** Firman Tuhan: Amsal 12:24 **
Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa."


       Salah satu penyakit saya semasa kuliah adalah suka menunda-nunda. Meski tak berniat untuk malas, kerap saya mengalir begitu saja menjalani hari, mengabaikan jadwal yang sebenarnya sudah saya buat. Ketika tugas harus dikumpul atau ujian tiba, saya terpaksa harus begadang. Heran juga kalau melihat bahwa semua itu sebenarnya dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat ketika saya benar-benar fokus. Jika saya sedikit lebih rajin, tentu saya tak perlu begadang dan yang saya kerjakan bisa lebih optimal.

       Alkitab berulang kali memberi nasihat tentang kemalasan. Salah satunya yang kita baca hari ini. Kemalasan mengakibatkan kerja paksa. Kemalasan bisa membuat seseorang tidak menikmati, apalagi memetik manfaat dari apa yang dikerjakannya. Mungkin akhirnya ia merasa didikte orang lain yang lebih rajin . Mungkin akhirnya ia merasa sering gagal (AmsaL 12:27). Di sini penulis Amsal berbicara tentang sesuatu yang realistis untuk dicapai, tetapi tidak kesampaian karena usaha yang diberikan terlalu sedikit.


       Kemalasan atau keengganan melakukan sesuatu pada waktunya bisa bersumber dari banyak hal. Mungkin sesuatu itu memang kurang kita sukai. Mungkin cara kita menata waktu perlu dibenahi. Temukan dan bereskanlah akar masalahnya. Setiap orang punya kecenderungan untuk bermalas-malasan. Kita lebih suka mengatur jadwal sesuka hati dari pada memperhatikan kepentingan orang lain. Kemalasan bisa merebut sukacita dan berkat dalam bekerja serta hidup bersama. Mari melatih diri untuk rajin dan persembahkan upaya terbaik kita untuk menghormati Tuhan.



KESEMPATAN YANG TUHAN BERIKAN
TAK PANTAS KITA JALANI DENGAN BERMALAS-MALASAN.



-------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

** Scripture: Proverbs 12:24 **
Hand of the diligent hold power, but laziness lead to forced labor. "
 

        One of my illness in college is a procrastinator. Although not intending to lazy, I often run off through the day, ignoring my schedule is already made​​. When the task should be collected or exams arrived, I had to stay up. Wonder also if you see that all of it can actually be completed in a relatively short time when I was really focused. If I were a little more diligent, I would not have to stay up and that I could do more optimal.

        The Bible repeatedly advising on laziness. One of which we read today. Laziness lead to forced labor. Laziness can make a person do not enjoy, let alone reap the benefits of what he was doing. Maybe eventually he was dictated to others who are more diligent. Maybe eventually he was often fail (Proverbs 12:27). Here the writer of Proverbs speaks of something realistic to achieve, but not accomplished because too little effort exerted.

        Laziness or unwillingness to do something in time can come from many things. Maybe something is not to our liking. Maybe the way we organize time needs to be addressed. Find and bereskanlah root of the problem. Everyone has a tendency to be lazy. We prefer to schedule as they pleased in the interests of others. Laziness can seize the joy and blessing of working and living together. Let's train ourselves to diligent and dedicate our best efforts to honor the Lord.


THE LORD GIVE CHANCE
NOT deserve to have Idleness.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Lukas 6:38 ** 
"Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk menguku, akan diukurkan kepadamu" 


       Seorang petani lele yang lumayan sukses di Kalasan, Yogyakarta, tidak segan-segan membagikan ilmunya kepada petani lain yang berminat menekuni budidaya ikan air tawar tersebut. Ia tidak khawatir kelak mereka akan menjadi pesaingnya. "Kenapa mesti enggan berbagi ilmu dan keterampilan?" katanya. "Kalaupun kita sudah membagikannya, belum tentu juga orang bisa menirunya begitu saja. Dengan berbagi, kita sendiri akan mendapatkan lebih banyak masukan. Kita malah jadi semakin pintar."

       Ya, memberi tidak akan membuat kita kekurangan. Sebaliknya, seperti ditegaskan Yesus, memberi justru menjadikan sumber daya kita berlipat ganda. Apa yang kita berikan tidak akan hilang secara sia-sia, melainkan akan dikembalikan kepada kita dalam kadar yang berlimpah-limpah. Ini prinsip yang berlawanan dengan yang dijalankan dalam dunia bisnis. Pebisnis didorong untuk mengeluarkan biaya sekecil mungkin demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Prinsip bisnis semacam ini membangkitkan keserakahan, adapun belajar memberi mengembangkan kemurahan hati kita.


       Kita masing-masing pasti memiliki sesuatu yang baik--uang, talenta, waktu, tenaga, senyuman, pengampunan--untuk dibagikan kepada orang yang memerlukan. Kita tidak akan selalu menerima balasan dalam bentuk yang sama persis, namun tak ayal kita akan mengalami berkat yang mendatangkan damai sejahtera. Jadi, perhatikanlah apa saja yang Anda miliki dan dapat Anda daya gunakan untuk memberkati sesama. Seperti petani lele tadi, kenapa enggan berbagi? 



-------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

** Scripture: Luke 6:38 **
"Give, and it shall be given unto you: good measure, pressed down, and shaken together, and running over, shall men give into your bosom. For with the same measure that ye mete withal it shall be measured to you again"

 
        A fairly successful catfish farmer in Kalasan, Yogyakarta, do not hesitate to share their knowledge with other farmers who are interested to pursue the cultivation of freshwater fish. He did not worry one day they will become competitors. "Why should be reluctant to share their knowledge and skills?" he says. "Even if we have to share it, not necessarily well people can just copy it. Through sharing, we ourselves will get more input. We even be getting smarter."

        Yes, giving is not going to make us lack. Instead, as confirmed Jesus, give us the resources to make it double. What we provide is not lost in vain, but will be returned to us in a hearty meal levels. This is contrary to the principle that run in the business world. Businesses are encouraged to spend as little as possible in order to reap maximum benefits. This kind of business principles arouse greed, while learning gives develop our generosity.

