** Firman Tuhan : ibrani 12:14 ** 
"Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan."


Mari Saksikan Video ini :) 

Kiranya kita mempersiapkan diri menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kalinya, agar kita terangkat jumpai Yesus dan tidak mengalami masa kesusahan besar. 


-------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

** Scripture: Hebrews 12:14 **
"Pursue peace with all people and pursue holiness, because without holiness no one will see the Lord."


Let's Watch this video :)

May we prepare ourselves before the coming of the Lord Jesus the second time, so we lifted encounter Jesus and experience the great tribulation.


 


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Ayub 12:9, 21 **
"Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Allah yang melakukan itu; ... Dia yang ... melepaskan ikat pinggang orang kuat ..." 


       Apa yang Anda pikirkan ketika melihat orang cacat? Kasihan? Merasa ia tak bisa apa-apa? Carilah informasi tentang Natalia Partyka, Oscar Pistorius, Ni Nengah Widianingsih, dan Agus Ngaimin, atlet-atlet cacat dengan prestasi kelas dunia. Nick Vujicic dan Judy Siegle, jutaan orang diinspirasi oleh mereka. Bacalah kisah nyata tentang Joni Eareckson Tada, yang memberdayakan jutaan orang melalui pelayanan Joni and Friends. Tepatlah jika istilah disabled person (orang yang tak punya kemampuan) diganti dengan istilah differently-abled person (orang dengan kemampuan yang berbeda) atau disingkat diffable.

       Entah itu cacat bawaan maupun akibat kecelakaan, sulit memahami maksud Allah mengizinkannya. Seperti Ayub, mereka tentu bertanya-tanya mengapa Allah membiarkan hal buruk menimpa. Walaupun tak paham, Ayub mengakui bahwa Allah berhak untuk bertindak menurut pertimbangan-Nya yang mahabijak (Ayub 12:13). Adakalanya itu berarti memberikan kemenangan (Ayub 12:16), adakalanya itu berarti mengizinkan kegagalan (Ayub 12:17-25) Namun, Dia layak dihormati karena Dia Allah, bukan karena situasi yang dialami manusia.

       Belajar dari Ayub, Joni bertekad bahwa sesulit apa pun hari-harinya sebagai penyandang cacat, ia akan selalu mengasihi Allah dan membuat Allah dihormati tiap orang yang berinteraksi dengannya. Di Hari Difabel Internasional ini, mari mendoakan para penyandang cacat agar memiliki perspektif dan sikap serupa. Jika kita mengenal beberapa di antara mereka, pikirkanlah tindakan praktis apa yang dapat kita lakukan untuk menjadi saluran kasih Kristus bagi mereka.


DALAM HIKMAT ALLAH, SITUASI SULIT DIIZINKAN-NYA 
UNTUK MENYATAKAN KEMULIAAN-NYA.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

 
** Scripture: Job 12:9, 21 **
"Who among all these does not know that the hand of God has done this, ... She is ... release the strong belt ..."
 

        What do you think of when looking at the disabled? Pity? Feels he can not do anything? Look for information about Natalia Partyka, Oscar Pistorius, Ni Nengah Widianingsih, and Agus Ngaimin, handicapped athletes with world-class performance. Nick Vujicic and Judy Siegle, millions of people are inspired by them. Read the true story of Joni Eareckson Tada, who empowers millions of people through the ministry of Joni and Friends. Fitting if the term disabled person (people who do not have the ability) is replaced by the term differently-abled person (people with different abilities) or abbreviated diffable.

        Whether it's a congenital defect or a result of an accident, it is difficult to understand the purpose God permits. Like Job, they would wonder why God allows bad things befall. Although not understand, Job acknowledges that God has the right to act according to his judgment-wise (Job 12:13). Sometimes that means giving victory (Job 12:16), sometimes it means allowing failure (Job 12:17-25) However, He deserves respect for him God, not because of the situation of human experience.

        Learn from Job, Joni was determined that no matter how difficult his days as disabled, he will always love God and make God respected each person who interacts with it. In this International Day of Persons with Disabilities, let's pray for people with disabilities to have the same perspective and attitude. If we know some of them, think about what practical measures can we take to be a channel of Christ's love for them.


