, lust and self-gratification.

      
However, regardless of the interests of his own, Christ willingly came to redeem all human sin (1 Peter 1: 18-23). Thus, by His sacrifice we can be born again (1 Peter 1: 3).

       
Through His sacrifice, we can get a new life in Christ. We become a chosen generation, a royal priesthood, a holy nation, God's own people belong. So that we can proclaim the great deeds of him who called us out of darkness into his marvelous light (1 Peter 2: 9).

       
So, how do we now can proclaim God's great perbuatanperbuatan it? Namely with "doing good" - has a good way of life - so that people who live in darkness (the wicked and detractors) can glorify God on the day He was visiting them (1 Peter 2:12).

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO







** Firman Tuhan: Amsal 21:23 **
"Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran."


       Kehancuran manusia secara pribadi itu sebagian besar disebabkan oleh mulut mereka sendiri. Seringkali perkataan yang meluncur tanpa melalui pemikiran dan pertimbangan sehingga menjadi senjata untuk melukai dan merugikan orang lain yang suatu saat nanti akan menjadi bumerang.

       Kecerobohan dalam menilai sebuah perkara sehingga pada akhirnya mengeluarkan pernyataan yang negatif pun juga mampu menyulut kemarahan/kekecewaan orang lain. Oleh sebab itu dibutuhkan pemahaman yang benar sebelum kita menilai perkara yang ada.

       Pemahaman yang benar adalah pemahaman yang sejalan dengan Roh Kudus. Roh Kudus akan mengajarkan kita agar bisa menjadi pribadi yang bijak. Untuk bisa menjadi pribadi yang baik, maka kita harus hidup dekat dengan Tuhan.

       Mulut kita Tuhan ciptakan tidak berpasangan seperti mata dan telinga. Tuhan mau agar kita lebih banyak melihat, membaca dan juga mendengarkan untuk bisa memahami situasi yang ada sebelum kita memperkataakannya kepada orang lain. 


Jadikan mulut kita untuk memberkati orang lain.



--------------------------------------------------------------


**  Scripture: Proverbs 21:23 ** 
"Whoso keepeth his mounth and his tongue keepeth his soul from trubles." 


       Individual human destruction was largely caused by their own mouths. Often the words that glide without thought and consideration so that it becomes a weapon to hurt and harm others who someday will backfire.       Carelessness in assessing a case that ultimately issued a negative statement was also able to ignite anger / disappointment of others. Therefore, it takes a true understanding before we assess the existing case.

       
Correct understanding is consistent with the understanding of the Holy Spirit. The Holy Spirit will teach us to be able to be a wise person. To be a good person, then we have to live close to God.

       
God created our mouths unpaired such as eyes and ears. God wants us to be a lot to see, read and listen to understand the situation that existed before we memperkataakannya to others.



Make our mouths to bless others. 

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO






** Firman Tuhan: Matius 25:13 **
"Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."


      Suatu kali, Washington Post mengingatkan tentang insiden tragis yg dialami kapal Titanic. Di ruang kendali, petugas sedang sibuk menjalankan tugasnya. Telepon berdering. Satu menit berlalu. Pada menit kedua, si petugas tak mau diganggu karena terlalu sibuk. Menit ketiga pun berlalu sangat cepat. Setelah si petugas selesai dengan tugasnya, barulah ia mengangkat telepon yg pesannya berbunyi, "Ini tempat pengintai pada haluan kapal. Gunung es persis di depan! Putar haluan!" Dengan cepat si petugas ke ruang kendali, tetapi terlambat! "Kebanggaan segala lautan" itu menabrak gunung es dan menewaskan 1.600 orang jiwa.

       Andai si petugas menanggapi telepon itu, mungkin film Titanic tak perlu dibuat. Tiga kesempatan dilewatkan & ketika hendak menanggapi panggilan itu, ia sudah terlambat! Hal yg sama kerap dilakukan banyak anak Tuhan saat mendengar suaraNya. Kebanyakan dari kita sebenarnya sudah mendengar jelas apa yg menjadi peringatan kehendak Tuhan, tetapi kerap kali kita meremehkan semuanya itu.

       Saudaraku, bila kesempatan itu ternyata merupakan yg terakhir, maka jika kita tidak serius menanggapinya, bisa2 kita pun akan "tenggelam". Firman Allah mengingatkan kita agar selalu berjaga2. Jika tidak demikian, bisa-bisa kita mengabaikan kesempatan yg Tuhan berikan, kesempatan untuk bertobat, untuk melakukan kehendakNya, untuk melayani-Nya, atau yg lain. Perbedaan nyata antara lima gadis bodoh lima gadis bijaksana dalam bacaan kita adalah bahwa yg bijaksana selalu berjaga-jaga (Matius 25:4), sementara yg bodoh terlambat menjaga minyaknya (Matius 25:3,10). Jangan terlambat! 