        We each must have something good - money, talent, time, energy, smile, forgiveness - to be distributed to people in need. We will not always receive a reply in exactly the same form, but no doubt we will experience blessings for peace. So, consider what you have and you can use the power to bless others. Such as catfish farmers earlier, why are reluctant to share?

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



** Firman Tuhan: 2 Raja-raja 5:11 ** 
"Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN... dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!"


       Kami kehilangan kontak dengan seorang saudara laki-laki kami selama 15 tahun. Berita terakhir yang kami dapat, ia berada di sebuah kota di Kalimantan Selatan, telah menikah dengan wanita setempat, berganti agama dan identitas. Pada pertengahan 2011, dua abang saya (salah satunya seorang angota TNI) mencarinya, tanpa alamat.

       Mereka bertanya kepada para kepala desa, ketua-ketua RT dan RW, tetapi tidak ada yang tahu. Mereka mencari komunitas-komunitas suku Batak, tetapi tidak mendapatkan informasi yang berarti. Setelah semua cara dilakukan, mereka menyerah dan bersiap pulang dengan tangan hampa. Ketika sepeda motor mereka berhenti di tepi jalan, seorang pemuda mendekati mereka dan bertanya, "Bapak kok mirip sekali dengan abang yang di sana itu?" Lalu mereka mengikuti pemuda itu ke sebuah daerah perkebunan yang cukup jauh. Puji Tuhan, mereka menemukan abang saya.


       Ketika Naaman mendatangi Elisa untuk disembuhkan dari kustanya, ia sudah memiliki konsep sendiri tentang bagaimana nabi Allah itu akan mengatasi masalahnya. Lalu ia disuruh mandi tujuh kali ke dalam sungai Yordan. Hanya itu. Dan ia menolaknya. Cara Tuhan itu sama sekali lain dari bayangannya semula. Namun, berkat nasehat bijak para pegawainya, akhirnya ia taat. Hasilnya, ia pun sembuh.


       Manusia sering kali mengambil peran Tuhan dalam melakukan sesuatu. Mereka membatasi Tuhan sehingga akhirnya gagal melihat-Nya berkarya. Terbukalah kepada-Nya dan taatilah Dia, maka Anda akan terpesona akan Dia.



SERING KALI TAK TERDUGA DAN BERBEDA DARI PEMIKIRAN KITA,
TETAPI CARA TUHAN TETAP YANG TERBAIK 



-------------------------------------------------------------------------------------------------------


** Scripture: 2 Kings 5:11 **
"I thought that he would surely come out to me and stand and call on the name of the Lord ... and cure the skin disease!"
 

        We lost contact with a brother us for 15 years. The last news we could, he was in a town in South Kalimantan, has been married to a local woman, change his religion and identity. In mid-2011, my two brothers (one of them a member of the military) looking for, without the address.

        They asked the village chief, the heads of RT and RW, but no one knows. They are looking for Batak communities, but did not get meaningful information. Once all of the way done, they give up and get home empty-handed. When the motorcycle they were stopped on the roadside, a young man approached them and asked, "You really look a lot like a brother over there?" Then they followed him to a plantation area is quite remote. Praise the Lord, they found my brother.

        When Naaman came to Elisha to be healed of his leprosy, he already has his own concept of how God's prophet would solve the problem. Then he was told to bathe seven times in the Jordan River. Just that. And he rejected it. God's way is completely different from the original shadow. However, thanks to the wise counsel of his employees, he finally obeyed. The result, he was cured.

        Humans often take on the role of God in doing something. They limit God and therefore failed to see his work. Be open to Him, and obey Him, then you will be enthralled him.
 
OFTEN UNEXPECTED AND DIFFERENT FROM OUR THOUGHTS,
HOW GOD BUT STILL THE BEST
 

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



** Firman Tuhan: 1 Yohanes 2:15, 17 **
"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya ... dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya"


       Seorang duta besar diutus ke sebuah negara yang sangat berbeda dari negara asalnya. Berbulan-bulan lamanya ia harus beradaptasi dengan bahasa dan budaya di sana. Namun, bayangkanlah jika ia menjadi begitu terpikat dengan nilai-nilai dan tradisi negara tersebut. Ia mulai menganggap negara itu sebagai negaranya sendiri. Apakah ia masih dapat menjalankan tugasnya sebagai duta besar sebagaimana mestinya? Bisa jadi ia tidak lagi objektif dan tak lagi berpihak pada kebijakan negara asalnya.

       Rasul Yohanes mengingatkan bahaya yang sama bisa terjadi pada orang-orang percaya. Karena tinggal di dalam dunia, hati kita bisa begitu melekat pada berbagai hal di dalamnya (
1 Yohanes 2:15). Di sini rasul Yohanes tidak sedang menuding suatu gaya hidup tertentu, penampilan tertentu, atau kepemilikan harta dalam jumlah tertentu. Ia sedang berbicara tentang kondisi hati saat umat Tuhan menanggapi apa yang ada di sekitarnya. Kondisi hati yang menganggap bahwa apa yang ditawarkan dunia jauh lebih baik daripada apa yang ditawarkan Tuhan. Anggapan yang keliru! Dunia yang hanya sekelumit dari ciptaan Tuhan, tidak akan bertahan. Apa yang disediakan Sang Pencipta bagi masa depan anak-anak-Nya jelas jauh lebih baik dan terjamin. Dunia ini bukanlah rumah kita.
 

       Tidak ada salahnya menikmati hal-hal baik yang Tuhan sediakan selama kita hidup di dunia. Namun, entah itu musik, film, teknologi, pakaian, jabatan, atau yang lain, ketika itu mulai menjadi tuntutan dan kebahagiaan kita bergantung pada pemuasannya, waspadalah! Kita sedang mengasihi dunia lebih dari Tuhan, dan jelas akan kehilangan hal-hal terbaik dari-Nya.


KITA TIDAK DIUTUS KE TENGAH DUNIA UNTUK MENYERUPAI DUNIA,
TETAPI UNTUK MENUNJUKKAN BAHWA TUHAN LEBIH BERHARGA DARINYA.