WISDOM OF GOD, DIFFICULT CIRCUMSTANCES  PERMITTED HIM 
TO DECLARE HIS GLORY



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO




** Firman Tuhan: Yeremia 32:17 ** 
 Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!

 
       Setiap manusia berhak bermimpi. Setiap manusia berhak mewujudkan semua mimpi dan harapan yang mereka punya. Untuk merah sebuah mimpi, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak rintangan yang menghambat saat meraih mimpi tersebut.
Ibarat seekor semut yang perjalanannya terhadang oleh gunung besar. Bagi seekor semut pasti tidak mungkin bisa menyingkirkan gunung tersebut. Hanya ada dua pilihan bagi semut itu, yaitu tetap melewati gunung itu dengan segala rintangan yang ada atau putar balik melewati jalan yang sama untuk kembali pulang.

       Semut itu memilih untuk meneruskan perjalanannya. Ada banyak serangga yang mengancam hidupnya, bahkan panas atau pun hujan tak menyurutkan langkahnya. Sampai pada saatnya semut itu telah berada di balik gunung. Semut itu telah berhasil mendaki gunung dan sekarang dia berada pada suatu tempat yang dulu sangat ia impikan.

        Sama halnya dengan kita. Saat kita mempunyai impian dan harapan yang besar, maka kita harus memperjuangkannya. Saat kita bertemu dengan rintangan, maka kita harus mampu melewati semua rintangan itu dengan baik. Undanglah Yesus dalam setiap rencana dan pergumulan kita, karena apabila kita jatuh, maka masih ada Yesus yang akan menopang dan menguatkan kita.


Mungkin bagi orang lain, kita tidak mungkin bisa meraih mimpi-mimpi itu, namun bersama Tuhan, segala sesuatunya akan menjadi mungkin. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan Allah kita.

 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------


** Scripture: Jeremiah 32:17 **
  Ah, Lord GOD! Behold, thou hast made ​​the heaven and the earth by thy great power and by Your outstretched arm. There could be nothing whatsoever that is impossible for You!



        Every human being has the right to dream. Every human being has the right to realize all the dreams and hopes that they have. Red for a dream, certainly not as easy as turning the palm of the hand. There are many obstacles that hinder the time to achieve their dreams.

Like an ant that way blocked by a large mountain. For an ant certainly could not get rid of the mountain. There are only two options for the ants, which pass through the mountain with all the obstacles that exist or play back through the same path to return home.

        Ants that choose to continue their journey. There are many insects that threaten his life, even the heat or the rain did not dampen the pace. Until the time that ants have been behind the mountain. The ant has successfully climbed the mountain and now he is at a place that used to be very he dreamed.

         Same is the case with us. When we have big dreams and expectations, then we must fight for it. When we met with obstacles, then we should be able to get through all the obstacles it well. Invite Jesus in every plan and our struggles, because if we fall, then there is still a Jesus who will sustain and strengthen us.
 
Maybe for others, we may not be able to achieve those dreams, but with God, all things will be possible. Nothing is impossible for the Lord our God.  

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Kejadian 2:18** 
TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”


       Jomblo? Masalah buat loe? Itu merupakan jawaban anak kelas 1 SMA, sewaktu saya sedikit bertanya tentang status jomblo kepadanya. Jawaban yang mungkin menurut kita kurang sopan dan tidak memberi pencerahan .Namun saya pun mencoba untuk berpikir dan mengambil hikmat dari jawaban yang sangat sederhana tersebut. Tuhan selalu menciptakan manusia secara berpasangan. Saat Tuhan menciptakan Hawa, Hawa pun diambil dari tulang rusuk Adam.

       Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa organ dalam di tubuh kita ini dilindungi oleh tulang rusuk. Maka dari itu ada pepatah yang mengatakan bahwa dibalik pria yang sukses, ada wanita yang hebat.Bila pada saat ini Tuhan menginjinkan kita untuk sendiri, bukan berarti bahwa kita tidak memiliki pasangan hidup. Tuhan sudah menyediakan bagi kita pasangan hidup yang sepadan yaitu yang sesuai dengan rancangan Allah.