--------------------------------------------------------------


**  Scripture: Matthew 25: 13 ** 
"Watch therefore, for ye know neither the day nor the hour wherein the Son of man cometh."

       One time, the Washington Post reminded of the tragic incident that happened the Titanic. In the control room, the clerk was busy carrying out their duties. The phone rang. A minute passed. In the second minute, the clerk did not want to be disturbed because it was too busy. Three minutes went by very quickly. After the clerk finished his work, then he picked up the phone that the message reads, "This is a lookout on the bow of the ship. Iceberg right ahead! Play bow!" Quickly clerk to the control room, but too late! "The pride of all the oceans" it struck an iceberg, killing 1,600 people.

       
If the clerk respond to that call, perhaps the movie Titanic did not need to be made. Three missed opportunities & amp; when they wanted to respond to that call, it was too late! The same thing often performed many of God's children when she heard his voice. Most of us actually have heard clearly what God's will serve as a warning, but often we underestimate these things.

       
Brother, if the occasion turned out to be the last one, so if we do not take it seriously, we bisa2 will "sink". God's Word reminds us to always berjaga2. Otherwise, might we ignore the opportunity that God has given, the opportunity to repent, to do His will, to serve him, or else. The real difference between the five foolish virgins five wise virgins in our reading is that the wise who always guard (Matthew 25:4), while the late stupidly keep oil (Matthew 25:3,10). Do not be late!

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO





** Firman Tuhan : Amsal 27:17 **
"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."


       Saat musim dingin tiba, sekelompok hewan mulai pergi dan mencari tempat yang hangat. Jika hewan-hewan itu memutuskan untuk tetap tinggal di tempatnya selama musim dingin, maka mereka akan mati jika tidak bisa melindungi diri selama musim dingin.

       Demikian juga dengan sekelompok landak. Saat musim dingin tiba, landak-landak itu mulai mengembangkan duri-durinya. Mereka merasa sangat kedinginan sampai akhirnya memutuskan untuk saling berdekatan. Ketika berdekatan, rasa hangat itu mulai dapat dirasakan namun duri-duri yang mereka miliki saling melukai satu sama lain.

       Karena tidak ingin terluka dan saling melukai, landak-landak itu saling menjauh. Namun, hawa dingin mengancam kehidupannya. Mereka harus memilih antara terluka atau mati. Mereka berusaha untuk bisa saling menerima luka-luka itu dan menciptakan kehangatan selama sampai musim semi tiba.

       Sebagai manusia, tentu kita tidak ingin terluka. Kita ingin hidup tanpa masalah. Namun perlu kita sadari bahwa kita tidak bisa hidup seorang diri. Kita masih membutuhkan orang lain untuk kelangsungan hidup kita. Saat berinteraksi dengan orang lain atau pada saat kita menjalin hubungan dengan orang lain, tentulah ada gesekan-gesekan yang membuat kita terluka. Dari gesekan itulah kita bisa belajar bagaimana cara mengasihi dan mengampuni. 

Untuk bisa mempertahankan sebuah kebersamaan, kitapun juga harus bisa bertahan dalam menghadapi luka-luka itu karena kasih dapat mengubah segala sesuatu.


--------------------------------------------------------------


**  Scripture: Proverbs 27:17 ** 
"iron sharpeneth iron, so a man sharpeneth the countenance of his friend." 


       When winter comes, a group of animals began to go and look for a warm place. If the animals decided to remain in place during the winter, then they will die if they can not protect themselves during the winter.

       
Likewise, the group of hedgehogs. When winter comes, hedgehogs began to develop thorns. They feel very cold until finally decided to close together. When close together, a warm feeling began to be felt but thorns that they have mutually injure each other.

       
Because they do not want to hurt and injure one another, hedgehogs it apart. However, life-threatening cold. They must choose between the injured or dead. They strive to be mutually accept wounds and create warmth during until spring arrives.

       
As humans, we certainly do not want to get hurt. We want to live without problems. But we need to realize that we can not live alone. We still need others for our survival. When interacting with other people or when we are in a relationship with another person, there must be friction that makes us hurt. Of friction that we can learn how to love and forgive.

 


To be able to maintain a unity, we too must also be able to survive in the face of those cuts because love can change everything.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO







** Firman Tuhan: Matius 12:34 B.   ** 
"Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati."

Amsal 4:23 
"Jagalah hati kita ,karena orang lain bisa melihat sedang dalam kondisi apakah hati kita saat ini.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."