-------------------------------------------------------------------------------------------------------

 
** Scripture: 1 John 2:15, 17 **
"Do not love the world or the things in it ... this world is passing away with desire, but the one who does the will of God abideth for ever"
 

        An ambassador was sent to a country very different from their home country. For months he had to adapt to the language and culture there. However, imagine if he becomes so enamored with the values ​​and traditions of the country. He came to regard the country as their own country. Is he still able to perform his duties as ambassador as it should? It could be that he is no longer objective and policies no longer in favor of the home country.

        The Apostle John warned against the same could happen to the believers. Because living in the world, our hearts can be so attached to various things in it (
1 John 2:15). Here the apostle John was not being accused of a certain lifestyle, a certain look, or the possession of a certain amount. He was talking about the current condition of the hearts of God's people respond to what's around it. Heart condition which assumes that what the world has to offer is much better than what God has to offer. False assumption! World are just a few of the creatures of God, will not survive. What the Creator provided for the future of his children obviously much better and secure. This world is not our home.

        There is no harm in enjoying the good things that God has provided for us to live in the world. However, whether it's music, movies, technology, clothing, position, or else, when it began to be a demand and our happiness depends on gratification, beware! We're loving the world more than God, and obviously will lose the best things from him.



WE DO NOT sent to CENTRAL WORLD FOR WORLD RESEMBLE,
BUT GOD TO SHOW THAT MORE VALUABLE THEREOF.
 

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Mazmur 10:6 **
"[Orang fasik] berkata dalam hatinya: Aku takkan goyang. Aku tidak akan ditimpa malapetaka turun temurun.." 


       Siapa sih orang fasik itu? Pertanyaan menarik itu terlontar dalam sebuah pertemuan di kantor. Apakah orang fasik sama dengan orang yang tidak percaya Tuhan? Apakah orang fasik identik dengan orang jahat? Apakah ada orang kristiani yang bisa disebut fasik?
 

       Pada dasarnya orang fasik adalah orang yang congkak, merasa ia tahu apa yang baik (Mazmur 10:2-3, 6). Hukum-hukum Allah tidak relevan baginya (Mazmur 10:5). Ia melakukan segala sesuatu sesuai dorongan hatinya, tanpa berpikir tentang apa yang menjadi kehendak Allah, apa yang memuliakan Allah, bagaimana ia harus bergantung kepada Allah. Ia bukan orang yang ateis, tetapi ia hidup seolah-olah Allah tidak ada, tidak melihat, dan tidak akan menuntut pertanggungjawaban atas hidupnya (Mazmur 10:4, 11). Dalam bagian-bagian lain di Alkitab kita bisa melihat bahwa para pemimpin rohani pun bisa terjebak dalam dosa kefasikan (Yeremia 23:11).
 

       Seberapa sering kita berpikir tentang Allah dan kehendak-Nya dalam menjalani hidup? Kita bisa beribadah beberapa jam lalu melanjutkan hidup seolah-olah Dia tidak melihat. Kita bisa melakukan banyak hal yang baik tanpa memikirkan Allah sama sekali. Kita jarang berpikir tentang tanggung jawab kita kepada Pencipta kita dalam bekerja. Kita merasa cukup baik karena tidak melakukan dosa-dosa besar. Kita tidak tertarik membangun relasi yang intim dengan Allah. Dalam derajat tertentu, kita pun bisa berlaku fasik sehingga pola pikir dan perilaku kita tidak banyak berbeda dengan orang-orang yang belum mengenal Allah. Kefasikan memberi ruang bagi dosa-dosa lain untuk bertumbuh. Waspadalah!


HINDARKAN DIRI DARI KEFASIKAN DENGAN MENYADARI BAHWA ALLAH HADIR
DAN TERLIBAT DALAM HIDUP KITA SETIAP HARI.



-------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

** Scripture: Psalm 10:6 **
"[The wicked] said to himself: I will not shake. Overwritten misfortune I will not hereditary .."



        Who the hell is the wicked? The interesting question came out in a meeting at the office. Do the same with the wicked people who do not believe in God? Is synonymous with wicked bad guy? Are there any Christians who can be called wicked?

        Basically the wicked is the proud, feels he knows what is good (Psalm 10:2-3, 6). God's laws are not relevant for him (Psalm 10:5). He does everything according impulsively, without thinking about what the will of God, what is glorifying God, how he had to depend on God. He was not an atheist, but he lives as if God does not exist, do not see, and will not answer for his life (Psalm 10:4, 11). In other parts of the Bible we can see that the spiritual leaders can get caught up in sin wickedness (Jeremiah 23:11).

        How often do we think about God and His will in life? We can worship a few hours and then continued to live as if He does not see. We can do a lot of good things without thinking about God at all. We rarely think about our responsibility to our Creator in the works. We feel pretty good because it does not commit major sins. We are not interested in building an intimate relationship with God. In a certain degree, we can also act wickedly so our mindset and behavior is not much different from those who do not know God. Wickedness make room for the sins of others to grow. Beware!
 
GODLESSNESS refrain FROM GOD TO REALIZE THAT THERE
AND INVOLVED IN OUR LIVES EVERYDAY.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Mazmur 100:3 ** 
"Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya" 


       Apa lagu Natal favorit Anda? Banyak orang senang menyanyikan lagu Jingle Bells, bahkan menjadikannya bagian dari ibadah perayaan Natal. Tahukah Anda bahwa lirik asli lagu ini bercerita tentang asyiknya naik kereta salju dengan lonceng yang berdentang sepanjang jalan? Sama sekali tak berkaitan dengan kelahiran Yesus. Memang dalam bahasa Indonesia liriknya diubah, tetapi, entah berapa banyak orang yang menyadarinya. Kerap sesudah menyanyikan lirik bahasa Indonesia, orang menyambungnya dengan lirik bahasa Inggris.

       Bukan hanya saat Natal, mungkin saja kita memang jarang berpikir panjang tentang apa yang kita nyanyikan saat ibadah. Tidak demikian halnya dengan pemazmur. Ia menasihati jemaat yang datang beribadah: Ketahuilah siapa Tuhan yang kamu sembah dan siapa kamu di hadapan-Nya! (ayat 3). "Ketahuilah" di sini bukan sekadar mengetahui informasi tentang Tuhan, tetapi mengenal Dia dengan karib, sehingga ketika ada pernyataan-pernyataan yang keliru tentang Dia, kita dapat segera meluruskannya. Jemaat harus tahu jelas kepada siapa penyembahan mereka ditujukan. Penghormatan, rasa syukur, dan pujian sejati lahir dari pengenalan yang karib akan Pribadi dan karya Tuhan.