       Tidak perlu meratap ataupun merasa minder bahwa saat ini kita masih jomblo. Waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Rencana kita bukanlah rencana Tuhan karena Tuhan memiliki waktunya sendiri untuk menjadikan kita satu dengan pasangan kita.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------


** Scripture: Genesis 2:18 
**"It is not good that the man should be alone. I will make a helper for him, which is commensurate with her​​. "
 

        Singles? is it Problem for you? It is a grade 1 high school kid answer, when I asked about the status of singles bit him.
Possible answer we think is less polite and did not give a clear answer. But try to think and take wisdom from the very simple answer. God created man always in pairs. When God created Eve, Eve was taken from Adam's rib.

        As we know that in some organs in our body is protected by the ribs. Therefore there is a saying that behind a successful man, there is a woman who hebat.Bila today menginjinkan our Lord to own, does not mean that we do not have a spouse. God has provided for us a life partner that is appropriate commensurate with God's design.

        No need to mourn or feel embarrassed that this time we are still single. Our time is not God's time. Our plan is not the plan of God because God has his own time to make us one with our spouse.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Amsal 17:17 **
"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran."


       Hari ini aku sangat bahagia! Apa sih definisi bahagia yang sesungguhnya? Dengan harta yang berlimpah? Atau harus berpergian ke tempat-tempat yang jauh dan menghabiskan banyak uang? Mungkin juga haruskan puas berbelanja semua barang yang kita ingini?

      Bahagia yang sesungguhnya bukanlah bahagia yang diciptakan oleh materi. Bahagia itu diukur dari hati nurani, di mana kita bisa tertawa lepas dengan situasi dan kondisi kita yang apa adanya. Sepulang dari gereja saya dan teman-teman berkumpul bersama. Di tempat itu kami memasak makanan yang sederhana. Ada sesuatu yang berbeda ketika memasak. Ada canda tawa yang membumbui perkumpulan kami.

       Rasa bahagia yang didapat dari seorang teman/sahabat tidak dapat ditukar denan makanan enak di restoran ternama. Apa gunanya bila kita makan di tempat mahal atau pun pergi jalan-jalan di tempat-tempat mewah bila hanya seorang diri?

       Bahagia yang sesungguhnya ada di dekat kita. Bahagia yang sesungguhnya adalah saat di mana kita berkumpul dan saling berbagi dengan keluarga atau sahabat-sahabat kita. Hal yang paling menyenangkan adalah ketika kita melihat senyum mengembang pada bibir mereka dan telinga kita mendengar tawa mereka.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------


** Scripture: Proverbs 17:17 **
"A friend loves at all times, and became a brother in the lurch."

 

        Today I'm very happy! What is the true definition of happy? With an abundance of treasure? Or had to travel to distant places and spend a lot of money? It may also be required to be satisfied shopping all the things we want?

       Not real happy happy created by the material. Happy it is measured from the conscience, where we can laugh out loud with our circumstances are. Coming home from my church and friends gather together. In that place we cook a simple meal. There is something different when cooking. There is laughter that spice up our association.

        The feeling of happiness derived from a friend / companion can not be exchanged primarily to good food in famous restaurants. What's the point when we eat at expensive places or even go for a walk in fancy places when you are alone?

        Real happy is near us. Real happy where we are now gathered and shared with family or our friends. The nicest thing is when we see a smile on their lips and ears we hear their laughter.
 

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Amsal 12:24 **
Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa."


       Salah satu penyakit saya semasa kuliah adalah suka menunda-nunda. Meski tak berniat untuk malas, kerap saya mengalir begitu saja menjalani hari, mengabaikan jadwal yang sebenarnya sudah saya buat. Ketika tugas harus dikumpul atau ujian tiba, saya terpaksa harus begadang. Heran juga kalau melihat bahwa semua itu sebenarnya dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat ketika saya benar-benar fokus. Jika saya sedikit lebih rajin, tentu saya tak perlu begadang dan yang saya kerjakan bisa lebih optimal.

