** Firman Tuhan: Markus 10:14 **
"Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah  yang empunya Kerajaan Allah." 


       Ada suatu cerita. Suatu ketika ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang begitulah peraturannya.

        Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

        Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

        Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!" Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil tu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha... sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan... Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

        Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?" Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan," kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

------------------------------------------------------------

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah memohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.

Namun, Mark, memohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.

Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian tersebut.



-------------------------------------------------------------------------------------------------------


** Scripture: Mark 10:14 **
"But when Jesus saw it, He was much displeased, and said unto them, Suffer the little children to come unto me, and forbid them not: for of such is the kingdom of God." 


       There is a story. Once upon a time there was a child who is attending a toy racing car race. Truly festive atmosphere that afternoon, because this is the final round. Only the remaining 4 people now and they exhibit any toy cars owned. Everything is homemade, because that's the way the rules.

       There is a boy named Mark. His car was not special, but it was included in four children who enter the final. Compared to all of his opponent, Mark car is the most imperfect. Some children to doubt the power of the car to race against other cars. Well, indeed, the car was not so interesting. With simple wood and little lights flickered on it, certainly not comparable with luxury trimmings owned by other toy cars. However, Mark's proud of it all, because, the car was made in his own hands.


       Came the moment that awaited. Final championship race car toys. Each child began preparing at the starting line, to drive their cars loudly. In each passage, has prepared four cars, with 4 riders "small. The passageway is circular with four separate lanes in between. However, a moment later, Mark asked for a moment before the race began. He looked mumbling as if in prayer.


       His eyes were closed, his hands bertangkup prayer. Then, a minute later, he said, "Yes, I'm ready!" Dor !!! Signs have begun. With a strong beat, they began to push the car hard. All car tu rolled quickly. Everyone is cheering, excited, each car sponsor. "Ayo..ayo ... cepat..cepat, maju..maju", so they shouted. Ahha ... the winner must be determined, finish the track rope had been terlambai. And ... Mark-is the winner. Yes, everything is happy, so is Mark. He says, and muttering anymore. "Thank you."       When the division trophy arrived. Mark came forward with pride. Before the trophy was handed over, the chairman of the committee asked. "O hero, you must have been praying to God that you win, is not it?" Mark was silent. "No, sir, that's not what I prayed," Mark said. He then continued, "It seems unfair to ask the Lord to help me beat everyone else, I only pray to God, that I do not cry, if I lose." All the audience fell silent to hear it. After a while, there came a thunderous applause that filled the room.


------------------------------------------------------------


       Friends, children, seems to have more wisdom than all of us. Mark, not begging God to win in every exam. Mark, do not ask God to pass on and regulate any results to be achieved. The boy also did not ask God to grant all his hopes. He did not pray to win, and hurt others. 


       However, Mark, begging God, so that given the strength in the face of it all. He prayed, to be given the glory, and want to be aware of shortcomings with a sense of pride. Perhaps, have a lot of time we do to pray to God to grant our every request. Too often we ask God to make us number one, to be the best, to be a winner in every exam. Too often we pray to God, to dispel any obstacles and trials that lie ahead.In fact, is not what we need is His guidance, His guidance, and guide him? We, are often too weak to believe that we are strong.  

       We often forget, and we often feel maudlin with this life. Was there no fighting spirit that we want to go through? I believe, God gave us a severe test, not to make us weak, whiny and easily give up. So, friends, pray that we always tough in every test. Pray that we are always in his protection in the face of the examinations.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 komentar:

Song