       Tanpa pikir panjang, kita bisa memiliki cara pandang atau membuat pernyataan yang keliru tentang Tuhan. Mempersiapkan Natal di tempat kita masing-masing, mari pikirkan baik-baik acara-acara perayaan yang diadakan, serta lagu-lagu yang diperdengarkan. Apakah Pribadi dan karya Tuhan dinyatakan dengan benar di sana? Apakah melaluinya orang akan dibawa untuk mengakui kebesaran Tuhan, makin mengasihi dan menghormati-Nya?


APA YANG KITA NYATAKAN TENTANG TUHAN
MENGGAMBARKAN APA YANG KITA PIKIRKAN TENTANG DIA.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Yesaya 61:1 **
... Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati". 




       Hanya pemberian kecil dan doa singkat, tetapi itu membuat sepasang mata di depan saya memerah "Baru kali ini ada yang begitu peduli sama saya, " ujarnya lirih. Ia mengaku jarang sekali berdoa. "Mungkin nantilah saya mikir tentang Allah, sekarang saya hanya mau cari uang untuk anak saya." Meski tak terucap gamblang, sikapnya menunjukkan siapa Allah baginya. Pribadi yang jauh di atas sana dan tak cukup peduli dengan orang lemah seperti dirinya.


       Namun, kita tahu bahwa Allah peduli. Yesaya dan nabi-nabi lainnya diutus untuk memberitakan rahmat Allah kepada yang lemah dan miskin. Allah sendiri datang sebagai manusia di dalam Yesus Kristus untuk menyentuh manusia secara fisik. Dia berkeliling untuk menghibur dan memulihkan. Dia ikut merasakan bahkan menanggung penderitaan sampai ke atas salib (bandingkan ayat 1-2 dengan Lukas 4:18-21). Yesus datang untuk mewartakan betapa Allah memperhatikan dan berkehendak membebaskan manusia dari kebutaan fisik dan hati, dari penindasan dan ketidakadilan. Tidakkah para pengikut Yesus juga dipanggil untuk mewartakan kabar baik yang sama?


       Hari ini, enam benua bersehati dalam Hari Doa Sedunia untuk Orang-Orang yang Miskin dan Sengsara (Global Day of Prayer for the Poor and Suffering). Mari ikut menggerakkan keluarga dan komunitas kita untuk berseru kepada Allah bagi jutaan penduduk dunia yang membutuhkan kesembuhan, keadilan, keamanan, air bersih, tempat tinggal, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Mohon Allah membangkitkan dan memperlengkapi orang-orang kristiani, termasuk diri kita, untuk mewartakan tahun rahmat Tuhan kepada mereka yang membutuhkan. 



APA YANG AKAN KITA DOAKAN, BERIKAN, DAN LAKUKAN UNTUK MENJADI
SALURAN RAHMAT TUHAN BAGI YANG MISKIN DAN MENDERITA?

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Yohanes 15:14 **
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu."


    
       Bagaimana perasaan Anda jika hari ini telepon berdering dan seseorang di seberang sana mengabarkan bahwa Anda terpilih untuk menghadiri jamuan makan malam di istana presiden? Untuk lebih meyakinkan Anda, ia menyebutkan identitas lengkap Anda berikut nomor-nomor dokumen kewarganegaraan Anda. Begitu telepon ditutup Anda mungkin tidak tahan untuk tidak menceritakannya kepada seisi rumah, bahkan teman-teman dekat Anda.

       Bagaimana perasaan Anda mendengar Yesus berkata, bahwa Dia mengasihi Anda, dan Anda adalah sahabat-Nya? Adakah perasaan bangga, terhormat, sekaligus gentar menyelimuti, karena Tuhan Yang Mahakuasa, menganggap kita begitu berharga? Dia tidak harus melakukannya. Dia bukan Pribadi kesepian yang membutuhkan sahabat. Namun, bukankah seringkali kita menggambarkan Tuhan seperti layaknya seseorang yang memelas meminta persahabatan kita. Seolah-olah karena Tuhan sudah berkorban begitu banyak, kita harus memperhatikan dan membalas budi baik-Nya: "Tuhan sungguh ingin bersahabat dengan kita! Tidakkah kita juga mau bersahabat dengan-Nya?"

       Menjadikan kita sahabat itu sepenuhnya pilihan Yesus, bukan sesuatu yang tergantung kita (Yohanes 15:16). Kita tidak sedang diajak bersimpati dengan-Nya, kita sedang menerima kehormatan yang besar dari-Nya! Dengan tegas Yesus memberitahukan syarat untuk menerima kehormatan itu: taatilah perintah-Nya, perhatikanlah semua firman-Nya (Yohanes 15:14-15). Tidak lagi dengan mental seorang pesuruh yang hanya mengikuti instruksi, tetapi sebagai sahabat yang melakukan sesuatu dengan kasih. Apakah Anda sahabat Yesus?


MENJADI SAHABAT YESUS ADALAH SEBUAH KEHORMATAN, BUKAN AJAKAN BERSIMPATI APALAGI SEBUAH PAKSAAN.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Wahyu 2:4 **
"Meskipun demikian, Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." 



       Soren Kierkegaard mengarang cerita tentang seorang pria dari negeri Barat yang datang ke Tiongkok dan menjalin cinta dengan seorang wanita di sana. Ketika pulang ke negeri asalnya, ia berjanji kepada sang wanita untuk mempelajari bahasa Mandarin supaya mereka dapat saling menulis surat cinta. Ia memenuhi janjinya dengan belajar bahasa Mandarin sampai ke perguruan tinggi. Bahkan, ia menjadi guru besar bahasa itu. Namun, ia akhirnya lebih mencintai bahasa Mandarin dan profesi barunya sebagai guru besar. Ia tak lagi peduli untuk menulis surat kepada sang kekasih, apalagi kembali ke Tiongkok. Ia melupakan kasihnya yang semula kepada sang kekasih.
     