       Alkitab berulang kali memberi nasihat tentang kemalasan. Salah satunya yang kita baca hari ini. Kemalasan mengakibatkan kerja paksa. Kemalasan bisa membuat seseorang tidak menikmati, apalagi memetik manfaat dari apa yang dikerjakannya. Mungkin akhirnya ia merasa didikte orang lain yang lebih rajin . Mungkin akhirnya ia merasa sering gagal (AmsaL 12:27). Di sini penulis Amsal berbicara tentang sesuatu yang realistis untuk dicapai, tetapi tidak kesampaian karena usaha yang diberikan terlalu sedikit.


       Kemalasan atau keengganan melakukan sesuatu pada waktunya bisa bersumber dari banyak hal. Mungkin sesuatu itu memang kurang kita sukai. Mungkin cara kita menata waktu perlu dibenahi. Temukan dan bereskanlah akar masalahnya. Setiap orang punya kecenderungan untuk bermalas-malasan. Kita lebih suka mengatur jadwal sesuka hati dari pada memperhatikan kepentingan orang lain. Kemalasan bisa merebut sukacita dan berkat dalam bekerja serta hidup bersama. Mari melatih diri untuk rajin dan persembahkan upaya terbaik kita untuk menghormati Tuhan.



KESEMPATAN YANG TUHAN BERIKAN
TAK PANTAS KITA JALANI DENGAN BERMALAS-MALASAN.



-------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

** Scripture: Proverbs 12:24 **
Hand of the diligent hold power, but laziness lead to forced labor. "
 

        One of my illness in college is a procrastinator. Although not intending to lazy, I often run off through the day, ignoring my schedule is already made​​. When the task should be collected or exams arrived, I had to stay up. Wonder also if you see that all of it can actually be completed in a relatively short time when I was really focused. If I were a little more diligent, I would not have to stay up and that I could do more optimal.

        The Bible repeatedly advising on laziness. One of which we read today. Laziness lead to forced labor. Laziness can make a person do not enjoy, let alone reap the benefits of what he was doing. Maybe eventually he was dictated to others who are more diligent. Maybe eventually he was often fail (Proverbs 12:27). Here the writer of Proverbs speaks of something realistic to achieve, but not accomplished because too little effort exerted.

        Laziness or unwillingness to do something in time can come from many things. Maybe something is not to our liking. Maybe the way we organize time needs to be addressed. Find and bereskanlah root of the problem. Everyone has a tendency to be lazy. We prefer to schedule as they pleased in the interests of others. Laziness can seize the joy and blessing of working and living together. Let's train ourselves to diligent and dedicate our best efforts to honor the Lord.


THE LORD GIVE CHANCE
NOT deserve to have Idleness.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Lukas 6:38 ** 
"Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk menguku, akan diukurkan kepadamu" 


       Seorang petani lele yang lumayan sukses di Kalasan, Yogyakarta, tidak segan-segan membagikan ilmunya kepada petani lain yang berminat menekuni budidaya ikan air tawar tersebut. Ia tidak khawatir kelak mereka akan menjadi pesaingnya. "Kenapa mesti enggan berbagi ilmu dan keterampilan?" katanya. "Kalaupun kita sudah membagikannya, belum tentu juga orang bisa menirunya begitu saja. Dengan berbagi, kita sendiri akan mendapatkan lebih banyak masukan. Kita malah jadi semakin pintar."

       Ya, memberi tidak akan membuat kita kekurangan. Sebaliknya, seperti ditegaskan Yesus, memberi justru menjadikan sumber daya kita berlipat ganda. Apa yang kita berikan tidak akan hilang secara sia-sia, melainkan akan dikembalikan kepada kita dalam kadar yang berlimpah-limpah. Ini prinsip yang berlawanan dengan yang dijalankan dalam dunia bisnis. Pebisnis didorong untuk mengeluarkan biaya sekecil mungkin demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Prinsip bisnis semacam ini membangkitkan keserakahan, adapun belajar memberi mengembangkan kemurahan hati kita.


       Kita masing-masing pasti memiliki sesuatu yang baik--uang, talenta, waktu, tenaga, senyuman, pengampunan--untuk dibagikan kepada orang yang memerlukan. Kita tidak akan selalu menerima balasan dalam bentuk yang sama persis, namun tak ayal kita akan mengalami berkat yang mendatangkan damai sejahtera. Jadi, perhatikanlah apa saja yang Anda miliki dan dapat Anda daya gunakan untuk memberkati sesama. Seperti petani lele tadi, kenapa enggan berbagi? 