       Dari hati kitalah akan mengalir segala sesuatu yang jahat maupun yang baik, bukan saja dari perkataan melainkan juga akan mempengaruhi sepak terjang seseorang terhadap yang lainnya. Kadang kita tidak menangkap perkataan dan tindakan orang lain ,apakah ia mengucapkan dengan tulus apa yang dirindukannya atau ia sedang menyombongkan diri , akhirnya kita bisa berasumsi yang salah dan kebanyakannya justru cenderung berpikir negative dalam menilai apa yang tampak dari luar. 

       Bukan hanya umat biasa saja yang harus mengkuduskan hatinya , namun para pemimpin rohanipun harus menyucikan hatinya ,terutama yang melayani Firman Tuhan ,supaya Firman Tuhan yang disampaikan itu murni dari Roh Kudus ,sehingga jemaat diberkati ,bukan karena dipersiapkan untuk kepentingan seseorang , baik yang bersifat membangun, maupun yang bersifat menghakimi lewat mimbar yang ada ,melainkan memberitakan sesuai kehendakNya.

       Menjaga hati kita ,tidak semudah menjaga sesuatu yang tampak, hanyalah kita yang dekat dengan Tuhan Allah saja diberikan kepekaan dan bisa memakai hatinya sebagai alat filter ,yang baik diterimanya dan yang buruk tidak diberikan kesempatan berkembang untuk menguasai seluruh keberadaan kita. 


--------------------------------------------------------------


**  Scripture: Matthew 12:34 B ** 
"for out of the abundance of the heart the mounth speeaketh" 
Proverbs 4:23 
"Keep thy heart with all diligence, for out of it are the issues of life."  

 
         From our hearts will flow everything that is bad or good, not only of words but also will affect the lunge to the other person. Sometimes we did not catch the words and actions of others, whether he would like to sincerely what he missed, or he was bragging, finally we can assume that one and mostly tend to think negative in assessing what looks from the outside.

       
Not only ordinary people who must sanctified heart, but leaders must rohanipun purify his heart, especially those serving the Word of God, so that God's word delivered it purely from the Holy Spirit, so that the church was blessed, not because it is prepared for the benefit of a person, whether they are building, as well as the judgmental through existing pulpit, preaching but according to His will.

       
Keeping our hearts, is not as easy keeping something that looks, only we are close to God alone given the sensitivity and can use her as a filter, which receives good and bad are not given the chance to develop to dominate our whole existence.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO






** Firman Tuhan: Yakobus 2:22 **
"Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna."


       Ada seorang pemuda yang sedang membersihkan rumahnya dari air hujan yang membasahi lantainya. Pemuda itu melihat ada seorang nenek yang sedang berteduh dan terlihat kedinginan di seberang rumahnya. Pemuda tu masuk lalu berdoa, “Tuhan, tolonglah nenek itu agar tidak kedinginan dan agar bisa kembali ke rumahnya.”

       Beberapa saat kemudian, nenek itu masih di seberang rumahnya dan terlihat sangat lemas. “Tuhan, nenek itu mulai lemas. Tolonglah.” Tidak lama kemudian nenek itu jatuh pingsan di depan rumahnya. “Tuhan, mengapa diam saja? Aku sudah berdoa agar Tuhan menolong nenek itu. Mengapa tidak Tuhan mendengar?”

       Tuhan pun menjawab, “Aku mendengar doamu, aka dari itu Aku membawa nenek itu menuju rumahmu namun kau tak membuka pintu.”
Seringkali kita berdoa kepada Tuhan untuk memnta sebuah mujizat. Tuhan selalu mendengar dan memberikan mujizat-Nya hanya saja kita tidak peka. Kita lebih memilih menunggu mujizat datang tanpa mau bertindak.



--------------------------------------------------------------


**  Scripture: James 2:22 ** 
"Seest thou how faith wrought with his works, and by works was faith made perfect?" 


       There is a young man who was cleaning her house from rain water soaking the floor. The young man noticed there was a grandmother who were sheltering and looks cold across her home. Tu young man came in and prayed, "Lord, save grandma was so cold and so was not able to return to his home."

        Moments later, the grandmother was still across her home and looked very weak. "Lord, grandmother began to limp. Please. "Not long after the grandmother fainted in front of her house. "Lord, why say anything? I've prayed that God would help his grandmother. Why did not God hear? "

        The Lord replied, "I heard your prayers, aka than that I brought it into the house but the grandmother did not you open the door."

Often we pray to God for a miracle memnta. God always listen and give His miracles we just do not sensitive. We prefer to wait for a miracle to come without going to act.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
** Firman Tuhan: 2 Raja-Raja 5:26-27 **
" Engkau telah menerima perak... tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya." 