       Hati kita miris membaca ironi cerita di atas. Namun demikian, ironi ini kerap dilakukan anak-anak Tuhan. Itu pulalah yang terjadi di tengah-tengah jemaat Efesus. Di satu sisi, mereka memiliki aneka prestasi yang mengagumkan. Mereka suka berjerih lelah, tekun melayani, rajin menguji ajaran palsu, dan sabar menderita bagi Tuhan (Wahyu 2:2-3, 6). Akan tetapi, Tuhan tetap mencela dan menegur mereka. Mengapa? Karena, jauh di dalam hati, mereka sudah kehilangan kasih yang semula kepada-Nya (Wahyu 2:4). Aktivitas mereka yang secara lahiriah sangat padat dan sibuk, tidak dibarengi dengan kedalaman kasih mereka kepada Tuhan.

       Apakah kita memiliki kecenderungan seperti jemaat di Efesus? Kita suka melayani. Kita menegakkan ajaran yang benar. Kita mau menderita bagi Tuhan. Akan tetapi, kita sudah melupakan kasih yang semula kepada Tuhan. Camkanlah peringatan Tuhan Yesus ini dan bertobatlah sekarang juga.


INILAH PERMOHONANKU YANG TULUS: LEBIH MENGASIHI ENGKAU, OH KRISTUS!

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Lukas 2:25-26** 
"ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel ... Kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias ... "

    
       Menantikan sesuatu mungkin membosankan bagi banyak orang. Tetapi tidak bagi pemerintah kota London serta sekitar 10.000 atlet dari 204 negara peserta Olimpiade 2012. Sejak empat tahun silam kebanyakan atlet sudah mulai mempersiapkan diri dengan latihan-latihan serta pengaturan pola makan yang ketat. London sendiri melakukan berbagai pembenahan kota sejak masuk nominasi delapan tahun sebelumnya. Mereka menantikan sesuatu yang istimewa dan tak sehari pun mereka lalai memikirkannya.

       Simeon dan Hana menantikan sesuatu yang jauh lebih istimewa: kedatangan Sang Mesias! Kedua orang ini tampaknya telah menanti sangat lama. Simeon sudah uzur dan tinggal menunggu ajal menjemput, sementara Hana sudah berusia 84 tahun (Lukas 2:6, 29, 37). Bagaimana mereka melewati masa penantian yang panjang itu? Hana berpuasa dan berdoa siang dan malam (Lukas 2:37). Simeon tampaknya telah banyak bertekun dalam firman dan doa sehingga ia sangat memahami banyak nubuat tentang Sang Mesias (Lukas 2:25, 28-32).

       Kedatangan Sang Mesias kini kita ingat dan syukuri tiap kali Natal menjelang, disertai pengharapan akan kedatangan-Nya yang kedua kali kelak. Kita menyebutnya Adven, bahasa Latin untuk kata kedatangan, yang dimulai empat minggu sebelum Natal. Apa yang kita lakukan dalam masa penantian ini? Sibuk berbelanja, mencari tambahan penghasilan, atau mengambil waktu lebih banyak untuk merenungkan makna kedatangan-Nya? Mari arahkan hati agar kita peka mendengar apa yang Dia ingin kita lakukan menjelang perayaan Natal tahun ini, juga menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali.


NANTIKANLAH KEDATANGAN TUHAN DENGAN HATI YANG PENUH HARAP AKAN DIA.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Bacaan: Kolose 3:15-17

        Pernahkah kita memperhatikan bahwa beberapa ayat Alkitab tampak lebih mudah dihafalkan daripada dipraktekkan? Salah satu ayat yang langsung teringat adalah “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (I Tesalonika 5:18). Kata “segala hal” san
gat menantang sebab ada beberapa situasi tertentu dimana kita tidak merasa bersyukur. Ada masalah-masalah yang kita hadapi yang berdampak secara negatif kepada setiap aspek kehidupan kita, mencuri sukacita dan memalingkan fokus kita dari sang Juruselamat.


        Selama bertahun-tahun, ada saat-saat dimana saya naik ke mimbar selagi ibadah gereja dimulai dan hati saya berada di tempat lain. Saya telah siap secara mental dan rohani untuk berkhotbah – namun secara emosional, saya bergumul dengan hal-hal lain yang menghancurkan hati saya.
        Pada saat-saat itulah saya mengalami sesuatu yang luar biasa. Selagi orkestra mulai bermain dan jemaat mulai bernyanyi, hati saya akan meresponi kata-kata dalam lagu-lagu hymne itu. Mazmur 22:4 mengatakan kepada kita bahwa Tuhan bersemayam di atas puji-pujian kita, karenanya adalah hal yang baik bagi kita untuk bersyukur kepada-Nya ’dalam segala hal” – bahkan pada saat situasi yang paling berat sekalipun. Sikap bersyukur mengubah fokus saya dari kesukaran yang saya hadapi kepada karakter, pemeliharaan dan kasih Tuhan yang luar biasa. Tiba-tiba kesukaran saya nampak tidak lagi membebani.
        Alkitab mendorong kita untuk selalu menyuarakan ucapan syukur kita kepada Tuhan, apapun yang kita hadapi. Mengapa? Sebab ketika kita berfokus pada Tuhan dan bukan pada masalah, kita menyadari, Ia telah memberikan kemenangan kepada kita.

Tuhan Yesus selalu mengasihi, memberkati, memelihara dan menyertai kita semua. Amin

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Adalah seorang Bapak yang berprofesi sebagai pengusaha. Setiap hari Bapak ini harus menyeberang sungai dengan sebuah kapal kecil untuk menuju ke kantornya. Sebelum pergi, biasanya ia mampir di sebuah kedai yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan itu untuk minum kopi. Di sekitar kedai itu ada beberapa anak kecil yang menawarkan jasa semir sepatu kepada pria-pria yang sedang duduk menikmati hangatnya kopi pagi.