-------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

** Scripture: Luke 6:38 **
"Give, and it shall be given unto you: good measure, pressed down, and shaken together, and running over, shall men give into your bosom. For with the same measure that ye mete withal it shall be measured to you again"

 
        A fairly successful catfish farmer in Kalasan, Yogyakarta, do not hesitate to share their knowledge with other farmers who are interested to pursue the cultivation of freshwater fish. He did not worry one day they will become competitors. "Why should be reluctant to share their knowledge and skills?" he says. "Even if we have to share it, not necessarily well people can just copy it. Through sharing, we ourselves will get more input. We even be getting smarter."

        Yes, giving is not going to make us lack. Instead, as confirmed Jesus, give us the resources to make it double. What we provide is not lost in vain, but will be returned to us in a hearty meal levels. This is contrary to the principle that run in the business world. Businesses are encouraged to spend as little as possible in order to reap maximum benefits. This kind of business principles arouse greed, while learning gives develop our generosity.

        We each must have something good - money, talent, time, energy, smile, forgiveness - to be distributed to people in need. We will not always receive a reply in exactly the same form, but no doubt we will experience blessings for peace. So, consider what you have and you can use the power to bless others. Such as catfish farmers earlier, why are reluctant to share?

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



** Firman Tuhan: 2 Raja-raja 5:11 ** 
"Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN... dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!"


       Kami kehilangan kontak dengan seorang saudara laki-laki kami selama 15 tahun. Berita terakhir yang kami dapat, ia berada di sebuah kota di Kalimantan Selatan, telah menikah dengan wanita setempat, berganti agama dan identitas. Pada pertengahan 2011, dua abang saya (salah satunya seorang angota TNI) mencarinya, tanpa alamat.

       Mereka bertanya kepada para kepala desa, ketua-ketua RT dan RW, tetapi tidak ada yang tahu. Mereka mencari komunitas-komunitas suku Batak, tetapi tidak mendapatkan informasi yang berarti. Setelah semua cara dilakukan, mereka menyerah dan bersiap pulang dengan tangan hampa. Ketika sepeda motor mereka berhenti di tepi jalan, seorang pemuda mendekati mereka dan bertanya, "Bapak kok mirip sekali dengan abang yang di sana itu?" Lalu mereka mengikuti pemuda itu ke sebuah daerah perkebunan yang cukup jauh. Puji Tuhan, mereka menemukan abang saya.


       Ketika Naaman mendatangi Elisa untuk disembuhkan dari kustanya, ia sudah memiliki konsep sendiri tentang bagaimana nabi Allah itu akan mengatasi masalahnya. Lalu ia disuruh mandi tujuh kali ke dalam sungai Yordan. Hanya itu. Dan ia menolaknya. Cara Tuhan itu sama sekali lain dari bayangannya semula. Namun, berkat nasehat bijak para pegawainya, akhirnya ia taat. Hasilnya, ia pun sembuh.


       Manusia sering kali mengambil peran Tuhan dalam melakukan sesuatu. Mereka membatasi Tuhan sehingga akhirnya gagal melihat-Nya berkarya. Terbukalah kepada-Nya dan taatilah Dia, maka Anda akan terpesona akan Dia.



SERING KALI TAK TERDUGA DAN BERBEDA DARI PEMIKIRAN KITA,
TETAPI CARA TUHAN TETAP YANG TERBAIK 



-------------------------------------------------------------------------------------------------------


** Scripture: 2 Kings 5:11 **
"I thought that he would surely come out to me and stand and call on the name of the Lord ... and cure the skin disease!"
 

        We lost contact with a brother us for 15 years. The last news we could, he was in a town in South Kalimantan, has been married to a local woman, change his religion and identity. In mid-2011, my two brothers (one of them a member of the military) looking for, without the address.

        They asked the village chief, the heads of RT and RW, but no one knows. They are looking for Batak communities, but did not get meaningful information. Once all of the way done, they give up and get home empty-handed. When the motorcycle they were stopped on the roadside, a young man approached them and asked, "You really look a lot like a brother over there?" Then they followed him to a plantation area is quite remote. Praise the Lord, they found my brother.