       Beberapa perusahaan melarang karyawan menerima pemberian dari pelanggan. Untuk memberikan tip, pelanggan dapat memasukkannya ke kotak tip. Pemilik perusahaan yang akan membagikannya kepada setiap karyawan menurut prinsip keadilan. Diharapkan karyawan tetap bersemangat melayani siapa pun tanpa membeda-bedakan. Selain itu, persaingan kurang sehat antarkaryawan juga dapat diminimalisasi.

       Dalam Alkitab, kita membaca adanya perbedaan sikap yang mencolok antara nabi Elisa dan bujangnya, Gehazi. Ketika itu Naaman, panglima raja Aram yang sakit kusta, ditahirkan setelah mengikuti saran Elisa untuk mandi tujuh kali di sungai Yordan. Terdorong oleh rasa terima kasih, Naaman memberikan sejumlah hadiah yang berharga kepada Elisa. Elisa menolaknya, namun dengan cara yang licik Gehazi berusaha mendapatkan hadiah itu bagi dirinya.

       Mengapa Elisa menolak pemberian? Elisa menolong penyembuhan Naaman untuk memuliakan Tuhan. Tujuan itu tercapai oleh pengakuan Naaman terhadap Allah Israel (2 Raja-Raja 5:15). Menerima pemberian Naaman justru berpotensi membuat Elisa mencondongkan hatinya kepada manusia dan bukan kepada Tuhan.

       Ketika ada yang memberi kita sesuatu yang berharga, beberapa pertimbangan patut kita pikirkan sebelum menerimanya. Pertama, apakah tujuan pemberian orang itu? Kedua, kalau kita menerimanya, apakah tujuannya? Ketiga, apakah menerima pemberian akan menurunkan penghargaan orang terhadap kita dan terhadap Tuhan yang sedang kita layani?

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO







** Firman Tuhan: Kejadian 6:8 ** 
"Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN."  


       Sejak zaman Sekolah Minggu, saya membayangkan Nuh sebagai seorang nabi yang saleh, kalis dari kesalahan, menjulang berbeda dari orang-orang sezamannya--karena itulah Tuhan memilihnya untuk memulai sebuah angkatan baru. Film Noah garapan Darren Aronofsky menawarkan cara pandang yang menggelitik. Pada satu titik, Nuh menyadari bahwa dirinya sama bejatnya dengan orang-orang di sekitarnya. Selebihnya, sosoknya ditampilkan garang, lengkap dengan sebuah pilihan yang nyaris fatal, yaitu hendak membunuh cucunya. Film ini mendorong saya memikirkan ulang sosok Nuh.

       Bagaimana sebenarnya Alkitab menggambarkan Nuh? Jika kita mencermati Kejadian 6:1-7, Alkitab memaparkan kejahatan seluruh manusia--tanpa kecuali. Secara tersirat, Nuh juga bagian dari angkatan yang jahat itu. Ia tidak sebersih yang kita kira. Titik balik berlangsung di ayat 8: "Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN." Baru kemudian muncul catatan: "Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya" (Kejadian 6:9). Artinya, Nuh menjadi orang benar bukan karena kesalehannya sendiri, melainkan karena mendapatkan kasih karunia Tuhan.

       Catatan Alkitab tentang Nuh nyatanya menggarisbawahi Injil kasih karunia. Kisah Nuh menggaungkan kabar gembira: bahwa dari masa ke masa Tuhan membenarkan manusia bukan karena perbuatan baik atau amal ibadahnya, melainkan karena anugerah-Nya semata (Efesus 2:8). Kabar gembira yang sungguh melegakan karena kepada kita pun Tuhan berkenan menyatakan kemurahan-Nya.


--------------------------------------------------------------


**  Scripture: Genesis 6:8 **
"But Noah found gracein the eyes of the LORD."


       Since the days of Sunday School, I imagine Noah as a righteous prophet, immune from mistakes, towering different from those of his contemporaries - that's why God chose to start a new generation. Darren Aronofsky's Noah movie filmed offering intriguing perspectives. At one point, Noah realizes that he is equally immoral to people in the vicinity. Moreover, the figure shown fierce, complete with a near-fatal choice, namely to kill her grandson. This film pushed me to rethink the figure of Noah.

       
How exactly is the Bible describes Noah? If we look at Genesis 6: 1-7, the Bible describes all human beings crime - without exception. Implicitly, Noah also part of the evil forces. He was not as clean as we thought. The turning point took place in verse 8: "But Noah found grace in the eyes of the Lord." Only later appeared notes: "Noah was a righteous man, blameless among the people of his time" (Genesis 6: 9). That is, Noah became righteous not because his own piety, but because getting the grace of God.

       
Note the Bible about Noah fact underscores the gospel of grace. Noah's story echoed the good news: that from time to time God justify man not because of good deeds or charitable worship, but because of His grace alone (Ephesians 2: 8). Good news is quite a relief for us was the Lord to reveal His mercy.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Song