Bapak inipun memanggil seorang anak kecil untuk menyemir sepatunya. "Nak, mari datang kemari. Tolong semirkan sepatu Bapak ya?" Anak kecil itupun datang menghampiri Bapak ini dan dengan penuh semangat mulai menyemir sepatunya. Dari mata anak itu terpancar betapa senangnya ia melakukan pekerjaan itu untuk Bapak ini. Setelah selesai, sejumlah uangpun diberikan kepadanya, dan anak itu mengucapkan terima kasih.

Keesokan harinya, ketika Bapak ini baru saja turun dari kapal kecil yang ditumpanginya, dari kejauhan anak itu segera berlari mendapatkan Bapak ini. Dengan senang hati ia membantu membawa tas Bapak ini sampai ke kedai kopi. Sementara Bapak ini menikmati hangatnya kopi pagi, anak kecil itu menyemir sepatunya sampai mengkilap. Seperti biasanya, setelah anak itu selesai menyemir sepatu, Bapak ini kemudian memberikan sejumlah uang kepadanya.

Kejadian ini terus saja berulang sampai suatu pagi terjadi suatu hal yang tidak seperti biasanya. Pagi itu, ketika anak kecil ini melihat sang Bapak turun dari kapal, dengan sekuat tenaganya ia berlari mendapatkannya dan membawa tasnya sampai ke kedai kopi. Ia membuka sepatu Bapak ini dengan tangannya sendiri dan kemudian menyemir sepatunya sampai mengkilap. Dari sorot matanya yang polos, ia melakukannya dengan penuh antusias. Setelah selesai, Bapak ini kemudian mengeluarkan sejumlah uang dari kantongnya untuk memberikannya kepada anak itu. Tapi reaksinya sungguh berbeda. Anak itu menolak pemberian Bapak ini.

Bapak ini kaget. ‘Apa yang terjadi? Apa ia tidak membutuhkan uang?', tanya Bapak itu dalam hatinya. Kemudian dengan lembut Bapak ini bertanya sambil menatap wajah anak itu, "Nak, kenapa kamu tidak mau mengambil uang ini? Apakah kamu tidak membutuhkannya?­" Dengan mata berkaca-kaca anak kecil tersebut menjawab, "Pak, saya ini anak yatim piatu. Saya hidup di jalanan. Kedua orang tua saya sudah lama meninggal. Saya belum pernah merasakan bagaimana kasih sayang orang tua. Tetapi ketika kita pertama berjumpa dan Bapak memanggil saya dengan sebutan, ‘Nak, mari datang kemari', sewaktu Bapak memanggil saya ‘Nak', saya merasa seperti anak Bapak. Saya merasa memiliki ayah lagi. Oleh sebab itu saya tidak mau lagi mengambil uang yang Bapak berikan kepada saya. Mulai sekarang, tidak ada satupun yang tidak ingin saya buat bagi Bapak. Semuanya saya mau lakukan untuk menyenangkan hati Bapak."

Kemudian sambil menangis, sambil memegang bahu anak itu dan memandang wajahnya, Bapak itu bertanya, "Nak, maukah mulai saat ini juga kamu tinggal bersama saya dan menjadi anak saya?" Sambil memeluk erat Bapak itu anak ini menjawab, "Ya, Pak. Saya mau!"

Bukankah demikian dengan kita? Ketika kita sebagai anak yang terhilang, Tuhan datang sebagai Bapa yang baik menghampiri dan memanggil kita, "Nak, mari datang kemari!" Saat suara itu memanggil, kita merasakan kembali kasih Bapa. Ketika kita merasakan kasihNya yang besar, kasih tanpa batas dan tanpa syarat itu, kasih Bapa itu pula yang dapat membuat kita berkata seperti anak kecil itu, "Mulai sekarang, tidak ada satupun yang tidak ingin saya buat bagi Bapak. Semuanya saya mau lakukan untuk menyenangkan hati Bapak."

TUHAN YESUS Memberkati kita semua :)


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
       Dalam sebuah pertemuan hamba-hamba Tuhan, seorang pembicara berkata, bahwa kecuali Yudas Iskariot, maka semua rasul Yesus di gereja awal meninggal sebagai martir.
Ada yang mati dibunuh dengan pedang, ada yang diseret kuda sampai mati, ada yang dilempar dari bubungan bait Allah hingga tewas, ada yang mati dicambuk, mati ditombak, mati disalib dengan kepala di bawah (Rs Petrus).

 

       Namun ada juga yang sudah disiksa tetapi gak mati-mati juga, bahkan sudah digoreng, yaitu rasul Yohanes. Maka beliau dibuang di pulau Patmos dengan harapan mati merana, tetapi Tuhan punya rencana lain, bahkan di pulau terpencil ini Yohanes menerima wahyu Yesus Kristus yang terkenal itu.
Kisah selengkapnya untuk kematian para rasul Yesus dan cuplikan kisahnya saya sertakan di akhir artikel ini.
Yang menarik dari kematian para Martyr itu adalah, bahwa mereka menjalani segala hukuman itu dengan GAGAH BERANI ! Rupa-rupanya rasa sakit dari sebab aniaya bukan sesuatu yang menghantui mereka.
Jika Anda membaca kisah selengkapnya, Anda akan menemukan bagaimana para Martyr itu terus saja “mengoceh” memberitakan injil. Mereka terus saja membuka mulutnya ngomong injil, sampai tidak bisa ngomong lagi, lantaran sudah putus nyawanya. Ruarrr biasa.

Filipi 1:29
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,
Saya begitu yakin bahwa mereka bukan sekedar pura-pura berani padahal takut setengah mati menghadapi maut, namun mereka sungguh-sungguh berani.

2 Timotius 1:6,7
Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Ternyata kuncinya adalah keberadaan Roh Kudus yang memberikan juga karunia untuk menderita bagi Kristus.
Setiap orang kristen dapat menguji dirinya sendiri, seandainya saat ini Anda atau saya tiba-tiba didatangi seseorang yang memaksa Anda atau saya meninggalkan kekristenan atau mati dibunuh, apakah keputusan kita?

       Jawaban yang jujur akan mengindikasikan keadaan rohani kita: Roh Kuduskah yang memenuhi kita (tidak takut mati demi iman kepada Yesus) ataukah roh ngacir ?
Karena Roh Kudus adalah roh yang memampukan seseorang untuk taat Fitman Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.

