** Firman Tuhan: (Ayub 27:6) **
"Kebenaranku kupegang teguh dan tidak ku lepaskan;
hatiku tidak menecela sehari pun dari pada umurku."


Suatu hari ada seorang pria berteman dengan seorang penjuna yang andal. Pria tersebut sering kali memperhatikan temannya di tempat kerja sedang membentuk tanah liat untuk dijadikan beragam tembikar. Suatu hari dia bertanya bagaimana penjuna itu menentukan bentuk yang hendak dibuat. Penjuna tersebut menjawab bahwa dia tahu kalau dia bekerja dengan santai, dia cenderung membuat bendah-benda yang indah, namun saat dia lelah,yang dibuatnya kebanyakan bentuk-bentuk yang lebih sederhana dengan kualitas yang lebih rendah. sementara penjuna mengungkapkan hal ini, pria tadi berkesimpulan bahwa pada saat dia bersantai, dia memiliki kemampuan untuk berfokus dan sabar untuk membuat sesuatu yang indah. Sering kali proses pembuatan benda yang sempurna termasuk menghancurkan vas atau mangkok yang hampir jadi menjadi gumpalan tanah liat sehingga dia bisa memulainya dari awal lagi.
Benda-benda indah juga menuntut akurasi pada setiap proses pembuatannya. Kebalikannya, saat lelah, dia kurang berfokus, kurang sabar, dan oleh karenanya cenderung membuat kesalahan serta akhirnya membuat benda-benda yang tidak menuntut akurasi.

Demikian juga dengan hidup kita. Membentuk karakter membutuhkan fokus dan kesabaran, dengan memperhatikan detail serta kemampuan untuk konsistern dengan waktu. Sementara Tuhan adalah penjuna kita yang utama, kita juga berperan sebagai penjuna bagi diri kita dalam membentuk karakter kita. Makin kita bertekun, makin kecil kemungkinannya bagi kita untuk membentuk karakter yang baik.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 komentar:

Song