        When Naaman came to Elisha to be healed of his leprosy, he already has his own concept of how God's prophet would solve the problem. Then he was told to bathe seven times in the Jordan River. Just that. And he rejected it. God's way is completely different from the original shadow. However, thanks to the wise counsel of his employees, he finally obeyed. The result, he was cured.

        Humans often take on the role of God in doing something. They limit God and therefore failed to see his work. Be open to Him, and obey Him, then you will be enthralled him.
 
OFTEN UNEXPECTED AND DIFFERENT FROM OUR THOUGHTS,
HOW GOD BUT STILL THE BEST
 

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



** Firman Tuhan: 1 Yohanes 2:15, 17 **
"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya ... dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya"


       Seorang duta besar diutus ke sebuah negara yang sangat berbeda dari negara asalnya. Berbulan-bulan lamanya ia harus beradaptasi dengan bahasa dan budaya di sana. Namun, bayangkanlah jika ia menjadi begitu terpikat dengan nilai-nilai dan tradisi negara tersebut. Ia mulai menganggap negara itu sebagai negaranya sendiri. Apakah ia masih dapat menjalankan tugasnya sebagai duta besar sebagaimana mestinya? Bisa jadi ia tidak lagi objektif dan tak lagi berpihak pada kebijakan negara asalnya.

       Rasul Yohanes mengingatkan bahaya yang sama bisa terjadi pada orang-orang percaya. Karena tinggal di dalam dunia, hati kita bisa begitu melekat pada berbagai hal di dalamnya (
1 Yohanes 2:15). Di sini rasul Yohanes tidak sedang menuding suatu gaya hidup tertentu, penampilan tertentu, atau kepemilikan harta dalam jumlah tertentu. Ia sedang berbicara tentang kondisi hati saat umat Tuhan menanggapi apa yang ada di sekitarnya. Kondisi hati yang menganggap bahwa apa yang ditawarkan dunia jauh lebih baik daripada apa yang ditawarkan Tuhan. Anggapan yang keliru! Dunia yang hanya sekelumit dari ciptaan Tuhan, tidak akan bertahan. Apa yang disediakan Sang Pencipta bagi masa depan anak-anak-Nya jelas jauh lebih baik dan terjamin. Dunia ini bukanlah rumah kita.
 

       Tidak ada salahnya menikmati hal-hal baik yang Tuhan sediakan selama kita hidup di dunia. Namun, entah itu musik, film, teknologi, pakaian, jabatan, atau yang lain, ketika itu mulai menjadi tuntutan dan kebahagiaan kita bergantung pada pemuasannya, waspadalah! Kita sedang mengasihi dunia lebih dari Tuhan, dan jelas akan kehilangan hal-hal terbaik dari-Nya.


KITA TIDAK DIUTUS KE TENGAH DUNIA UNTUK MENYERUPAI DUNIA,
TETAPI UNTUK MENUNJUKKAN BAHWA TUHAN LEBIH BERHARGA DARINYA.



-------------------------------------------------------------------------------------------------------

 
** Scripture: 1 John 2:15, 17 **
"Do not love the world or the things in it ... this world is passing away with desire, but the one who does the will of God abideth for ever"
 

        An ambassador was sent to a country very different from their home country. For months he had to adapt to the language and culture there. However, imagine if he becomes so enamored with the values ​​and traditions of the country. He came to regard the country as their own country. Is he still able to perform his duties as ambassador as it should? It could be that he is no longer objective and policies no longer in favor of the home country.

        The Apostle John warned against the same could happen to the believers. Because living in the world, our hearts can be so attached to various things in it (
1 John 2:15). Here the apostle John was not being accused of a certain lifestyle, a certain look, or the possession of a certain amount. He was talking about the current condition of the hearts of God's people respond to what's around it. Heart condition which assumes that what the world has to offer is much better than what God has to offer. False assumption! World are just a few of the creatures of God, will not survive. What the Creator provided for the future of his children obviously much better and secure. This world is not our home.