       Sejarah meninggalnya 13 rasul Tuhan Yesus Kristus ( Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Petrus, Yakobus saudara tiri Tuhan Yesus, Yakobus anak Zebedeus, Bartolomeus, Andreas, Thomas, Yudas saudara Tuhan Yesus, Matias pengganti Yudas Iskariot, Paulus) merupakan bagian dari sejarah gereja yang perlu diketahui orang Kristen, supaya lewat hal tersebut kita semua beroleh kekuatan dan penghiburan untuk menghadapi setiap kesulitan hidup ini.

       Salah satu sumber yang turut memberikan informasi tentang sejarah meninggalnya para rasul dari Tuhan Yesus adalah Eusebius. Ia menulis buku tentang sejarah meninggalnya para rasul di tahun 325 yang berjudul: “Rasul dan murid dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkotbahkan Injil ke seluruh dunia” . Tulisan ini telah ditelusuri dan diselidiki ulang untuk membuktikan akan kebenaran dari tulisan tersebut oleh penulis sejarah gereja ternama, yaitu: Mr. Schumacher.


Berikut ini sejarah meninggalnya para rasul Tuhan Yesus Kristus :

1. Rasul penulis Injil Matius, seorang kelahiran Nazareth, kampung halaman Tuhan. Ia menulis Injilnya dalam bahasa Ibrani kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani oleh Yakobus saudara Tuhan. Wilayah kerjanya memberitakan Injil adalah Partia dan Ethiopia, disana ia menjadi martir disiksa dan dibunuh dengan pedang di Ethiopia, ada pula yang mengatakan ia ditombak di kota Nadabah pada tahun 60 M.




2. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.

3. Lukas mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

4. Yohanes direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih menyelamatkannya maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara disana. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan ilham sehingga ia bisa menulis injil. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya murid Yesus yang bisa mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.




5. Petrus telah disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasangnya berbeda, ialah secara huruf X, karena itulah permohonan yang ia ajukan sebelum ia disalib,dimana ia memohon untuk disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti  Yesus.





6. Yakobus anak Alfeus, saudara Yesus dan penulis surat Yakobus.
Waktu dan cara kematiannya, yang tepat, tidak diketahui dengan pasti meskipun dipercaya itu terjadi pada tahun 66 M. Menurut Flavius Josephus, ahli sejarah Yahudi, imam besar Ananus memerintahkan agar Yakobus dihukum mati dengan dirajam batu. Namun Hegesippus, penulis Kristen awal, mengutip ahli sejarah abad ke-3 Eusebius, berkata bahwa Yakobus dilemparkan dari menara Bait Allah. Versi tentang kematiannya lebih lanjut menyatakan bahwa ia tidak mati setelah dijatuhkan, jadi kepalanya dipukul dengan pentung yang lebih padat, yang mungkin adalah pentung yang digunakan untuk memukul pakaian, atau pukul besi yang digunakan oleh tukang besi. Orang-orang Yahudi yang membunuhnya sangat mengagumi sifat perilakunya dan menjulukinya "Yakobus si orang benar".




7. Yakobus anak Zebedeus adalah seorang nelayan dan ia adalah murid pertama yang dipanggil untuk ikut  Yesus, ia dipenggal kepalanya di Yerusalem. Pada saat-saat ia disiksapun, ia tidak pernah menyangkal  Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan menyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi yang menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar hanya untuk turut menyaksikannya saja, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doanya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai pengikutnya.




8. Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas kebeset.




9. Andreas juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan oleh Andreas sebelum ia meninggal dunia: “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul dimana saya bisa turut merasakan “happy hours” dengan disiksa dan disalib seperti Yesus.” Bahkan pada saat ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, ia berkotbah terus dua hari sebelum ajalnya tiba.Berkotbah sambil dihukum cambuk.”






10. Rasul Tomas yang disebut Didimus, murid Tuhan yang sangat terkenal karena ingin mencucukkan jarinya ke bekas paku di telapak tangan Tuhan, untuk memuaskan keingintahuannya. Ia  memberitakan Injil ke Persia, Parthia, dan India. Di Calamina, India, ia disiksa oleh orang kafir yang marah, tubuhnya ditusuk tombak dan dilemparkan ke dalam nyala api oven. *Selain dimasukin ke tungku api, perutnya dihancurkan juga.*




11. Yudas anak Yakobus
disebut juga Tadeus, sokoguru di Yerusalem. Yudas disalibkan di Edesa,  kota kuno Mesopotamia, tahun 72 M, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.





12. Matias, Rasul pengganti Yudas Iskariot.
Hampir tidak ada sesuatu yang diketahui tentangnya. Tetapi dikatakan bahwa ia dirajam batu di Yerusalem dan kemudian dipancung, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.

 


13. Simon orang Zelot
Ia memberitakan Injil di Mauritania di Afrika dan Inggris. Di Inggris ia disalibkan pada tahun 74 M karena ia tidak bersedia untuk mengingkari imannya pada Yesus.




14. Filipus
kelahiran Betsaida di Galilea telah bekerja dengan giat mengabarkan Injil di Asia. Ia dilarang memberitakan Injil kemudian dijebloskan ke dalam penjara lalu dihukum mati tepat setelah 10 tahun kematian Rasul Yakobus, pada tahun 54 M. Rasul Filipus dikatakan telah dihukum cambuk dan dilemparkan ke dalam penjara serta kemudian disalibkan di Hierapolis di Phrygia.




Rasul Paulus disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaiser Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah rasul yang paling lama mengalami masa siksaan dipenjara. Kebanyakan surat-surat dari Rasul Paulus dibuat dan dikirim dari pernjara. 14. Disamping kisah para rasul yang ditulis oleh ahli sejarah Eusebius, ia juga menceritakan tentang seorang penginjil yang matanya dibakar sampai buta dengan catatan bahwa kalau ia buta, maka ia tidak akan bisa membaca Alkitab lagi dengan mana ia tidak akan bisa mengabarkan Injil lagi. Tetapi kenyataannya ia tetap mengambarkan Injil berdasarkan ayat-ayat yang telah dipelajari dan diingat sebelumnya.

(Dikumpulkan dari Berbagai Sumber)

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Mazmur 139:23 ** 
“Selidikilah aku ya Allah dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku. Lihatlah apakah jalanku serong dan tuntunlah aku di jalan yang kekal.”



       Gunung es adalah suatu bongkahan besar es air tawar yang telah terpecah dari akumulasi endapan salju yang membatu selama rentang waktu yang lama dan mengambang di perairan terbuka. Sekitar 80-90% volume gunung es berada di bawah permukaan air laut, besar dan bentuknya sulit diperkirakan hanya berdasarkan apa yang tampak di permukaan.

        Hati dan pikiran manusia juga disadari Daud bagaikan gunung es. Kompleks. Sulit ditebak hanya berdasarkan apa yang tampak di luar. Ia pun meminta Tuhan menyelidiki hatinya. Daud mengenal Tuhan sebagai Pribadi yang Mahahadir (omnipresence), Mahatahu (omniscience) dan Mahakuasa (omnipotence). Tuhan hadir ketika ia melakukan segala sesuatu (Mazmur 139:1-4), sejak terbit fajar hingga tengah malam (Mazmur 139:9-10), sejak ia dibentuk dalam kandungan (ayat 14-16), hingga nanti ia turun ke dalam dunia orang mati (Mazmur 139:7-8). Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Pemahaman akan kemahatahuan Tuhan bukan merupakan ancaman bagi Daud, malahan menjadi penolong bagi dirinya yang penuh ketidaktahuan dan keterbatasan. Kemahahadiran dan kemahatahuan Tuhan juga menjadi jaminan bahwa Dia berkuasa menyelidiki hati, menguji pikiran, serta memperbaiki apa yang keliru di dalamnya.

       Seringkali kita tampak “baik-baik saja” di luar, namun, jikalau kita mau jujur dan mengizinkan Tuhan menyelidiki diri kita, ada banyak hal yang mesti kita tinggalkan, perbaiki, dan mohonkan pengampunan. Dalam kesadaran akan ketidakberdayaan kita menghadapi “fenomena gunung es” di dalam diri, maukah kita dengan rendah hati berseru: ”Allah Yang Maha Tahu, selidikilah diriku, dan tuntunlah aku di jalan-Mu”?


KATA HATI BISA SAJA MENIPU.
MINTALAH DIUJI OLEH ALLAH YANG MAHATAHU

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



** Firman Tuhan: Amsal 16:32** 
"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."


        Saya berusaha mengendalikan diri. Tetapi, orang itu mulai lagi. Kata-katanya seperti pisau, memutuskan benang-benang yang baru saja mengatupkan luka hati saya. Perih. Saya tidak tahan. Perkataan saya meledak seperti granat tangan. Melukai yang mendengar dan saya sendiri. Sisa hari itu saya gelisah. Saya tahu Roh Tuhan di dalam saya ingin membuahkan pengendalian diri, tetapi saya menolak mendengarkan-Nya. Ini sudah kesekian kalinya, Tuhan. Orang itu harus tahu sakit hati saya. Kalau tidak bagaimana ia bisa berubah? Saya membela diri seperti seorang pahlawan kebajikan. Lalu saya terdiam. Sekarang saya telah menyakitinya, apa bedanya saya dengan dia?

        Mungkin Anda pernah mengalami pergulatan batin semacam itu dan mengalami sulitnya mengendalikan diri. Benarlah kata penulis kitab Amsal, merebut kota itu lebih mudah daripada menguasai diri (Amsal 16:32). Merebut kota mungkin hanya perlu waktu satu atau beberapa hari. Tetapi, pengendalian diri membutuhkan perjuangan setiap hari, tak berhenti sepanjang usia kita. Kadang kita berhasil, namun seringkali kita gagal. Kita harus terus menerus “melatih” diri kita (1 Korintus 9:27) untuk lebih mendengarkan tanggapan Roh Kudus daripada diri sendiri agar bisa memberikan respons yang tepat.

Apakah kita sedang mengendalikan atau justru dikendalikan oleh kebencian, kepahitan, sikap mengasihani diri, pikiran kotor, kekecewaan, kesombongan, ketamakan, dan berbagai sifat manusiawi kita? Jangan biarkan semua itu bertakhta di hati dan menjadi berhala diri. Mari mohon Roh Kudus menolong kita bertumbuh dan menghasilkan buah-buah pengendalian diri.


 
ROH KUDUS MENOLONG KITA MENGENDALIKAN DIRI
KETIKA KITA MENDENGARKAN-NYA SETIAP HARI
.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

** Firman Tuhan:  KeLuaran 20:12 **
"Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah  yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu"  
 

**8 Hal Yang Perlu Diketahui: 
1. Anak terkadang berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya
2. Anak terkadang merasa terkekang oleh orang tuanya
3. Anak terkadang merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya
4. Anak terkadang merasa bahwa dirinya tidak di sayang
5. Anak terkadang memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya
6. Anak terkadang membingungkan harta warisan
7. Anak terkadang menganggap remeh sesuatu pekerjaan yang telah diberikan
8. Anak terkadang membentak orang tuanya saat berbicar. 

 
**8 Fakta yang tidak diketahui oleh anak:
1. Anak sering tidak mengerti jika dibalik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya
2. Anak sering tidak mengerti bahwa semua yang di lakukan orang tuanya hanya untuk kebaikan masa depan anak
3. Anak sering tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anak
4. Anak sering tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat dan disebut 
5.Orang tua jarang sekali memberitahukan mengenai pengorbanannya selama melahirkan anda
6. Orang tua telah mempersiapkan warisan terbaik (tdk selalu harta) untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan
7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah - susah di tempat orang lain.
8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek.
 

Mari kita renungkan kata-kata diatas untuk pembelajaran kita sebagai anak. Sayangi dan kasihi orang tua kita selama masih hidup. Karena tidak ada gunanya air mata diatas pusara saat sudah mereka sudah pergi meninggal untuk selamanya.
 
 
God bLess us :)

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Song