        There is no harm in enjoying the good things that God has provided for us to live in the world. However, whether it's music, movies, technology, clothing, position, or else, when it began to be a demand and our happiness depends on gratification, beware! We're loving the world more than God, and obviously will lose the best things from him.



WE DO NOT sent to CENTRAL WORLD FOR WORLD RESEMBLE,
BUT GOD TO SHOW THAT MORE VALUABLE THEREOF.
 

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


** Firman Tuhan: Mazmur 10:6 **
"[Orang fasik] berkata dalam hatinya: Aku takkan goyang. Aku tidak akan ditimpa malapetaka turun temurun.." 


       Siapa sih orang fasik itu? Pertanyaan menarik itu terlontar dalam sebuah pertemuan di kantor. Apakah orang fasik sama dengan orang yang tidak percaya Tuhan? Apakah orang fasik identik dengan orang jahat? Apakah ada orang kristiani yang bisa disebut fasik?
 

       Pada dasarnya orang fasik adalah orang yang congkak, merasa ia tahu apa yang baik (Mazmur 10:2-3, 6). Hukum-hukum Allah tidak relevan baginya (Mazmur 10:5). Ia melakukan segala sesuatu sesuai dorongan hatinya, tanpa berpikir tentang apa yang menjadi kehendak Allah, apa yang memuliakan Allah, bagaimana ia harus bergantung kepada Allah. Ia bukan orang yang ateis, tetapi ia hidup seolah-olah Allah tidak ada, tidak melihat, dan tidak akan menuntut pertanggungjawaban atas hidupnya (Mazmur 10:4, 11). Dalam bagian-bagian lain di Alkitab kita bisa melihat bahwa para pemimpin rohani pun bisa terjebak dalam dosa kefasikan (Yeremia 23:11).
 

       Seberapa sering kita berpikir tentang Allah dan kehendak-Nya dalam menjalani hidup? Kita bisa beribadah beberapa jam lalu melanjutkan hidup seolah-olah Dia tidak melihat. Kita bisa melakukan banyak hal yang baik tanpa memikirkan Allah sama sekali. Kita jarang berpikir tentang tanggung jawab kita kepada Pencipta kita dalam bekerja. Kita merasa cukup baik karena tidak melakukan dosa-dosa besar. Kita tidak tertarik membangun relasi yang intim dengan Allah. Dalam derajat tertentu, kita pun bisa berlaku fasik sehingga pola pikir dan perilaku kita tidak banyak berbeda dengan orang-orang yang belum mengenal Allah. Kefasikan memberi ruang bagi dosa-dosa lain untuk bertumbuh. Waspadalah!


HINDARKAN DIRI DARI KEFASIKAN DENGAN MENYADARI BAHWA ALLAH HADIR
DAN TERLIBAT DALAM HIDUP KITA SETIAP HARI.



-------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

** Scripture: Psalm 10:6 **
"[The wicked] said to himself: I will not shake. Overwritten misfortune I will not hereditary .."



        Who the hell is the wicked? The interesting question came out in a meeting at the office. Do the same with the wicked people who do not believe in God? Is synonymous with wicked bad guy? Are there any Christians who can be called wicked?

        Basically the wicked is the proud, feels he knows what is good (Psalm 10:2-3, 6). God's laws are not relevant for him (Psalm 10:5). He does everything according impulsively, without thinking about what the will of God, what is glorifying God, how he had to depend on God. He was not an atheist, but he lives as if God does not exist, do not see, and will not answer for his life (Psalm 10:4, 11). In other parts of the Bible we can see that the spiritual leaders can get caught up in sin wickedness (Jeremiah 23:11).

        How often do we think about God and His will in life? We can worship a few hours and then continued to live as if He does not see. We can do a lot of good things without thinking about God at all. We rarely think about our responsibility to our Creator in the works. We feel pretty good because it does not commit major sins. We are not interested in building an intimate relationship with God. In a certain degree, we can also act wickedly so our mindset and behavior is not much different from those who do not know God. Wickedness make room for the sins of others to grow. Beware!
 
GODLESSNESS refrain FROM GOD TO REALIZE THAT THERE
AND INVOLVED IN OUR LIVES EVERYDAY.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Song